
Makan malam telah berakhir 45 menit yang lalu, sekarang mereka sedang berkumpul di ruang keluarga menikmati film yang mereka tonton dan sedikit berbincang bincang.
yah walaupun hanya Seyla, Alaska, dan mamah Rose saja yang menikmati film tersebut, sementara untuk Jevano ia hanya duduk dan fokus pata laptop dan berkas.
" mah, bang Seyla ingin masuk sekolah " ucap Seyla yang membuat atensi semua keluarganya mengarah padanya.
" hmm..... Nanti nunggu kamu sembuh " balas Jevano yang langsung kembali fokus pada berkasnya.
mamah Rose dan Alaska menghembuskan napas lega mengetahui Seyla masih berada di mansion untuk istirahat sedangkan Seyla kedua matanya sudah mulai berkedut menahan kekesalan terhadap ucapa abang pertamanya.
' gw di mansion? Gimana ini maksudnya? Bisa bisa gw jamuran dan mati kebosanan disini deh. Ngga akan gw biarkan ' batin Seyla kesal.
" maksudnya abang gimana? " tanya Seyla dengan senyum yang dipaksakan.
" kamu masih belum abang ijinin untuk sekolah sekitar satu sampai dua minggu mungkin " jawab Jevano santai membuat Seyla membelalakan matanya kaget.
" d-dua min-minggu? " tanya Seyla terbata dan mendapatkan anggukan dari Jevano yang masih fokus ke laptopnya.
" no way! Seyla mau sekolah besok!!! Ayolah bang, aku mau sekolah seperti yang lain! Aku ngga mau di mansion mulu bang " ucap Seyla menolak untuk tidak sekolah.
" dek, lebih enakan dirumah loh. Kamu ngga perlu bangun pagi, kamu juga ngga perlu keluar rumah, dan yang paling penting lagi kamu bisa bebas istirahat kapan saja " ucap Alaska membujuk Seyla yang mendapatkan gelengan dengan keras dari gadis cantik itu.
" ngga! Seyla mau sekolah kaya biasanya! Aku mau ketemu teman teman yang lain bang " ucap Seyla dengan nada kesal.
" ayolah bang, lagian yah aku juga sekolah ditempat yang sama kaya bang Aska, aku juga ngga akan ngelakuin hal kaya dulu lagi, aku ngga akan nakal kok bang. Pleass, Seyla pengen sekolah " bujuk Seyla dengan wajah memelasnya membuat kedua abangnya menatap datar dirinya dan mamah Rose memalingkan wajahnya, karena mamah Rose sudah diperingatkan oleh kedua putranya untuk jangan terbujuk dengan wajah imut dari gadis itu.
" nak ka- "
" pleas mah, bang Seyla ngga akan macam macam kok, Seyla cuman mau sekolah aja, Seyla juga ngga akan kabur kok. Kan mamah sama abang udah janji mau nurutin keinginan Seyla, jadi, ya mamah sama abang ijinin Seyla sekolah yah " ucap Seyla yang mulai berakting dengan memperlihatkan wajah memelas dan sedihnya yang membuat mereka tak tega untuk menolak permintaanya dan mereka juga masih merasa bersalah terhadap Seyla.
" fine abang ijinin, tapi- "
baikalah sementara itu kita beralih ke markas Icarus, di sebuah kamar yang sangat terkhusus berada dilantai tiga terdapat keempat pria tampan siapa lagi kalo bukan keempat inti Icarus. Mereka berempat sedang duduk di sofa yang berada dikamar tersebut dengan sebuah laptop berada dimeja dengan menampilkan sebuah rekaman cctv.
terlihat di rekaman itu ada seorang sisiwi yang masuk kedalam gudang sekolah.
Hansen langsung saja mempercepat rekaman tersebut sampai siswi tersebut keluar dari gudang sekolah.
" apanya yang aneh? " tanya Cakkra dengan kedua mata mengkerut bingung.
" menurut lu yah bang apa yang siswi itu lakukan selama lebih dari satu jam lamanya siswi tersebut berada di gudang sekolah? " bukannya nenjawab pertanyaan Cakkra Hansen malah balik bertanya kepada Cakkra yang membuat Cakkra kesal.
" mungkin dia lagi disuruh bersih bersih kali " jawab Cakkra santai.
" kok gw kesel yah bang, bang Adit silahkan maju untuk menjelaskan " ucap Hansen kesal.
" emang hal kaya gini ngga bakalan pernah nyampe sama otak dia yang cetek cil " ucap Aditiya dengan malas.
Cakkra mendelik tidak terima " sial**n lo " ucapnya sambil melempar kacang ke arah Hansen dan Aditiya.
Aditiya dan Hansen sudah terlanjur menghindar dari lemparan kacang itu sambil tertawa dengan kencang, sementara untuk Alaster hanya diam saja melihat kelakuan ketiga sahabatnya itu.
" sini yah bang gw jelasin ke lu " ucap Hansen yang sudah duduk di depan laptopnya dan disebelahnya ada Cakkra yang sedang menatap sengit Hansen, Alaster langsung saja duduk di single sofa sementara untuk Aditiya ia malah duduk dibawah yang beralaskan karpet bulu sambil menonton Hansen dan Cakkra dengan keripik yang sudah berada ditangannya.
" abang lihatkan siswi itu memasuki gudang masih memakai seragam sekolahnya, tetapi saat siswi itu keluar ia malah memakai atasan yang berbeda, bukan hanya seragamnya aja bang. Tadi abang liatkan dia masuk kedalam gudang yang berdebu itu tanpa membawa sesuatu, nah pas siswi itu keluar dia malah memakai baju yang berbeda mana baju itu bersih lagi " terang Hansen dan diangguki oleh yang lain begitu juga dengan Cakkra yang sekarang mulai paham dimana letak keanehan itu.
" selidiki ini " ucap Alaster singkat.
" oh iya bang, gw mau ngasih rekaman cctv halaman sekolah sama jalanan yang ngga sengaja gw temuin pas lagi iseng " ucap Hansen sambil memainkan aipadnya dan menyerahnya ke hadapan Alaster.
Alaster langsung saja mengambil aipad tersebut, yang lain pun ikut melihat hasil rekaman cctv aipad tersebut.
didalam rekaman tersebut terlihat sebuah mibil sport terparkir dihapaman sekolah Antariksa pada pukul 22.00 malam, kemudian pada rekaman selanjutnya memperlihatkan mobil tersebut mengikuti mobil lain, kedua mobil itu berakhir disebuah rumah mewah bergerbang warna hitam, kedua mobil itu langsung saja memasuki gerbang pada pukul 22.15 malam. Mereka tau betul mobil siapa itu.
keempat inti Icarus masih saja diam, mereka masih berfikir dimana letak keanehan pada rekaman cctv itu.
" selidik semua itu, gw yakin pasti ada sesuatu yang besar akan terjadi " ucap Alaster masih memperhatikan rekaman tersebut.
Sementara itu, di sebuah restoran yang sangat sepi pengunjung terdapat sebuah mobil sport mewah yang baru saja datang dan langsung memarkirkan mobil tersebut ke parkiran restorant. Selang beberapa menit keluar seorang perempuan dengan memakai topi dan masker berwarna hitam, ia langsung saja memasuki mobil sport itu.
mobil sport tersebut mulai meninggalkan restorant itu dan berhenti didepan sebuah rumah kecil yang cukup terawat.
" mana? " ucap seseorang yang mengemudikan mobil sport itu dan memberikan tas kecil yang berwarna hitam.
perempuan yang memakai topi tersebut langsung saja melepaskan topi hitamnya, ia merogoh saku celananya mengambil tiga tanda pengenal dan memberikannya kepada orang tersebut.
" sip bagus, nih, nanti satu jam lagi gw kesini " ucap orang tersebut sambil menaruh ketiga tanda pengenal tersebut ke jaketnya.
perempuan itu hanya menganggukan kepalannya, ia langsung saja keluar dari mobil sport tersebut dengan membawa tas kecil berwarna hitam yang diberikan orang tersebut, kemudian ia langsung saja memasuki rumah itu dan mobil sport tersebut pun melaju pergi meninggalkan rumah itu.