SEYLA DIANDRA

SEYLA DIANDRA
BAB 55



Seketika saja Sherina menghentikan langkah kakinya yang sedang berjalan dikoridor itu secara mendadak, gadis itu mendengar adanya suara langkah kaki yang ramai, segera saja Sherina bersembunyi di sebuah ruangan yang kebetulan pintunya sedang terbuka.


semakin lama langkah kaki tersebut semakin terdengar jelas dan tak lama kemudian terlihatlah tiga orang pria memakai jas hitam sedang berjalan kearah ruangan yang terdapat Sherina yang sedang sembunyi, gadis itu pun langsung saja bersembunyi dengan cara berkamuflase menjadi tembok yang berada dibelakang pintu yang terbuka itu.


ketiga lelaki tersebut terus berjalan dengan melewati ruangan tempat Sherina bersembunyi itu, ketiga pria tersebut berbelok dan tanpa menunggu lama lagi Sherina mengikuti ketiga pria tersebut dengan cara mengendap ngendap.


ketiga pria itu berhenti dan memasuki sebuah ruangan, setelah ketiga pria tersebut menghilang dari balik pintu Sherina langsung saja berjalan dan menatap pintu yang tak ditutup dengan rapat itu.


Sherina tersenyum dengan sumringah, ia pun menggeser posisinya sehingga agak menyingkir dari pintu, gadis itu pun membuka sedikit pintu tersebut secara perlahan agar ia dapat bisa mengintip secara leluasa.


' bingo ' gumam Sherina.


" baiklah, sekarang gimana caranya gw ngelumpuhin mereka berlima? " lanjutnya saat Sherina telah menghitung beberapa penjaga yang berada diruangan itu yang ternyata adalah ruangan cctv tempat mereka memantau keadaan bar tersembunyi itu.


" ahah! Gw punya ide " ucap Sherina setelah gadis itu berfikir dengan keras.


gadis itu merogoh kantung celana trainningnya yang tertutup oleh rok panjang miliknya, Sherina mengambil flasdick yang berada dikantung celananya dan membuka bagian tengan dari flashdick tersebut dengan cara menggesernya kebawah, saat ia menggesernya terlihatlah ada tujuh buah jarum yang berukuran sangat kecil dan diujung jarum tersebut berwarna hitam, warna hitam yang berada diujung jarum tersebut adalah sebuah racun pelumpuh yang gunanya untuk membius seseorang yang tertusuk jarum tersebut hingga enam jam lamanya.


dengan sangat hati hati Sherina mengambil jarum tersebut dengan cara memegang ujung jarum yang tidak berwarna itu dan melemparkannya kesalah satu penjaga yang sedang berdiri membelakanginya, dengan tersenyum bangga Sherina telah berhasil melemparkan jarum itu tepat keleher penjaga itu hingga terjatuh dan tertidur.


Bruk....


teman penjaga yang berada disebahnya pun merasa terkejut saat melihat rekannya jatuh dan pingsan, Sherina mengambil kesempatan itu dengan cara melemparkan lagi jarum beracun itu kekedua penjaga yang terkejut tersebut, yang tepat mengenai tangan dan leher mereka berdua dan tak lama kemudian mereka berdua pun mengikut rekannya yang jatuh dan pingsan.


tanpa berlama lama lagi Sherina segera saja masuk kedalam dan menodongkan pistolnya kearah kedua petugas yang sedang memantau cctv.


" beritahu aku kodenya untuk mengakses seluruh cctv yang berada dibar ini ya om!? " ucap Sherina dengan tersenyum dengan masih menodongkan kedua pengawas tersebut dengan pistol yang berada ditangannya, kedua pengawas itu pun hanya menganggukan kepala mereka dengan ketakutan.


beberpa menit kemudian kedua pengawas tersebut telah memberikan akses cctv tersebut kepada Sherina, gadis itu pun langsung tersenyum dengan bangga.


" makasih om, tapi aku ngga mau kalo ada yang liat, jadi om berdua tidur aja yah kaya ketiga om itu " ucap Sherina.


gadis itu pun langsung saja menusukan jarum beracun tersebut tepat keleher kedua pengawas itu, dengan tersenyum penuh kemenangan Sherina duduk dan mengutak atik layar komputer tersebut yang bisa ia akses.


...****************...


Saat ini kedua lelaki tersebut berjalan dan mendekati Laila yang sedang duduk didepan meja bartender, kedua lelaki itu mengira kalau Laila adalah salah satu gadis yang bisa mereka booking disana.


" hai cantik, boleh gabung ngga? " tanya salah satu dari mereka.


" jangan sombong gitu dong cantik, mending kita temenin dari pada sendirian aja, ya ngga Can? " ucap lelaki yang tadi bertanya pada Laila, lelaki tersebut menoleh kearah temannya untuk meminta persetujuan.


" bener banget itu, gimana kalau kita main bertiga? " ucap lelaki yang bernama Candra itu yang membenarkan ucapan temannya, lelaki itu menaik naikan satu alisnya untuk menggoda Laila.


" maaf ya, gw ngga suka cowok yang jelek " kata Laila sarkas.


" wah lihat deh cewek ini, masa kita ganteng gini dibilang jelek " kata lelaki yang bernama Candra itu yang kesal karena dibilang jelek oleh Laila.


sedangkan temannya malah tertawa karena mendengar temannya dihina dan dikatakan jelek oleh Laila.


" kalo lu ngga mau sama dia, sama gw aja gimana? " tanya lelaki itu yang terlalu percaya diri.


" ngga, lu juga sama jeleknya kaya dia " ucap Laila sambil menujuk lelaki yang bernama Candra itu.


" kalian berdua itu jauhhhh banget kalah gantengnya dari pacar gw " ucap Laila berbohong untuk dapat mengusir kedua lelaki itu dari hadapannya.


mendengar hinaan dari mulut Laila, kedua lelaki itu mulai tersulut emosi.


" ayolah cantik, meskipun kita kalah ganteng dari pacar lu itu, tapi untuk persoalan memuaskan lu kita ahlinya " kata kata lelaki itu bikin Laila mual dan kesal, dasar cowok cowok ngga tahu malu umpat Laila dan masih banyak lagi umpatan umpatan yang lainnya yang berada dihati dan benak Laila.


Laila menatap kedua lelaki itu tajam, seakan akan ada lampu bolham yang sedang menyala dikepalanya gadis itu sedikit menyeringai.


Laila menatap kedua lelaki itu dari atas hingga bawah, gadis itu pun langsung saja tersenyum mengejek, melihat Laila menatapnya dengan tatapan mengejek, dua lelaki itu mengernyit tak suka dengan tatapan itu.


" kalian itu ngga ada apa apanya sama cowok gw, dia bahkan hebat dalam melakukan apapun, apalagi kalo soal urusan memuaskan gw " ucap Laila berbohong dengan senyuman smirknya, kata katanya kali ini membuat dua lelaki itu tersulut emosi.


" lo dasar cewek sombong " kata Candra geram.


kedua lelaki itu pun maju dan akan menangkap Laila, tapi tiba tiba saja ada sebuah tangan kekar yang memeluk tubuh ramping Laila dari belakang.


seketika saja Laila diam bak patung, ada sesuatu yang mengelitik isi perutnya saat ia merasakan tangan itu mulai mengusap perutnya, Laila langsung saja menengok kebelakang melihat siapa pemilik tangan tersebut yang sekarang sudah menguasai pinggangnya.


" ada apa sayang? Apa kedua lelaki ini mengganggu mu hmm? " ucap Hansen dengan tersenyum sambil menunduk menatap Laila yang mukannya sudah memerah, posisi Hansen sendiri memang lebih tinggi dari Laila walaupun ia kalah saing tingginya dari anggota inti Icarus yang lain.


Seyla dan yang lainnya yang mendengar dari balik earpich yang sudah tetpasang ditelinga mereka semua dengan baik itu pun merasa terkejut dengan ucapan Hansen kepada Laila yang menurut mereka itu sangat aneh, benar benar aneh.


" heh?! " ucap Laila refleks.