
" Sherina! "
Sherina langsung saja memeluk wanita paruh baya itu yang merupakan ibu kandung Sherina.
" ibu! Syukurlah ibu ngga papa, apa ada yang luka? Ataukah ada yang sakit bu? " tanya Sherina saat ia sudah melepaskan pelukannya.
wanita paruh baya itu langsung saja menggelengkan kepalanya " ibu ngga kenapa kenapa ko Rina, badan ibu juga ngga ada yang luka hanya merah saja karena bekas ikatan tali tadi " ucap wanita itu untuk menenangkan Sherina.
" syukurlah, syukurlah, kalo ibu sampai kenapa kenapa karena pria bau tanah itu aku ngga akan pernah memaafkannya sampai kapan pun " ucap Sherina dengan kilatan amarahnya yang terpancar dikedua mata gadis itu, Sherina langsung saja memeluk wanita tersebut untuk yang kedua kalinya.
" nak, mereka itu siapa? Tadi kenapa banyak sekali orang yang mau membawa ibu? Dan kamu kenapa bisa bersama mereka? " tanya ibu Sherina saat putrinya sudah merasa tenang.
Sherina menatap ibunya dengan dalam " Rina bakalan ngejelasin semuanya bu, tapi ngga untuk sekarang. Untuk sekarang ibu akan bersama mereka dulu sampai semua masalah selesai, ya bu? " ucap Sherina.
" tapi ke- "
tok tok tok tok
ucapan wanita itu berhenti saat terdengar ketukan dari luar kaca mobil, Sherina langsung saja menurunkan kaca mobilnya.
" turun Na, kita ngga punya banyak waktu " ucap seorang gadis yang mengetuk kaca mobil itu.
" nak Laila!? " ucap wanita itu terkejut.
gadis itu yang merasa dipanggil langsung saja menoleh kearah wanita itu " o-oh selamat malam tante, gimana kabar tante? Apa ada yang luka tante? " ucap gadis itu yang ternyata adalah Laila.
wanita itu langsung saja menggelengkan kepalanya " tante ngga kenapa kenapa nak, tante baik kok. Trus ini kenapa ya? Kenapa banyak sekali orang orang yang mau bawa tante nak? " tanya wanita itu.
" maaf tante Laila belum bisa ngejelasin semuanya, sebaiknya tante dan Sherina turun dulu " ucap Laila, gadis itu langsung saja menjauh dari pintu mobil setelah mendapatkan anggukan dari wanita itu.
Sherina yang turun terlebih dahulu, setelah itu ia langsung saja membuka pintu mobil penumpang yang disebelahnya, Sherina langsung saja menuntun wanita itu untuk masuk kedalam rumah tersebut.
" untuk sekarang sampai masalahnya selesai ibu akan tinggal disini terlebih dahulu, dirumah ini sudah ada barang barang yang ibu perlukan dan mereka ini yang akan menjaga ibu sampai Rina datang untuk menjemput ibu " ucap Sherina saat mereka sudah sampai di dalam rumah itu, wanita itu hanya mengangguk saja sambil melihat lihat isi rumah tersebut yang tampak familiar.
" ini bukannya- "
" iya tante, sebaiknya tante istirahat terlebih dahulu " ucap Laila memotong ucapan wanita itu.
" yaudah bu, Rina pamit dulu ya? Nanti Rina akan kesini lagi dan ngejelasin semuanya, untuk sekarang sebaiknya ibu mandi setelah itu ibu istirahat ya? " ucap Sherina sambil mengelus tangan wanita itu yang berada digengamannya.
wanita itu hanya mengangguk saja " kalian semua hati hati ya, kamu harus jaga kesehatan mu ya nak, jangan pernah lupa makan, jangan ngebut ngebutan ngendarain mobilnya, trus ja- "
" oke bu, oke, kalo begitu Rina pergi ya bu " ucap Sherina sambil memeluk ibunya dengan erat.
wanita itu langsung saja membalas pelukan putri semata wayangnya itu dan mengantar mereka menuju mobil yang Sherina tadi pakai.
" gw titip ibu gw ya bang? Jagain ibu gw, awas aja kalian kalo ibu gw luka barang lecet sedikitpun " ancam Sherina saat ia sudah berada di depan mobil mewah itu yang merupakan mobil milik Laila yang ia pakai.
" iya, iya, serem amat neng " ucap Renal dan dibalas anggukan oleh yang lainnya.
" sip kalo begitu gw pergi ya, paypay semuanya " ucap Sherina sambil melambaikan tangannya dan masuk kedalam mobil itu.
seketika saja warna mobil yang tadinya berwarna hitam itu telah berubah warna menjadi warna biru.
" gile mobil jaman sekarang keren keren ya bro " ucap Renal kepada yang lain dan malah ia ditinggalkan pergi oleh yang lainnya yang sudah mau masuk kedalam rumah, respon mereka malah membuat Renal mendelik tak terima.
" kok kesel yah " ucapnya yang akhirnya ia menyusul yang lainnya yang sudah menghilang dari balik pintu rumah itu.
sementara itu disebuah kamar yang bernuansa white-blue terdapat seorang gadis cantik yang sedang mengutak atik laptop baru miliknya itu sambil bernyanyi lagu ' father daughter dance', didepannya terdapat laptop lama miliknya yang sedang menampilkan beberapa rekaman cctv yang sempat berhasil ia retas.
'oh I wish my heart wash't broken from the start
I never stood a fighting chance
In all my days
I'll never have a father - daughter dance
The worst part of this is I'm not even sad
how do I miss somthing I never had? '
Gadis itu langsung menaruh laptop barunya keatas meja saat ia sudah puas mengutak atik laptopnya itu.
" hahhhhh, sekarang tinggal ngurusin wanita si**n itu aja, hmmm harus gw apain ya dia? Apa gw sedikit bikin dia cacat aja ya? " ucap gadis itu sambil mengetukan jarinya diatas meja.
" eh? Gw ngga punya ini semua deh, ternyata laptop jaman sekarang bagus juga, tinggal gw tambahin ini sedikit dan bomm jadilah laptop gw yang super canggih, hehehehe " ucap gadis itu saat melihat beberapa list di aipadnya.
tok tok tok
gadis itu terkejut saat mendengarkan suara ketukan pintu dari luar kamarnya, langsung saja ia membereskan barangnya dan tak lupa ia membuat layar laptopnya seperti sedia kala.
" SIAPA!?" tanya gadis itu dengan berteriak.
" ini abang Alaska yang paling ganteng sedunia dek! " jawab seseorang yang mengetuk pintu kamarnya yang ternyata adalah Alaska.
" dihhh pede sekali anda bang! " jawab Seyla, yap gandis cantik yang sejak tadi mengutak atik laptop barunya itu adalah Seyla.
" abang masuk ya de! " ucap Alaska yang akan membuka pintu kamar Seyla.
" bentar bang Seyla mau ganti baju dulu!!! " ucap Seyla dengan berbohong.
" oke, abang tunggu lima menit harus udah selesai ya!? " ucap Alaska.
" serah abang dah! " ucap Seyla malas.
langsung saja Seyla membereskan barang barangnya yang berserakan ketempat semula, setelah itu ia langsung saja sedikit mengacak kasurnya yang masih rapi dan menaruh laptop lamanya yang sedang menayangkan sebuah film, dengan tak lupa juga ia menaruh beberapa cemilan yang berada diatas meja belajarnya keatas kasurnya.
" yuhuuu.... Seyla udah belum?! " ucap Alaska sambil mengetuk pintu kamar Seyla.
" masuk aja deh bang daripada ngerusuh didepan kamar Seyla!! " ucap Seyla kesal.
" oke " jawab Alaska.
tak lama kemudian pintu kamarnya dibuka dan terpampanglah wajah Alaska yang sedang menyengir, hal itu malah membuat Seyla malas melihat abangnya itu dan tak lama kemudian ia langsung saja melemparkan bantal yang berada disebelahnya. Namun hasilnya nihil, Alaska dengan mudahnya menghindar dari lemparan maut itu ia malah memberikan tatapan tengil dan remehnya kearah Seyla.
" ingin rasanya aku mau menengelamkan mu kesungai musi bang " ucap Seyla malas.
" emang bisa? " tanya Alaska sambil mengambil bantal yang tergeletak tak berdaya itu.
" sayangnya ngga bisa " jawab Seyla santai sambil memakan cemilannya.
" lagian abang malem malem gini kekamar Seyla, mau ngapain si? " tanya Seyla saat Alaska sudah mendudukan dirinya disofa kamar adiknya itu.
" abang mau minjam charger laptop mu dek " ucap Alaska.
" itu doang? Aku kira abang mau ngapain sampai ngerusuhin pintu kamar aku " ucap Seyla dengan merotasikan kedua matanya dengan malas.
" hehehe, jadi abang boleh minjem ngga? Tadi abang mau minjem chargernya ke bang Jevan, eh bang Jevannya malah udah tidur dek " ucap Alaska memberikan alasan sambil menyengir.
" ambil aja tuh di meja Seyla, abis itu abang pulang kealamnya ya soalnya Seyla mau tidur udah ngantuk " ucap Seyla setelah menutup laptop dan menaruhnya dimeja sebelah kasurnya, setelah itu gadis cantik langsung saja terjun bebas kealam mimpi.
" dikira abang mahkluk astral kali yah " ucap Alaska sinis.
Alaska yang melihat adiknya itu ingin tidur malah kesal sendiri, tanpa berlama lama lagi ia mengambil barang yang ingin ia pinjam setelah itu ia keluar dari kamar Seyla.
" good night dek " ucap Alaska sambil menutup pintu kamar Seyla.
" good night " ucap Seyla.