
Alaster yang melihat Seyla diboncengi oleh seseorang merasa sangat kesal apalagi orang tersebut berperawakan seperti seorang pria, ia mengepalkan kedua tangannya kesal sampai kukunya memutih. Ya gimana ngga kesal, orang tersebut dengan sengaja memberikan Seyla helm dan memakaikannya.
Alaster dengan perasaan sangat kesal pun mengikuti laju motor sport berwarna biru itu yang dibelakangnya terdapat Seyla.
Seyla memang tidak benar benar memeluk pinggang orang itu, tapi itu tetap saja membuat Alaster rasanya ingin sekali ia mematahkan pinggang orang itu, siapa sih sebebarnya orang itu? Alaska juga bukan batinnya merasa bingung.
Aditiya, Cakkra, dan Hansen sedang melajukan motor mereka mengikuti Alaster, melihat Alaster melewati mereka dengan terburu buru dan begitu saja membuat mereka heran, apakah teman mereka itu tidak melihat mereka?.
dengan meninggalkan berbagai macam pertanyaan dibenak mereka, akhirnya tanpa bertanya lagi mereka mengikuti laju motor Alaster dari belakang.
...****************...
Sebuah motor sport berwarna biru berhenti didepan sebuah rumah yang cukup mewah dengan pagar berwarna hitam, terlihat dua orang manusia yang salah satunya menggenggam sebuah aipad, mereka berdua sedang mengintai rumah tersebut, posisi mereka saat ini tidak terlalu dekat dari rumah itu supaya mereka berdua tidak dicurigai oleh seseorang.
" ini beneran kita mau masuk kesana? Apa bener Sherina diculik dan disekap disana? " tanya orang berjaket hitam tersebut yang ternyata adala Laila.
yaps, yang berpakaian hitam hitam itu adalah Laila, gadis itu memang sengaja bercosplay layaknya seorang pria agar memudahkan rencana mereka.
dalam rencana mereka bertiga, Seyla dan juga Laila akan memasuki rumah tersebut dengan Laila yang berubah menjadi seorang pria dan tentu saja Seyla sebagai pasangannya.
mereka berdua tahu bahwa Sherina akan disekap dan dijual dirumah itu, makannya dengan berusaha keras mereka memeras seluruh ide diotak kecil mereka yang cemerlang itu agar Sherina bisa terlepas dari penculikan itu.
nah sesuai rencana, disinilah mereka berdua berada didepan rumah mewah yang pada umumnya, depannya sih rumah tapi tidak dengan dalamnya yang sebenarnya adalah sebuah bar tersembunyi yang membuat aparat negara susah untuk melacak mereka. Bukan hanya bar tersembunyi saja, disana juga ada perdagangan manusia khususnya perempuan, prostitusi, dan juga pengendaran narkoba.
kebanyak dari pengunjung bar tersebut adalah untuk mencari gadis yang masih virgi, salah satunya adalah siswi dari SMA Antariksa yang sempat diselidiki oleh anggota inti Icarus, para siswi smk Antariksa itu dijual sebagai pemuas nafsu para hidung belang.
" terus gimana caranya kita masuk kedalam? Kayanya kalo kita mau masuk kedalam sana harus punya karu VIP deh? " ucap Laila.
" ya itu benar sih, makannya kan gw udah suruh lu berdua buat kartu itu secara ilegal, jadi lu bawa kan kartunya? " tanya Seyla.
" iya gw bawa, nih lu suruh bikin 3 kartu kan? Dua buat identitas perempuan dan satu buat laki laki " jawab Laila sambil memberikan tiga buah kartu berwarna hitam.
" bagus, ayok ki- "
tin tin tin
" ka Aster? "
ucapan Seyla terpotong dengan bunyi klason motor, saat kedua gadis itu menengok! Mereka berdua malah dibuat kaget dengan datangnya Alaster dan ketiga inti Icarus yang lain.
" kamu mau masuk kesana? " tanya Alaster dingin.
" kenapa kalian bisa ada disini? " bukannya menjawab pertanyaan Alaster, Seyla malah bertanya balik perihal kedatangan mereka berempat.
" aku nyusul kamu " jawab Alaster sambil melirik kearah Laila.
" dia siapa La? " tanya Hansen yang merasa asing dengan orang yang berada disebelah Seyla.
" kenalin, gw samsul anak kampung sebelah " ucap Laila nyeleneh.
Hansen hanya manggut manggut saja dan tak lama kemudian " he? Hehhhh, lu mak lampir? " tanya Hansen terkejut.
" gile beda banget lu, sampe pangling gw " ucap Cakkra terkejut.
" kalo kamu mau masuk kedalam, kamu harus sama aku " ucap Alaster.
" ngga perlu ka, aku bisa masuk sama Laila kok, lagian dia juga udah bercosplay jadi cowok tulen kok kak " tolak Seyla.
" aku cuman memberitahu ke kamu doang, aku ngga minta persetujuan dari kamu baby... " ucap Alaster sambil mencubit pipi Seyla membuat gadis itu yang mendengarnya jadi kesal.
Laila yang tahu akan ada perubahan rencana tersebut, entah kenapa sekarang ia sangat kesal sekali.
" gimana kalo kita masuknya bareng aja? " timpal Aditiya memberikan usul.
" bener banget tuh, kalo banyakan akan lebih aman " timpal Cakkra dan diangguki oleh Hansen.
" gw ngikut aja " jawab Laila malas.
" jangan gegabah kalo kamu datang ketempat seperti ini " kata Alaster membelai kepala Seyla.
" lagipula kita juga punya misi disini La " ucap Aditiya membuat Seyla dan Laila sedikit tersentak kaget.
' misi? ' batin Seyla.
Seyla menimbang nimbang apakah ia akan masuk bersama atau tidak, tapi sayangnya perkataan Aditiya ada benarnya juga sih, lagipula ia harus segera menyelamatka Sherina dan satu hal yang penting dia harus mendapatkan beberapa bukti dari wanita itu.
" oke baiklah " jawab Seyla akhirnya.
" sekarang coba kamu jelaskan apa yang kalian lakukan disini? " tanya Alaster lembut kepada Seyla.
" kalian berdua harus jelasin apa tujuan kalian berdua dateng kesini, agar kita semua ngerti tujuan kita mau apa kedalam sana " ucap Aditiya.
Seyla menatap Laila meminta persetujuan darinya, gadis yang ditatap itu menganggukan kepalanya.
" baiklah, sepertinya kalian memiliki misi yang sangat penting disini, gw juga sama seperti kalian dan sepertinya misi kita sedikit mirip, jadi bener kata kalian ngga ada salahnya kalo kita bergabung " jawab Seyla.
" kalian semua pasti tau kan ada apa didalam sana? " tanya Seyla " malam ini gw mau nyelametin Sherina yang ada didalam sana " lanjut Seyla.
" maksud lu, apa Sherina juga diculik oleh mereka? " tanya Aditiya terkejut dan dibalas anggukan kepala oleh Seyla.
" jadi selama ini kalian bertiga berkeliaran dirumah kosong yang ada dihutan itu, karena kalian bertiga tau bahwa Sherina akan diculik dan dibawa ketempat ini? Dan cctv yang berada dipohon yang ada dihutan itu juga dipasang oleh kalian? " tanya Aditiya pada Seyla dan Laila.
degh.....
Sherina tidak mengira bahwa pergerakannya memasang cctv diketahui oleh Alaster dan ketiga inti Icarus, pantes saja gadis itu sempat bingung kenapa ia sempat tidak bisa mengakses cctv miliknya.
" oke, sekarang rencana lu bagaimana? " tanya Hansen pada Seyla karena Hansen ahli dalam strategi, tentu ia harus tau tentang rencana yang akan dibuat oleh Seyla sudah matang atau belum.
" sebenarnya gw ngga yakin sih, tapi lu bisa nilai sendiri rencana gw " ucap Seyla.
Seyla pun menjelaskan rencana miliknya, Hansen dan inti Icarus yang lainnya hanya manggut manggut sambil menilai rencana yang Seyla buat.
Hansen tidak menyangka bahwa rencana yang Seyla buat sudah sangat matang kalau saja mereka tidak datang dan juga sepertinya gadis itu sudah menyelediki tempat ini, jadi ia hanya perlu merubah sedikit rencana tersebut.
" oke fokus kita kali ini adalah untuk menyelamatkan Sherina, jangan ada yang membuat keributan dan kekacawan, kalau kita ketahuan bisa gagal nanti rencana kita membumi hanguskan tempat ini " ucap Seyla mewanti wanti.