
Satu bulan kemudian.....
Mamah Rose menatap sendu anaknya yang terbaring lemah diranjang rumah sakit semenjak 1 bulan yang lalu.
mamah Rose menghela nafas pelan, kemudian membersihkan badan anaknya dengan kain yang sudah dibasahi.
" apa disana terlalu indah sampe ngga mau bangun sayang? Sebenci itukah kamu sama kami? Mamah minta maaf.... Mamah pengen perbaikin semuanya "
" apa Seyla ngga kangen sama mamah, sama abang, dan juga teman teman kamu yang lain "
" mereka tiap hari kesini jengukin kamu, masa Seyla ngga mau buka mata buat ngeliat mereka "
" hehehe Seyla ngga sopan banget deh, masa mereka udah jengukin kamu tapi kamunya malah tidur mulu. Apalagi sama kedua sahabat kamu nak, mereka tiap hari kesini bahkan sampai ngga mau pulang sayang, demi nungguin kamu bangun, tega kamu yah nak "
semenjak Seyla koma kehidupan keluarga Adhitama menjadi suram, mereka bergantian menjaga Seyla dirumah sakit. Untuk Alaster dan kedua sahabat Seyla selama ia koma mereka seakan akan tidak memiliki semangat untuk melakukan apapun, mereka sering kali menjenguk Seyla dan berakhir menginap diruangan Seyla. Iya, sejak seminggu Seyla berada diruang ICU, ia dipindahkan ke ruangan VVIP tentu saja oleh Jevano dan dibantu dengan Alaster yang disetujui oleh Marvel ( kakak kebarnya Alaster ) dengan syarat Seyla harus selalu ia pantau dan tidak boleh ada yang melakukan hal berbahaya yang mengancam Seyla.
hari pun sudah menjelang sore, pintu ruangan terbuka dan nampaklah Jevano dengan baju kantornya dan Alaska dengan seragam sekolahnya. Mereka berjalan masuk dan menghampiri mamah Rose yang berada disamping ranjang Seyla, mereka pun langsung saja menyalami mamah Rose.
" bagaimana mah, apakah ada kemajuan " tanya Jevano yang hanya dibalas gelengan dari mamah Rose. Untuk Alaska, setelah salaman ia sudah duduk di sofa panjang yang berada diruangan Seyla dan melihat adiknya yang terbaring lemah dengan tatapan sendu.
mereka pun sama sama menghela nafas lelah, Jevano langsung menghampiri Seyla yang sedang tertidur.
" dekk bang jevan dateng nih...... Kok kamu malah tidur sih de mana nyenyak banget tidurnya..... Kamu ngga kangen abang? Abang udah ada disini loh, ayuk bangun yah.... Abang janji nanti kalo kamu bangun kita jalan jalan deh kaya dulu. Katanya kamu mau naik bianglala yang tinggi sama mamah dan abang. Abang bakalan turutin keinginan kamu asal Seyla bangun yah? Abang minta maaf, sekarang abang pengen ngejalanin tugas abang sebagai kakaknya Seyla. Jadi kamu bangun yah adeknya abang yang cantik " ucap Jevano pilu dengan mata berkaca kaca, ia mengusap pipi Seyla yang kurus, saat dulu pipi itu sangat chuby.
mamah Rose pun tak kuasa menahan tangisnya melihat kondisi anak anaknya sekarang. Ia terus menyalahkan dirinya sendiri, seandainya dulu ia juga mengajak Seyla untuk pergi bersamanya, seandainya ia langsung menjemput Seyla, dan seandainya ia tidak langsung terlalu terpuruk dengan keadaan dan melupakan Seyla, mungkin saja ini tidak akan terjadi dan mereka bisa hidup bahagia bersama.
tapi nasi sudah menjadi bubur, dia tidak bisa mengulang waktu ia hanyalah manusia biasa, ia masih beruntung karena diberikan kesempatan dengan menemukan Seyla dan menebus dosa dosanya dimasa lalu.
15 menit kemudian....
" hay hay apa kabar ketosss, orang ganteng mau masuk nih.... Anda kangen saya kah? " ucap remaja yang baru masuk dan langsung duduk di sofa panjang samping Alaska. Alaska hanya mendengus malas dengan kedatangan remaja itu.
" woy Cak, emang ngga ada ahklak lu yah. Permisi dulu kek, berasa kaya rumah lu aja " jengah Aditiya yang juga mulai masuk keruangan diikuti Alaster dan Sherina.
" woyyy gemoy!! Gw duluan yang masuk lu bisa minggir ngga sih! " ucap Laila sambil mendorong badan Hanse.
" eh mak lampir! Gw duluan yah yang masuk, yang ada lu yang minggir " ucap Hansen yang juga mendorong tubuh Laila.
yah, sekarang mereka sedang berada di ambang pintu ruangan dan berebutan siapa yang akan masuk duluan, dikarenakan mereka sama sama berada di lobang masuk pintu ruangan yang sangat kecil itu. Mereka saling dorong mendorong tidak ada yang mau mengalah, padahal kan tinggal dua langkah lagi mereka bisa masuk ruangan.
" udah kan beres, sekarang lu berdua duduk anteng sana " ucap Aditiya yang langsung saja duduk di sofa.
Laila dan Hansen hanya saling tatap menatap dengan sinis tidak ada yang mau mengalah, sampai Sherina langsung bertindak dengan menarik tangan Laila untuk duduk di sampingnya.
Jevano dan mamah Rose hanya menggelengkan kepala dan tersenyum, mereka memaklumi sifat dan karakteristik teman Seyla itu. Untuk Alaska ia hanya memijat keningnya yang merasa pusing dengan kelakuan mereka yang tiap hari ngga ada habisnya itu.
suasana ruangan pun berubah menjadi ramai dengan celotehan Cakkra dan Aditiya yang dengan sengaja membuat ketos mereka yaitu Alaska menjadi kesal. Dan juga diramaikan oleh pertengkaran rumah tangga yang dilakukan oleh Laila dan Hansen.
sementara itu Alaster, ia tidak peduli dengan kelakuan yang dilakukan teman temannya itu. Ia hanya memandang wajah pucat Seyla yang sedang tertidur dengan tatapan rindu, ia pun mengusap kepala Seyla dengan lembut. Saat menyentuh Seyla, ia seperti merasakan adanya gerakan dari tubuh gadisnya itu, Ia pun melihat tangan Seyla yang menggerakan jarinya dan tak lama.
" Eughhhh "
yang tadinya ribut, dengan kompaknya mereka terdiam mendengar suara, tatapan mereka pun tertuju pada ranjang Seyla, dan betapa senangnya mereka melihat mata Seyla yang terbuka.
" k-ka as-aster " ucap Seyla terbata.
" iya ini aku baby " jawab Alaster.
" guys... Seyla udah bangunnnnnn!! " ucap Sherina heboh dan langsung saja berlari menuju ranjang Seyla dan dikuti Laila.
mendengar suara Sherina, yang lainya pun langsung saja mengikuti mereka berdua dan langsung mengerubungi ranjang Seyla.
" abang panggilin dokter dulu " ucap Jevano bersemangat dan keluar dari ruangan untuk memanggil dokter. Saking semangatnya ia samapai melupakan bahwa disamping ranjang terdapat tombol khusus untuk memanggil dokter.
sedangkan untuk Seyla, ia secara perlahan membuka matanya dengan benar untuk menatap orang yang berada disana. Tetapi, saat ia melihat mamah Rose ia menatap dengan ekspresi bingung.
" akhirnya lu bangun juga Laaaa, lenyang ngga tuh lu tidur samapai 1 bulan lebih lamanya. Lu jahat La masa lu tidur ngga ngajak ngajak kita sih, jujur gw pengen bareng sama lu, tapi gw ngga mau loncat dari lantai 2 sih hehe " canda Sherina dengan mengeluarkan air matanya tapi ia langsung saja mendapatkan hadiah jitakan dari Laila dengan cinta.
" kamu butuh sesuatu? " tanya Alaster sambil mengusap kepala Seyla.
" a-airr " ucap Seyla yang langsung diberikan minum oleh Laila.
" ada yang sakit nak " tanya mamah Rose dengan mata berkaca kaca.
" d-dia siapa? Nama gw siapa? " tanya Seyla serak sambil menunjuk mamah Rose dan dirinya dengan mata yang belum terbuka sempurna.
" apa maksud lu "