
Kini Seyla dkk sedang berada disalah satu restorant yang tak berada jauh dari taman kota, ini semua ide dan ajakan dari Seyla yang sempat menemukan restorant ini.
mereka saat ini sedang duduk didekat jendela restorant, saat mereka duduk salah satu pelayan pun datang dengan membawa buku menu.
" silahkan, ingin memesan sesuatu? " tanya pelayan tersebut dengan memberikan dua buah buku menu kepada Sherina dan Laila.
" hmmm, lu pada mau pesen apa? " tanya Laila sambil melihat buku menu yang berada ditangannya.
" gw samain kaya punya lu aja deh " jawab Seyla.
" gw juga, pusing gw milih milihnya " jawab Sherina sambil menaruh buku menu yang ia pegang keatas meja.
" saya pesan nasi goreng seafood 3, es jeruk 2, ice cofee 1, sama air putihnya 3 ya " ucap Laila sambil memberikan dua buku menu itu kepada pelayan.
" baik, saya ulang ya, nasi goreng seafoodnya 3, jus jeruknya 2, ice cofee 1, ditambah dengan air putihnya 3 " ucap pelayan itu dan diangguki oleh Laila.
" baik mohon ditunggu sebentar ya " ucap pelayan itu sambil berlalu pergi untuk membuatkan pesanan mereka.
sambil menunggu pesanan, mereka bertiga mensibukan diri dengan bercanda dan mengobrol hingga 15 menit kemudian pesanan mereka pun datang. Mereka pun menikmati makanan mereka dengan diselingi obrolan random dan lebay, mereka bertiga juga sesekali sering melirik kearah meja yang berselang dua meja dari samping meja mereka yang terdapat 5 orang lelaki dengan berpakaian serba hitam sedang mengawasi mereka dengan wajah pucat.
Seyla secara inisiatif menghampiri meja 5 orang lelaki tersebut.
" om kalo laper pesen makanan aja, jangan cuman pesen minuman doang itumah ngga bakalan kenyang. Ntar biar aku yang bayarin pesenan om, ngga mungkin kan om kelaperan cuman karena ngawasin aku doang " ucap Seyla saat sudah mendekati meja itu dengan senyum yang terpatri di mulutnya.
mereka berlima tersentak kaget karena sudah ketahuan oleh nona mudanya itu, akhirnya mereka hanya menggangguk pasrah saja " baik nona muda, terima kasih " ucap salah satu dari mereka.
Seyla langsung saja memanggil pelayan yang dekat dengannya, setelah menyuruh kelima bodyguardnya memesan makanan gadis cantik itupun kembali kemejanya lagi dan disambut lambayan tangan oleh kedua sahabatnya.
setelah duduk Seyla langsung saja memakan makanannya dengan tenang, sesekali ia menatap kearah jendela yang menyuguhkan kondisi luar restorant yang ramai.
saat ia melihat ke jendela itu lagi, ia tak sengaja melihat seorang gadis yang sedang merangkul lengan seorang pria yang dari perawakannya sangat ia kenal, sepasang anak muda itu berjalan kearah pintu masuk restorant yang saat ini sedang ia kunjungi.
' siapa itu ya? Siluetnya kok familiar banget, tapi dimana yah? ' batin Seyla bingung.
saat gadis cantik itu sedang bingung, sepasang remaja itu pun sudah berada didalam restorant dan sedang mencari meja, hal itu membuat Seyla kaget.
' apaaa!!! Sumpah gw ngga rela! Ngga ridho! Gw ngga akan pernah ngerestuin mereka! Huaaa lepas woyy!!! Jangan pegang pegang bukan muhrim woyy!!! ' batin Seyla berteriak histeris, Laila dan Sherina yang melihat Seyla terus menatap kearah depan pun merasa heran dengan tingkah temannya itu.
" kenapa lu? " tanya Sherina sambil memasukan sesuap nasi goreng kemulutnya.
bukannya menjawab Seyla hanya menunjuk kearah meja yang berada didepan meja mereka dengan jari telunjuknya yang gemetar, tak lupa pula dengan wajahnya yang minta dicemplungin keempang.
Laila dan Sherina langsung saja mengikuti arah jari telunjuk Seyla, setelah mereka melihat itu seketika saja....
" hahahhaha " tawa mereka berdua berbarengan membuat Seyla kesal setengah modar ke kedua sahabatnya itu.
" gw duluan, lu berdua ngga usah nganterin gw pulang, soalnya gw mau pulang sama abang gw yang ganteng, nih duitnya " ucap Seyla yang sudah beranjak dari bangkunya sambil menaruh beberapa lembar uang merah keatas meja.
Seyla langsung saja berjalan kearah pasangan remaja yang ia lihat tadi " kak Aska " ucap Seyla saat sudah berada dimeja yang ternyata ditempati oleh Alaska.
" eh dek, kapan kamu kesini? Udah makan belum? Mau ab- "
" ngga usah kak, aku udah makan kok tadi disini bareng mereka berdua " ucap Seyla memotong ucapan Alaska sambil menunjuk meja yang berisi kedua sahabatnya, Sherina dan Laila yang merasa diperhatikan itu pun hanya melambaikan tangan dan tersenyum saja.
" owh yaudah, trus ada apa kamu kesini? " tanya Alaska bingung.
" itu kak, aku kan pengen pulang tapi merekanya lagi sibuk jadi ngga bisa nganterin aku pulang, aku mau minta tolong, gimana kalo kakak nganterin aku pulang? " ucap Seyla dengan manja membuat kedua sahabatnya yang memang ingin membayar pesanan mereka kekasir manahan tawannya.
Seyla yang melihat itu melotot kearah mereka berdua dan memberikan kode agar mereka capat pergi, Laila yang mengetahui kode Seyla langsung saja mendorong Sherina yang berada didepannya agar cepat.
Seyla yang melihat kedua sahabatnya menjauh langsung saja ia menengok kearah abangnya dan memberikan pupy eyes adalannya kepada Alaska " gimana kakak mau kan? " ucap Seyla dengan suara rendah.
Alaska yang melihat adiknya itu merasa bingung, tapi disatu sisi ia merasa beruntung karena dapet terbebas dari perempuan yang berada didepannya ini.
" baiklah, saya anterin kamu " ucap Alaska pada akhirnya.
" tunggu dulu " ucap perempuan yang dari tadi hanya diam yang ternyata adalah Mauren.
" apa apaan lu! Main asal ngambil cowok orang aja " ucap Mauren sambil menarik tangan Alaska yang akan berdiri untuk duduk kembali.
" kenapa kak? Ngga suka? " tanya Seyla dengan wajah tengilnya membuat muka Mauren merah menahan amarahnya yang terpendam jauh dilubuk hatinya yang terdalam ( asekkk wkwkwk ).
" iyalah, gw duluan yah yang ngajak Alaska, lu malah seenaknya nyuruh Alaska nganterin lu, sodara bukan, temen juga bukan. Lu tuh cuman adik kelasnya doang ya, ngga sopan banget lu nyuruh orang yang lebih tua dari lu " ucap Mauren dengan tenang.
" oiya, tapi saya ngga pedulu sih kak, lagipula kakak siapanya kak Aska si? Pacarnya kak Aska geh bukan. Menurut saya sih dari raut wajah tertekannya kak Aska, sepertinya kak Mauren ini memaksa kak Aska ya? " tanya Seyla dengan tersenyum.
mata mereka berdua kian beradu.
Alaska yang melihat perdebatan kedua gadis itu pun merasa jengah, tanpa aba aba lagi pria tampan itu langsung saja membekap mulut Seyla yang akan memberikan komentar pedasnya. Setelah membekap mulut adiknya ia segera saja pamit kepada Mauren dan memberikan uang berwarna merah lima lembar keatas meja, setelah urusannya selesai Alaska langsung saja menyeret Seyla dengan tangan yang masih senantiasa membekap mulut adiknya itu sampai diluar restorant.
" aw, aw, dek sakit! Kenapa tangan abang digigit si? " tanya Alaska sambil melepaskan tangannya yang sudah memerah bekas digigit Seyla.
" tangan abang bau ulet bulu, Seyla ngga mau deket deket dulu sama abang takutnya gatel karena bekas ulet bulu " ucap Seyla yang berlalu pergi ketempat mobil sport milik Alaska yang sedang terparkir diparkiran restorant.
Alaska mengikuti adiknya dengan perasaan bingung tentang apa yang diucapkan oleh Seyla.
saat berada didalam mobil sampai mobil itu berjalan dan sampai keperkarangan Mansion, mereka berdua tepatnya sih Seyla yang mendiamkan abangnya yang super duper ngga peka ini. Keterdiaman adiknya yang mendadak itu membuat Alaska bingung.
' ini si ade kenapa ya? Gw ada salah apa? Perasaan gw biasa aja deh ngga ngapa ngapain, udahlah emang bener ya cowok tuh selalu aja salah ' batin Alaska bingung dan nyelangsang.