
" ganti baju lu dulu aja nih, nanti lu bisa masuk angin kalo pake seragam itu " Sherina memberikan seragam baru kepada Melly yang sempat ia beli di koprasi sekolah saat Melly sedang diobati oleh guru penjaga UKS.
saat ini mereka sedang berada di depan toilet UKS, memang di UKS SMA Bina Bangsa ini terdapat toilet.
" makasih yah Na " ucap Melly, gadis itu langsung masuk kedalam toilet untuk mengganti bajunya yang sudah basah.
10 menit gadis itu sudah mengganti seragam sekolahnya dengan yang baru, seragam yang kini ia pake sangat pas dan terlihat bagus dibadannya. Sherina yang melihat itu tersenyum puas, ngga sia sia ia memiliki otak yang kelewatan cerdas.
" nih, kaca mata lu rusak Mel " ucap Sherina sambil memberikan kaca mata Melly yang sudah tak berbentuk dengan sempurna.
" iya ngga papa, emang udah takdirnya buat rusak Na " ucap gadis itu.
tak lama kemudian Seyla, Sisi, dan teman teman Sisi memasuki UKS, mereka semua menatap Melly yang sedang berdiri didepan pintu toilet bersama Sherina.
" gw hitung mundur dari 3, 2 " ucap Seyla santai sambil tersenyum manis yang malah terlihat menyeramkan oleh Sisi dan gengnya.
" g-gw minta maaf udah bikin lu kaya gini " ucap Sisi dengan cepat dan gugup.
" gw juga minta maaf udah salah paham sama lu dan buat lu luka kaya begini " lanjut Sisi.
Seyla menatap Melly yang sedang terkejut " i-iya kak, aku udah maafin kakak kok " jawabnya masih dengan wajah terkejut.
" udah kan? Jadi kakak ngerti harus apa kan? " tanya Seyla masih dengan senyuman yang terpatri diwajahnya.
Sisi dan yang lainnya pun mengangguk kaku, Sisi and the geng pun langsung saja keluar, saat mereka keluar didepan UKS sudah banyak sekali para siswa yang melihat mereka.
" gw mau ucapin terimakasih sama lu berdua, makasih banyak yah udah nolongin gw dari mereka " ucap Melly dengan tulus.
" iya sama sama " ucap Seyla dan Sherina berbarengan.
" gw mau nanya sih, kenapa pas lu dibully mereka lu diem aja si? Kan setau gw lu tuh pinter Mel dan anak beasiswa juga sama kaya gw, kenapa sih lu ngga bales mereka aja ataupun kerjain balik tah " marah Seyla dengan mengebu gebu.
" gw bisa apa si La, mereka tuh kroyokan dan gw sendiri, kalo nanti gw lawan ataupun kerjain balik mereka, mereka yang akan lebih menyiksa gw, yah jadi gw biarin aja mereka berbuat seenaknya sampai mereka semua puas " kata Melly sambil memasukan kaca mata miliknya yang sudah rusak itu kekantung seragamnya.
Seyla hanya menghela nafas saja, ia bingung kenapa sih cara berfikir orang yang di bully selalu seperti itu, begitupun juga dengan orang yang membullynya, Seyla benar benar pusing memikirkannya.
Seyla masih memandang Melly dengan intens, ia memandang gadis itu dari ujung kaki sampai ke ujung kepala. Menurut Seyla Melly itu sebenarnya cantik tanpa kaca matanya, apalagi dengan seragam yang saat ini ia pakai sangat pas tidak seperti yang sebelumnya yang sangat kebesaran ditubuhnya itu.
" by the way lu tuh cantik yah Mel, apalagi tanpa kaca mata pajangan lu itu " ucap Seyla memuji Melly, gadis itu tersentak kaget karena Seyla mengetahui bahwa kaca mata yang ia pakai sebenarnya tidak minus dan hanya pajangan saja.
Melly hanya tersenyum saja untuk menutupi keterkejutannya.
Seyla yang melihat itu hanya tersenyum maklum saja.
...****************...
Sementara itu, Alaster sudah cemas mencari cari keberadaan Seyla dan Laila yang sejak tadi sudah mengumpat terus, ia sungguh kesal dengan kedua sahabatnya itu karena tidak datang kekantin sampai jam istirahat berakhir.
" kamu kemana sih yang " gumam Alaster, pria tampan itu sejak tadi sudah menghubungi nomor kekasihnya itu, eh malah ngga diangkat sama si doinya.
Alaster yang panik langsung saja mencari Seyla, ia dibantu oleh anggota inti Icarus dan juga Laila yang sejak tadi mengumpat terus.
Alaster langsung saja berbalik, ia harus memastikan apa yang diteriaki oleh Laila itu apakah pacarnya atau bukan.
saat netra hitamnya menangkap sosok Seyla sang pujaan hati, Alaster langsung saja berlari untuk memeluk sang pujaan hatinya itu.
Grep....
Alaster langsung saja memeluk Seyla, gadis itu terkejut karena mendapatkan pelukan tiba tiba dari Alaster.
" kamu dari mana aja si? " tanya Alaster yang masih memeluk Seyla.
sekarang mereka berdua menjadi pusat perhatian karena berpelukan di tengah koridor sekolah.
Seyla yang menyadari pandangan orang orang kepada dirinya dan Alaster itu sangat malu sekali " ka Aster tolong lepas, ini kita masih ada di sekolah ka " ucap Seyla dengan suara lembut berharap Alaster melepaskan pelukannya.
bukannya melepaskan pelukan itu, Alaster malah sengaja mengeratkan pelukannya, saat ini tubuh Seyla telah tenggelam dalam pelukan Alaster.
" sa-sayang lepasin ya? " Seyla menepuk nepuk tubuh Alaster sambil mengucapkan kata sayang dengan lembut supaya Alaster melepaskan pelukannya.
sebenarnya sih dari lubuk hati terdalam Seyla ia sangat merasa bersalah karena tak mengabari Alaster dan juga Laila apalagi saat ini Laila sedang mengumpati Sherina habis habisan.
" maafin aku ya ka, tadi aku ngga sengaja liat Melly sedang dibully, jadi aku ngga sempet nyusulin kalian kekantin " ucap Seyla yang merasa bersalah karena telah membuat khawatir Alaster.
lelaki tampan itu sebenarnya mendengarkan permintaan maaf Seyla, Alaster perlu menetralisirkan kekhawatirannya dan juga ia sedikit kesal dengan Seyla yang tidak menghubunginnya.
" ekhmmm.... Serasa dunia milik berdua, yang lain mah pada ngontrak " deheman Sherina yang menyadarka Alaster, lelaki itu melepaskan pelukannya terhadap Seyla.
Alaster melihat sekeliling yang sudah ramai karena melihat dirinya berpelukan.
" bubar kalian semua! " ucap Alaster pada siswa siswi yang mengerumuninnya.
" huhuhhhhh " siswa siswi itu dengan serempak menyoraki Alaster.
" Seyla anj**g lu dari mana aja si? Gw cape tau muterin ini sekolah cuman buat nyariin kalian berdua doang " ucap Laila yang akan menjewer Seyla.
" aw, aw, sakit La lepisin woyy! " ucap Seyla sambil menarik tangan Laila dari kupingnya.
yap, saat ini Laila sedang menarik kuping Seyla layaknya ibu yang memarahi anaknya. Alaster yang melihat Seyla kesakitan akhirnya turum tangan untuk melepaskan tangan Laila dari kuping pacarnya.
Laila memberengut kesal dengan Alaster sambil sesekali mendumal.
Alaster tak peduli dengan dumalan sahabat pacarnya itu, lelaki tampan itu malah mendekati Seyla dan mengusap kuping gadis cantik itu yang sudah memerah.
Sherina yang melihat itu malah tersenyum bahagia " rasakan itu, jeweran maut dari emak Laila hahahaha " ucap Sherina sambil tertawa membuat Seyla mendelik dan sedikit menggeplak kepala sahabatnya itu.
" sakit ege " ucap Sherina sambil mengusap kepalannya yang digeplak Seyla.
" La itu siapa yang lu bawa kesini? " tanya Cakkra sambil menujuk kebelakang Seyla.
sontak semua atensi mereka kearah belakang Seyla yang ternyata ada Melly yang sedang bersembunyi dibelakang Seyla.