SEYLA DIANDRA

SEYLA DIANDRA
BAB 46



" bayi! " panggil Alaska dari arah pintu ruang keluarga membuat seseorang yang merasa dipanggil itu mendengus kesal.


" apa?! " sinis Seyla sedangkan untuk Alaska ia hanya terkekeh saja mendengar nada sinis dari Seyla.


" biasa aja dong dek " ucap Alaska sambil mengacak rambut Seyla.


" ishhh! Abang rambut gw berantakan ihhh " ucap Seyla sambil melepaskan tangan sang abang dari atas kepalanya.


" heheheh, ohiya yang lain pada kemana? " tanya Alaska sambil mendudukan dirinya disofa panjang dekat Seyla.


" ngga tau, kata pelayan sih bang Jevan belum pulang dari kantornya dan mamah katanya tadi pergi kebutik " balas Seyla yang matanya tak lepas dari film yang ia tonton di laptop yang berada dipangkuannya sambil memakan camilan.


jika kalian tanya apakah mereka berdua sudah baikan? Tentu saja jawabannya adalah sudah dengan Alaska yang selalu mengusik Seyla untuk membujuknya agar gadis itu memaafkannya sampai ia menjauhkan Alaster dari pandangan Seyla, ia juga sempat memberikan Seyla laptop terbaru dan terbagus yang diinginkan oleh adiknya itu. Yah menurut Alaska begitu sangat mudahnya untuk membujuk adiknya itu supaya tidak marah lagi dengannya, berikan saja barang yang adiknya inginkan dan gadis cantik itu langsung memaafkan dirinya.


" kapan mereka pulangnya dek? " tanya Alaska dan dibalas hindikan bahu oleh Seyla.


ruang keluarga pun hening tanpa percakapan, mereka fokus pada kesibukan masing masing. Seyla yang sibuk nonton dan Alaska yang sibuk membalas pesan penting dari temannya.


walaupun mata Seyla sibuk dengan film yang berada di laptopnya, tapi tidak dengan otak kecilnya yang sibuk mencari ide untuk menyukseskan rencana miliknya dan juga kedua sahabatnya. Ia sangat ingin recana itu sukses dan setidaknya ia dapat memalukan lelaki itu, yah paling tidak hal itu bisa menjadi tamparan lah buat dia supaya mendapatkan cahaya ilahi gitu. Nah masalahnya gadis cantik itu belum mendapatkan idenya.


" adek " panggil seseorang pada Seyla yang tengah menatap kosong layar laptop dengan kening berkerut dalam seolah gadis itu sedang berfikir dengan keras.


" bayi " panggil seseorang lagi namun tak disahuti lagi oleh Seyla.


" Seyla Diandra Adhitama " panggil kedua orang itu secara bersamaan membuat Seyla terlonjak kaget yang membuat dia tersadar dari lamunannya.


" eh? Loh bang Jevan kapan disininya? " kaget Seyla yang melihat abang pertamanya sedang duduk disebelahnya.


" sejak tadi " jawab Jevano.


" kamu lagi ngelamunin apa dek sampai kamu ngga menyadari abang ada disini? " tanya Jevano membuat Seyla tersenyum kikuk.


" bukan sesuatu yang penting bang " tanya Seyla santai sambil mematikan layar laptopnya.


" ngga usah berbohong Seyla, abang tau kamu sedang memikirkan sesuatu " ucap Jevano yang sontak mendapatkan tatapan santai dari Seyla.


Seyla pun menghela napas terlebih dahulu " aku sedang memikirkan untuk membalas perbuatan Sherina, sebentar lagi dia ulang tahun dan aku akan membalaskan perbuatannya kepadaku untuk setahun yang lalu. Aku sedang memikirkan rencana agar ia jera " ucap Seyla dengan kilatan matanya yang memancarkan dendam kesumat.


" o-oh " ucap Jevano yang menatap ngeri adiknya itu.


" trus kamu udah punya ide dek? " tanya Alaska sambil memakan kripik yang berada dimeja.


" puguh itu bang aku lagi bingung " ucap Seyla kesal kepada abangnya yang satu ini, sementara untuk Alaska ia hanya menyengir sambil menggaruk kepalannya yang tidak gatal.


Seyla yang kesal itu pun langsung saja merapikan barang barangnya yang berserakan " bang aku mau kekamar dulu ya, bye abang abangku yang ganteng paypay " ucap Seyla sambil berlalu pergi kearah pintu lift.


Jevano yang sudah tak melihat adiknya itu pun langsung saja beranjak dari sofa untuk menuju kamarnya, sementara untuk Alaska ia hanya memainkan ponselnya saja sambil memakan cemilan yang berada diatas meja.


...****************...


Sementara itu diparkiran minimarket terdapat sebuah mobil mewah berwarna hitam dengan seorang pengemudi, ia memakai jaket panjang dan topi serta masker yang serba warna hitam yang sedang memainkan ponselnya.


tak lama kemudian ponsel yang ia mainkan itu berdering yang menandakan ada seseorang yang menelefonnya.


" siap diposisi, mobil warna hitam dengan plat nomor XXX dua puluh menit lagi " ucap seseorang yang berada disebrang telefone itu.


" hmmm ok " ucapnya dengan menyambungkan sambungan telefone itu ke earphonenya, ia langsung saja melajukan mobil mewahnya yang berwarna hitam itu dengan kecepatan tinggi.


" target save, ia sudah berada ditangan kita " ucap seseorang dibalik telefone itu lagi yang dibalas anggukan oleh pengemudi mobil hitam itu.


lima menit kemudian...


" sudah sampai? " tanya seseorang diserbang telefone itu.


" lima menit lagi " jawab pengemudi itu.


" hmmm oke, Renal lu segera bersiap ditempat sebentar lagi dia datang " ucap seseorang dari balik telefone itu memberikan intruksi.


" ya, gw udah siap berada ditrowongan " ucap seseorang yang bernama Renal itu.


" bagus, anak anak yang lain akan gw suruh bersiap siap untuk mengecoh sambil menunggu dia sampai, lu harus pastikan seolah olah tempat itu telah terjadi kecelakaan " ucap orang itu yang masih terdengar diearphone pengemudi mobil hitam itu.


" terowongan sudah terlihat " ucap seseorang.


" hmmm pastikan lu kasih jarak 5 meter agar Renal bisa masuk, dan untuk lu Renal pastikan agar mereka ngga berhasil menyusul dia " ucap orang itu memberikan intruksi.


" gw hitung sampai tiga gw bakal mencet tombol ini, setelah itu lu bisa mulai Renal, 1,2,3- "


Ckit......


Brak......Brak.....Brak


setelah kehitungan ketiga mobil yang memang sengaja dikontrol lewat tombol oleh orang itu pun berguling guling seolah olah sedang bertabrakan dengan mobil yang lain, sementara untuk Renal ia mengerem mobilnya itu tepat didepan mobil yang sedang berguling guling itu.


mobil yang berguling guling itu secara tidak langsung bertabrakan dengan mobil dan motor yang akan mengejar mobil yang berwarna hitam yang dikemudikan oleh anak buah orang yang memberikan intruksi itu.


Hal itu membuat terowongan itu terjadi kemacetan, setelah melihat itu tanpa berlama lama lagi mobil yang dikendarai Renal meninggalkan terowongan itu.


" bagus teman teman, gimana? Lu udah sampai dilokasi? " ucap orang itu kepada pengemudi mobil mewah tersebut.


" udah, tinggal nunggu mobil yang dibawa dia aja " jawab pengemudi itu sambil melepaskan maskernya dan memakainnya dengan yang baru.


" hmm oke " ucap orang yang memberikan intruksi itu.


tak berapa lama sebuah mobil hitam mendekati mobil mewah berwarna hitam itu, tanpa menunggu lama pengemudi mobil mewah itu membuka pintu belakang mobil hitam tersebut dan didalam mobil itu terdapat seorang wanita paruh baya yang sedang diikat. Pengemudi itu langsung saja membuka ikatan dari wanita itu dan membawanya menuju mobil miliknya.


setelah wanita itu duduk disamping pengemudi, ia langsung saja mengendarai mobilnya untuk meninggalkan tempat itu, dibelakang mobil mewah itu terdapat mobil Renal yang mengikutinya.


" Mission Clear, kerja bagus semuannya " ucap orang yang memberikan intruksi itu saat mereka semua telah berada dirumah kosong yang cukup terawat itu.


saat pengemudi itu akan melangkah untuk keluar dari dalam mobil tangannya malah dicekal oleh wanita paruh baya yang berada disebelahnya, pengemudi itu langsung saja menoleh kearah wanita paruh baya tersebut.


" tunggu! Kamu, kamu Sherina? " ucap wanita itu masih memegang tangan pengemudi itu.


bukannya menjawab pengemudi mobil itu malah membuka topi serta maskernya dan tersenyum kearah wanita paruh baya itu.