SEYLA DIANDRA

SEYLA DIANDRA
BAB 36



" bang**t " teriak Sherina sambil membanting ipad Seyla yang tidak bersalah itu.


" hap dapat " Laila langsung saja menangkap ipad tersebut agar tidak jatuh kebawah dan rusak.


Seyla yang melihat itu langsung saja membulatkan matanya syok, untung saja ipadnya telah diselamatkan oleh Laila kalo tidak bisa diamuk dia sama abangnya.


Sherina menghela napas panjang untuk menetralkan amarahnya yang bergejolak.


" jadi, lu dapet rekaman itu dimana? " tanya Sherina setelah berhasil menenangkan amarahnya.


" itu rekaman CCTV jalanan dan hotel yang ngga sengaja gw pantau, saat itu gw lagi ngikutin pergerakan mantan asisten titisan daj**l itu, eh gw malah nemuin hal kaya begituan " ucap Seyla santai sambil mengetik sesuatu di keyboard laptopnya.


dalam rekaman itu terlihat sebuah mobil hitam terparkir dipinggir jalanan yang lumayan sepi yang disamping jalanan tersebut hanya ada pohon pohon tinggi saja yang numbuh secara liar, saat berpindah ke rekaman lain mobil warna hitam tersebut mengikuti sebuah mobil sport yang berwarna merah dan berakhir berhenti disebuah hotel mewah. Kemudian di rekaman selanjutnya terdapat seorang pria paruh baya dengan seorang perempuan paruh baya dengan pakaian yang glamor memasuki hotel mewah tersebut dan memesan sebuah kamar. Pada pukul 22.42 lelaki paruh baya tersebut keluar dari hotel dengan wajah berseri seri dengan membawa sebuah tas.


mereka berdua tau siapa pria paruh baya tersebut, yang ternyata adalah tuan Leo ayah kandung dari Sherina. Sherina sebenarnya sudah tau apa yang sedang dilakukan oleh ayahnya itu dengan beberapa kejanggalan yang ia temui di ruang kerja ayahnya.


ruangan kamar mendadak hening saat mereka sudah melihat rekaman CCTV tersebut. Sherina yang sedang menahan amarahnya yang bergejolak, Laila yang sedang memikirkan letak keanehan dari video tersebut, dan Seyla yang sedang melakukan sesuatu di laptopnya.


ting


ting


tiba tiba saja suara notifikasi dari ponsel Sherina dan Laila berbunyi membuat lamunan mereka buyar. Saat mereka berdua ingin mengecek, hal itu malah dihentikan oleh Seyla.


" nih Na tangkap! " ucap Seyla sambil melemparkan sebuah charger hp dan flashdick kearah Sherina.


dengan reflek yang bagus Sherina berhasil menangkap kedua benda tersebut.


" jangan dibuka sekarang, sebaiknya kita kebawah dulu, kalian ijin aja nginep disini setelah itu kita bikin rencana buat ngebales mereka " ucap Seyla sambil mematikan laptopnya dan berjalan kearah lemari pakaiannya.


Seyla langsung saja mengambi satu set baju dan melemparkan baju tersebut ke arah Laila, tanpa banyak bertanya lagi Laila langsung saja memasuki kamar mandi untuk membersihkan badanya dan berganti pakaian.


selang beberapa menit Laila keluar dari kamar mandi, ia sudah berganti pakaian dengan punya Seyla setelah itu ia memasukan seragamnya ke tas sekolah yang ia bawa.


" udahkan? Kuy lah kita kebawah " ucap Seyla sambil menggandeng tangan Sherina dan dibalas anggukan oleh mereka berdua.


Seyla dan kedua sahabatnya telah kembali keruang tamu yang telah bertransformasi menjadi ruang makan oleh Alaska, kedua sahabatnya, dan para inti Icarus. Hal itu sudah disetujui oleh yang punya rumah, jadi ngga ada yang bisa ngelarang ataupun memperingatkannya.


Seyla duduk disebelah Alaster, hal itu diikuti oleh Sherina yang menampilkan wajah marahnya dan Laila dengan wajah santainya sambil membuka laptop dan menancapkan flashdick Seyla ke laptop miliknya yang tergeletak tak berdaya di meja bersama beberapa cemilan disebalahnya.


Alaska dan para inti Icarus yang melihat wajah Sherina yang tadinya ceria sekang malah terlihat murung hanya diam saja, mereka tak berani berkomentar takutnya salah salah mereka yang akan disemprot oleh suara kaleng rombengnya Sherina.


Waktu berlalu dengan cepat sekarang hari sudah sore dan jam telah menunjukan puku 17.00 sore, para inti Icarus pun langsung saja pamit untuk kembali ke rumah masing masing kecuali dengan kedua sahabat Seyla yang akan menginap di mansion Adhitama. Hal itu langsunh saja mendapatkan persetujuan dari mamah Rosen dan Jevano, mereka beralasan karena ingin menemani Seyla yang sedang bosan dan memberikan materi pelajaran yang harus Seyla kejar.


setelah para inti Icarus pulang mereka bertiga langsung saja pamit kepada mamah Rose dan berlalu pergi ke kamar Seyla untuk membersihkan tubuh mereka yang sudah bau karena keringatan.


Disebuah rumah minimalis yang terkesan sangat mewah terdapat 4 remaja yang sedang berkumpul. Keempat remaja itu kini sedang berkumpul disuatu ruangan yang sepertinya adalah ruang tamu.


" bagaimana persiapannya? " ucap Alaster kepada ketiga remaja lain yang ternyata adalah ketiga inti Icarus.


yah saat ini mereka berada di rumah pribadi milik Aditiya, mereka sedang membuat rencana untuk menyusup ke dalam SMA Antariksa salah satu sekolah elit milik keluarga Baskara yang saat ini sedang bermasalah. Hansen yang sibuk dengan laptopnya pun langsung saja mengambil tas yang berada disebelahnya.


" gw sama bang Adit udah nyiapin beberapa kamera dan sudah memantau kegiatan para penghuni sekolah Antariksa, bang Adit juga udah buat sekenario biar kita bisa dengan mudah menyusup ke SMA Antariksa bang " ucap Hansen sambil mematikan laptopnya.


" baiklah, kita berangkat sekarang " ucap Alaster sambil berlalu pergi dari rumah Aditiya dan diikuti oleh mereka bertiga.


seperti yang tadi sudah mereka rencanakan, saat ini mereka akan memulai menjalankan rencana mereka, malam ini mereka akan memasang CCTV diarea sekolah SMA Antariksa secara diam diam.


saat ini mereka sudah berada dibelakang tembok sekolah, satu persatu dari mereka memanjat tembok dengan mudah karena tidak ada satpam satu pun yang berjaga hal itu dibuat oleh ulahnya Aditiya. Kenapa mereka ngga langsung lewat gerbang saja? Yah suka suka mereka lah biar lebih menantang dari pada lewat gerbang.


Alaster, Aditiya, Cakkra, dan Hansen sudah memasuki area sekolah Antariksa. Mereka langsung membagi tim menjadi dua, Alaster dengan Cakkra sedangkan Aditiya dengan Hansen.


dengan cekatan mereka memulai memasangkan cctv berukuran kecil di beberapa tempat yang tidak terlihat. Mereka memasangkan cctv tersebut mulai dari area kantin, beberapa ruangan kelas, perpustakaan, gudang sekolah, gudang peralatan olahraga, bahkan mereka memasangkan cctv tersebut di ruang guru, ruang kepala sekolah, maupun didalam toilet siswa ( hanya didalam toilet siswa yah toilet sisiwi mah ngga ).


saat sudah selesai memasangkan cctv, mereka langsung saja menuju belakang sekolah yang tadi mereka lewati buat masuk. Satu persatu dari mereka pun langsung saja meloncat dari tembok tersebut dan.


hap


suara terakhir Alaster mendaratkan kakinya diluar sekolah.


" ayok kita cabut " ucap Alaster mengintrupsi anggotanya meninggalkan sekolah menuju rumah Aditiya.


sesampai di rumah Aditiya, mereka semua langsung saja menuju ruang tamu dan duduk di sofa, Hansen langsung saja mengecek hasil kerja mereka tadi.


beberapa lokasi yang dipasangkan cctv terlihat dilayar monitor laptop Hansen.


" ok bos, sudah dalam kendali " ucap Hansen setelah memastikan perangkat buatannya berhasil terpasang dengan baik.


Alaster hanya mengangguk dan meminum jus jeruk yang sudah Aditiya siapkan.


" gw cabut, kalian juga bisa istirahat " kata Alaster dingin.


lelaki tampan itu pun meninggalkan rumah Aditiya, dan diikuti oleh Hansen dan Cakkra.


karena sudah malam Alaster memilih pulang ke apartemen miliknya agar tidak mengganggu keluarganya di mansion.


sementara itu dilain tempat da waktu disebuah kamar yang bernuansa white-blue terdapat ketiga remaja perempuan yang sedang duduk di sofa yang berada dikamar tersebut dengan sebuah laptop yang berada dipangkuan salah satu dari mereka, dan sebuah aipad yang berada di tangan salah satu dari mereka juga. Tentu saja ketiga remaja perempuan itu siapa lagi kalo bukan Seyla, Sherina, dan Laila, mereka bertiga sedang mendiskusikan sesuatu yang sepertinya sangat penting, itu terbukti dengan atsmosfir yang berada di dalam ruangan tersebut yang sangat mencengkam.


" jadi bisa kalian jelasin apa maksud dari rekaman cctv ini "