
Balik lagi ke tempat keempat inti Icarus yang sedang nongkrong di cafe itu.
" kenalan aja gih bos sama cewek tadi, kan lumayan bos biar lu bisa ngerasain yang nama nya punya cewek " tawar Cakkra dengan asal dan tanpa dosa.
Bukannya menjawab Alaster hanya menatap datar sahabat nya itu.
Mereka berempat pun menghabiskan waktu nya di cafe sampai jam 8 malam, setelah itu mereka bergegas ke rumah masing masing. Seperti biasa kalo untuk Cakkra ia terlebih dahulu pergi menjemput salah satu pacarnya, sementara itu untuk Aditiya, Hansen, dan Alaster pulang bersamaan.
Sementara itu Alaster sempet sempet nya melirik ke arah Seyla yang sedang melayani beberapa pengunjung, dengan senyum nya yang ngga pernah pudar ketika melihat Seyla " hmmm manis " ucap nya pelan tanpa di dengar dan dilihat oleh siapa pun.
...****************...
Tanpa terasa hari pun sudah malam dan jam telah menunjukan jam 21.30 sudah waktu nya untuk Seyla pulang ke kontrakan tercinta nya itu.
" nih bang kunci nya, saya duluan yah. Hati hati bang naik motor nya jangan ngebut soalnya lagi rawan " ucap Seyla berlalu pergi tanpa mendengarkan jawaban dari senior nya.
Seyla pun berjalan menuju kontrakan nya yang hanya membutuhkan waktu 10 menit dengan berjalan kaki untuk sampai disana.
Bersenandung sambil melihat jalan yang sudah mulai terlihat sepi. Namun, di tengah pejalanan pulang ia melihat ada sebuah mobil berhenti di tengah jalan dengan beberapa orang sedang berkelahi, dan dengan seorang wanita yang sedang bersembunyi di belakang mobil.
" ck ngga imbang banget itu, bantuin ngga yah? Tapi kalo ngga di bantuin kasian, udahlah gas bae dari pada bingung bingung amat " ucap Seyla sambil menghitung jumlah pengeroyok dan yang di kroyok " gile 9 lawan 3 cuy gasken bae lah " lanjutnya setelah mengetahui jumlah lawan nya.
"Oi bang! Kok berani nya kroyokan sih, takut kalah ye lu? Ck dasar pengecut! " ucap Seyla dengan suara keras dan jangan lupakan senyum mengejek nya.
" apa lu bocah jangan ikut campur deh urusan orang dewasa, udah sana mending lu pulang udah malem. Malem malem gini masih keluyuran aja lu, apa jangan jangan abis main lu yah " balas salah satu dari si pengeroyok itu.
" dihhhhh gini aja gimana kalo abang abang ini ikut main sama gw aja, pada mau ngga nih bang " ucap Seyla dengan nada genit nya yang ngga kontras sama muka polosnya khmm sok polos nya.
" oh boleh, mau main dimana neng " tanya mereka dengan muka penuh nafsu nya yang bikin Seyla muak pengen muntah.
Seyla pun menyeringai " main baku hantam kita bang " jawab Seyla keras dengan menonjok lelaki pengeroyok itu, dan tak lupa ia masih mempertahankan seringaian nya itu. Dan terjadilah baku hantam 9 lawan 4.
Dengan marah pengeroyok yang sempat di tonjok oleh Seyla akan memukul nya, namu pengeroyok tersebut kalah cepat oleh Seyla yang lebih dahulu menghindar dari pukulan itu.
Bugh
Bugh
Dugh
Dugh
Krak
Arghhh
Pukulan, hantaman, Patahan, dan teriakan menjadi melodi yang mengalun indah dimalam itu.
Wanita yang berada di belakang mobil itu menatap khawatir dan penasara terhadap Seyla, yaps khawatir karena Seyla adalah perempuan, dan penasaran karena wajah Seyla mirip seperti sahabat nya. Namun ia baru saja ingat bahwa ia harus menelpon keluarga nya, wanita itu pun kembali mnghubungi keluarga nya namun..
" Tidak! TOLONGGGGG!!! "
Seyla yang mendengar suara wanita yang meminta tolong langsung nencari sumber suara itu, ia melihat wanita tadi sedang di seret paksa menuju sebuah mobil. Seyla segera berlari kesana setelah berhasil membuat lawan nya tak berdaya ia pun langsung menendang punggung laki laki yang menyeret wanita tersebut.
" Bangsat! Berani berani nya lu sialan " marah lelaki itu membuat Seyra tersenyum miring.
" heeeee beranilah! Kenapa juga gw harus takut sama pengecut kaya lo, lemah! " seringai Seyla dengan wajah mengerikan yang membuat lelaki itu bergidik ngeri melihat tatapan Seyla.
Bughhh....
Bughhh....
Dughhh....
Dughhh.....
Krak......
Akhirnya Seyla dan orang yang di kroyok pun menang melawan 9 orang pengeroyok bertubuh besar itu. Seyla pun mendekat ke arah wanita yang berdiri di samping mobil mewah nya itu dengan beberapa memar di wajah cantik nya.
" Tante ngga papa? Ada yang luka ngga? " tanya Seyla dengan ramah dan wajah khawatir nya, wanita itu pun tersenyum kecil dan menggeleng.
" tante ngga papa, tapi yang harus nya nanya itu Tante, kamu ngga papa? Wajah kamu lebam gitu. Ayo biar Tante antar kamu ke rumah sakit, luka kamu harus segera di obati " ucap wanita itu sambil memegang pergelangan tangan Seyla, Seyla pun sontak langsung menegang di tempat setelah mendengarkan ucapan wanita yang ada di depanya itu.
" waduhhh kalo gw ke rumah sakit bisa gawat " ucap Seyla dalam hati dengan raut wajah khawatir nya.
" E-eh? Ngga usah tante, saya bisa obatin sendiri kok luka nya. Lebih baik tante sekarang pulang aja takut di serang lagi sama begal kaya tadi " ucap Seyla dengan senyum canggung dan wajah khawatir nya.
" udah ayok, Tante ngga nerima penolakan " ucap wanita itu sambil menarik pergelangan tangan Seyla yang langsung di tepis oleh Seyla.
" maaf Tante, kalo gitu saya pergi dulu yah " teriak Seyla setelah tangannya berhasil lepas dari cekalan wanita itu, Seyla pun langsung melesat pergi dari wanita tersebut.
" Heiii! Tapi kamu harus segera di obati " teriak wanita tersebut setelah Seyla menjauh tanpa tahu bahwa suara nya sudah tidak bisa di dengar oleh Seyla lagi.
" huu gadis itu " ucap wanita itu " Sekarang kita kembali ke mansion " lanjutnya memberikan pengarahan kepada bodyguard nya.
Akhirnya Seyla pun sampai ke kontrakan tercinta nya, ia pun langsung masuk dan mengunci pintu kontrakan nya.
" huuuuu hampir aja ketahuan, untung gw tanggap dan bisa langsung kabur dari tante itu " ucap Seyla sembari melangkah menuju kamar nya, sebelum Seyla memasuki kamar nya ia pun menyempatkan diri untuk melihat foto yang terpajang di sebelah tv nya.
" Ck kenapa masih ada disini sih sialan " Seyla pun mengambil foto tersebut dan melihatnya. Mata coklat karamel yang penuh cahaya nya menjadi kosong dan menampilkan aura membunuh nya.
Seyla pun mengengam bingkai foto tersebut dengan kencang yang membuat foto tersebut retak dan melukai tangannya hingga berdarah.
" PEMBOHONG!! " teriak nya dan langsung melemparkan bingkai foto tersebut ke sembarang arah, foto tersebut pun hancur.
" haaa gawat " ucap Seyla sambil melihat tangannya yang berdarah dengan tatapan kosong dan menampilkan seringaian nya " gw harus ngobatin ini, bisa gawat kalo mereka berdua tau " ucap Seyla dan langsung berlalu pergi untuk membersihkan badanya tanpa mau membersihkan pecahan kaca dari bingkai foto tersebut.