SEYLA DIANDRA

SEYLA DIANDRA
BAB 51



" ka, bang Jevan kemana ya? " tanya Seyla kepada kepala pelayan yang berada dimansion ini yang merupakan seorang pria yang cukup muda berumur 25 tahunan.


" tuan sedang berada dikantornya nona " jawab kepala pelayan itu.


" owh, aku kira bang Jevan libur " ucap Seyla sambil menompangkan dagunya bosan.


kepala pelayan yang melihat Seyla bosan pun merasa kasihan dengan nona majikannya " nona ingin memakan sesuatu? Saya bisa buatkan khusus untuk nona " ucap kepala pelayan.


" hmmm, tolong buatkan Seyla jus alpukat sama nugget ya ka, nanti kalo udah tolong dibawa keruang tv ya kak " ucap Seyla.


" baik akan saya buatkan nona " ucap kepala pelayan yang kemudian pamit untuk kedapur.


Seyla pun berjalan kearah ruang tv, duduk disana sambil menyalakan tv yang berukuran besar itu dengan sesekali ia membuka ponselnya dan menscrol sosial media miliknya.


saat Seyla sedang sibuk oleh ponselnya, tiba tiba saja ia dikejutkan oleh kepala pelayan yang membawa makanan " nona ini minuman serta makanannya " ucap kepala pelayan itu sambil meletakan pesananya diatas meja.


" makasih ka " ucap Seyla tersenyum kepada kepala pelayan itu.


" sama sama nona, ada yang bisa saya bantu lagi nona? " tanya kepala pelayan itu.


" ngga ada kak, ini aja " ucap Seyla sambil mencomot nugget yang berada diatas meja.


" baiklah, kalo begitu saya permisi kebelakang dulu nona " ucap kepala pelayan itu dan diangguki oleh Seyla.


Seyla pun melanjutkan acara menonton dan memainkan ponselnya dengan ditemani oleh jus dan nuggetnya.


ketika sedang asik bermain ponsel, tiba tiba saja rambut Seyla diacak acak siapa lagi kalo bukan abangnya.


" ABANG!!! Rambut gw berantakan ihhhh " marah Seyla sambil merapihkan kembali rambutnya.


" hehehe, maaf maaf, lagian lucu sih kalo abang liat muka kamu kaya gitu dek " ucap abangnya Seyla siapa lagi kalo bukan Alaska yang suka banget berdebat dan jail dengan Seyla.


" bang, mau aku lempar pake gelas apa piring hmm? " tanya Seyla sambil memegang gelas dengan tersenyum mengerikan dimata Alaska membuat pria itu bergidik ngeri melihatnya.


" pisss jangan dong, ntar kalo kamu lempar gelas itu muka abang yang ganteng ini bakalan luka " ucap Alaska yang duduk dusebelah Seyla sambil memberiman dua jarinya yang membentuk huruf V.


" halah ganteng dari mananya bang, muka kaya kembaran gajah gitu geh bangga " ucap Seyla dengan senyum meledek.


Alaska yang diledek adik ya itu pun merasa kesal sendiri, pria tampan itu langsung saja mencubit kedua pipi Seyla yang mulai berisi itu dengan penuh dendam.


" aw....aw....aw.... Abang lepasin tangannya, akhhh, abang sakit pipi aku udah merah ini " ucap Seyla dengan berusaha melepaskan tangan Alaska dari pipinya.


" abang punya dendam tah sama aku? Kita bye one lah yuk lapangan gede bang " ucap Seyla berapi api setelah pipinya terlepas dari tangan Alaska.


" abang gemes sih sama kamu, rasanya abang mau masukin kamu kekarung trus karungnya abang lempar ketengah tengah sungai amazone " ucap Alaska dengan tersenyum membuat Seyla merinding dan menjauhkan diri dari abangnya, Alaska hanya tertawa saja melihat sikap was was dari adiknya.


" jauh jauh sana bang, kita musuhan " ucap Seyla dengan wajah kesal dan masih menjaga jarak dari Alaska membuat abangnya itu malah tertawa dengan kencang.


" hah?! " kaget Jevano yang baru saja masuk kedalam Dan sempat mendengarkan ucapan Seyla.


...****************...


saat ini Sherina sedang berada dihalte bus, karena hari ini adalah hari yang nenurutnya sangat sial sekali. Kenapa sial? Yang pertama, saat ia sedang mengendarai motor tepat dipertengahan jalan menuju sekolahnya tiba tiba saja kedua ban motornya pecah dan meledak, hal itu membuat Sherina hampir saja menabrak trotoan. Kenapa tidak menelefon Laila? Yah itu adalah opsi kedua, Sherina sudah menelefon Laila bahkan dia juga sempat menelefon Seyla. Tapi hasilnya sungguh membuat Sherina ngelus dada, iya ngelus dada karena secara bersamaan ponsel milik mereka berdua tidak aktif hal itu membuat Sherina kesal setengah mati dengan kedua sahabatnya itu.


" ck, emang dasar dua titisan da**al, bisa bisanya giliran gw butuh bantuan bisa bisanya mereka kompak gini " ucap Sherina kesal.


" haduhhh mana hari ini upacara lagi, otw dihukum sama anak osis dah gw, mana si pinky bisa bisanya pas banget mogoknya hari ini. Huaaaaa sial banget gw hari ini, ya tuhan ku tolonglah berikan hamba kemudahan dengan mendatangkan seorang cogan yang siap dan bersedia mengantarkan hamba " gumam Sherina melangsa.


saat Sherina sedang asik mengadukan nasibnya, tiba tiba saja datang dua buah mobil berwarna hitam. Sherina langsung saja merasa gelisah dengan datangnya dua mobil mewah, ia pun langsung saja bersiap siaga dengan kuda kudanya.


saat Seyla sedang siaga, keluarlah lima orang berjas hitam dengan tubuh besar dan berotot dari dalam mobil.


' perasaan gw mintanya cogan deh? Ini kenapa yang dateng malah om om dah, mana badanya gede gede semua lagi. Kabur ngga ya? Kabur aja deh karena gw bakalan kalah lawan mereka berlima ' ucap Sherina dalam hati.


" bawa dia " perintah salah satu orang ber jas itu yang sepertinya ketua mereka.


" wet wet, tunggu dulu bentar napa om, om ini main asal tangkep aja, om kenal tah sama saya? Main asal tangkap aja, saya tuh ngga kenal tau yah sama om " ucap Sherina sambil merentangkan kedua tangannya menyuruh keempat pria berjas yang akan mendekatinya untuk berhenti dan menjaga jarak dengannya.


mereka beempat pun tak menghiraukan perkataan Sherina dan terjadilah aksi baku hantam, antara keempat pria berjas dan seorang gadis mungil dengan wajah tengilnya dan tentu saja perkelahian tersebut dimenangkan oleh kubu pria berjas itu. Tenang saja walaupun pemenangnya adalah kubu pria berjas, tapi kalian jangan remehkan kekuatan dari gadis itu yang sudah menumbangkan tiga orang, yah walaupun wajahnya telah tercetak lebam disana sini sih tapi masih tetap cantik dan ok kok.


" ngga gitu juga konsepnya! " teriak Sherina.


" kenapa kamu? " tanya ketua pria berjas itu yang sudah berhasil mengikat kedua tangan Sherina dibelakang.


" ngga om, om tolonglah lepasin saya, kita itu ngga saling kenal loh om, kenapa saya dibeginikan om..... " ucap Sherina merengek sambil sesekali memberontak yah walaupun tenaganya sudah terkuras karena perkelahian tadi sih.


melihat Sherina yang terus memberontak orang berjas itu mendecih kesal dengan Sherina, tak lama kemudian salah satu orang berjas itu membekap mulut Sherina dengan sapu tangan yang sudah terdapat obat tidurnya.


Sherina terus memberontak, tak berselang lama kesadarnya sudah menipis dan akhirnya gadis itu pingsan juga.


" lapor tuan, perintah anda sudah kami selesaikan " ucap orang berjas itu menghubungi seseorang yang diyakini sebagai bosnya saat sudah menaruh Sherina yang sudah pingsan kedalam salah satu mobil.


" bagus, bawa dia ketempat tadi " ucap seseorang dibalik telefone itu.


" baik tuan " ucap orang berjas.


tak lama kemudian sambungan telefon terputus secara sepihak.


" kita bawa dia ketempat tadi " ucap ketua pria berjas itu kepada anak buahnya.


" baik " ucap anak buahnya secara serempak.