SEYLA DIANDRA

SEYLA DIANDRA
BAB 25



Seeorang anak perempuan berusia 15 tahun yang kini sedang tertidur di sebuah kamar bernuansa white - blue itu pun terbangun. Mengerjabkan matanya, memfokuskan penglihatannya, dan mengumpulkan nyawanya yang masih melayang dialam mimpi.


saat nyawanya telah terkumpul, gadis itu pun langsung saja membulatkan matanya melihat pemandangan yang sangat asing disekitarnya.


" dimana gw? Apa gw di culik sama om om yah? Trus jangan jangan gw dijual lagi, trus organ dalam gw diambil. Huaaaaa gw ngga mau, ngga mau, ngga mau " gumam Seyla sambil menangis dan menatap sekitarnya.


setelah selesai menangis dan over thinking, Seyla pun merasa bingung " eits tunggu, tapi masa kalo gw diculik ruangan penyekapannya kenapa bagus gini deh? Penculiknya om om kaya atau gimana nih? " heran Seyla sambil memijit keningnya yang mulai merasa berdenyut sakit.


'cklek'


Bunyi pintu dibuka yang membuat Seyla menoleh kesumber suara dan betapa terkejutnya Seyla saat tau siapa orang yang masuk kedalam kamar tersebut.


Dheg


Dheg


Dheg


' mamah, abang' lirih Seyla.


seketika saja tubuh Seyla langsung di peluk oleh seorang wanita paruh baya dan seketika itu juga bayangan bayangan masa lalu terlintas diotak Seyla. Bayangan yang bagaimana mamah dan abangnya pergi meninggalkan dirinya dengan lelaki psikopat yang sayangnya adalah ayah kandung dari Seyla, dan bagaimana ia menjalani hidup bak didalam neraka sendirian, yang bagaimana setiap hari ia mendapatkan tatapan, cacian, bahkan pukulan tanpa ada yang mau membantunya. Seketika itu juga pikiran Seyla di penuhi dengan dendam serta tatapan kosong.


Seyla pun langsung saja melepaskan pelukan itu dengan kasar hingga wanita paruh baya itu terjatuh, Seyla pun langsung saja melemparkan gelas kaca yang berisi air putih tersebut kesebelah wanita paruh baya tersebut.


" PERGI KALIAN DARI HADAPAN GW!!!! " ucap Seyla yang langsung saja berdiri menghindari kedua manusia berbeda usia tersebut.


" Seyla tenang ini mamah nak, mamah kangen sama kamu, maafin mamah sayang maaf " ucap wanita tersebut yang tak lain adalah ibu kandung dari Seyla.


" mamah? Gw ngga punya yah yang namanya orang tua!! Ibu gw udah mati 10 tahun yang lalu. DIA UDAH MATI INGET ITU!! Dia udah mati " ucap Seyla.


" JANGAN SEMBARANGAN KAMU SEYLA, INI IBU KAMU IBU KANDUNG KAMU!! JAGA OMONGAN KAMU YAH " ucap sang kakak emosi dengan perkataan Seyla.


" IBU GW? COBA SEKALI LAGI LU NGOMONG HAH!!! DIA IBU GW? Ck, gw tanya sama lu yah! Ibu mana yang ninggalin anaknya, anak perempuan nya di tempat yang kaya neraka itu. IBU MANA HAH! JAWAB GW AN*I*G! "


sang kakak yang tak lain adalah Jevano pun hanya terdiam saja dengan ucapan Seyla, sementara untuk sang ibu yang tak lain dan tak buka adalah ibu kandung Seyla yang bernama nyonya rose itu hanya menangis melihat sikap Seyla yang membuatnya merasa bersalah.


" NGGA BISA JAWAB KAN LU! BAN**A*, SEBENARNYA MAU KALIAN TUH APA SIH HAH! GW UDAH CUKUP TERIMA YAH SAMA KELAKUAN BEJAT KALIAN SEMUA. KALIAN NINGGALIN GW, GW TURUTIN! BAHKAN GW SEKALI PUN NGGA PERNAH NGUSIK KELUARGA BAHAGIA KALIAN. SEKARANG MAU KALIAN APALAGI HAH!!! APA KALIAN MAU GW MATI HAH!! Hiks gw mohon hiks hiks berhenti ngeganggu hidup gw lagi hiks gw cape bener bener cape hiks hiks " teriak Seyla.


Seyla pun langsung menekukan kedua pahanya dan ia pun langsung saja membenamkan kepalanya ke kedua pahanya dan menangis pilu yang membuat kakak beserta ibu nya semakin merasa bersalah.


beberapa menit kemudian kemungkinan karena Seyla lelah sehabis menangis iapun langsung saja tertidur.


Abang serta ibunya masih senantiasa menunggu Seyla hingga ia tertudur, karena merasa janggal mengapa adiknya berhenti menangis. Akhirnya sang kaka pun langsung saja mendekati Seyla yang ternyata manusia yang didekati tersebut malah tertidur dengan cara menaruh kepalanya di kedua lututnya, sang kakak pun langsung saja bernafas lega dan segera saja ia membawa Seyla ke atas kasur dan menidurkannya setelah itu ia pun memakaikan selimut untuk adiknya hingga sebatas dada.


mereka berdua pun keluar dari kamar Seyla dengan hati hati supaya tidak membangunkan gadis tersebut. Setelah keluar dari kamar Seyla sang kakak pun menyuruh salah satu pelayan untuk membersihkan bekasan beling gelas yang Seyla lempar supaya pas sang adik terbangun bekasan beling tersebut tak melukai kaki adiknya itu.


" gimana bang? " tanya Alaska bung-mantan bungsunya keluarga Adhitama.


" yah begitu " jawab Jevano asal.


" sudah sudah, Seyla sudah ngga papa, sekarang dia sedang tertidur. Sabaiknya kalian berangkat duluan aja udah mau siang ini nanti kalian telat lagi " ucap sang ibu.


mereka bertiga pun berjalan keluar untuk menuju ketempat kendaraan mereka.


" huhhhh Aska masih ngga percaya deh mah " ucap Alaska memecahkan keheningan.


" ngga percaya gumana dek? " tanya Jevano.


" yah ngga percaya aja bang, ternyata adik kelas Aska itu adalah adik tiri Aska sendiri " ucap Alaska.


sang ibu pun langsung mengelus rambut Alaska dengan sayang " mamah harap kamu bisa jaga adik kamu yah walaupun Seyla bukan adik kandung kamu, tapi mamah harap kamu mau menjaga dan menyayangi Seyla yah. Karena mamah dia harus merasakan sakit selama ini " ucap sang ibu dengan tatapan pilu.


" iya mah " balas Alaska.


Alaska Prince Adhitama, adalah putra sekaligus adik angkat dari keluarga Adhitama.


Flashback on


Alaska yang memiliki arti sang pahlawan yang bercahaya terdengar begitu indah ditelinga setiap orang.


rangkaian nama yang mendefinisikan sebuah kekuatan serta kesucian. Namun, kata kata itu adalah sumber dari sebuah perkembangan paragraf, yang artinya kata tersebut tidak tercermin dalam kehidupan yang nyata.


terlahir dari seorang wanita malam, terpampang seorang bayi mungil yang tidak memiliki ayah, bahkan nama pun ia tak memilikinya.


ditinggalkan didepan sebuah panti asuhan dalam keadaan masih merah dan hujan deras hanya berbalut kain tipis, bayi mungil tersebut tak menangis. Seolah mengerti tangisannya hanya menambah sesak di dada.


beruntung saja sang pemilik panti asuhan tersebut keluar dan melihat ada seorang bayi yang sedang tertidur. Bayi mungil itu pun langsung saja dibawa oleh ibu panti tersebut.


Alaska hanya satu kata nama yang diberikan oleh ibu panti tersebut kepada bayi mungil itu yang baru saja terlahir di dunia.


ibu kepala panti itu tak kuasa menahan air mata saat ia menggedong bayi mungil yang baru lahir tersebut mungkin ia tak akan pernah diurus oleh sang ibu kandung.


Bayi mungil itupun dirawat oleh ibu panti dengan kasih sayang, iapun diberikan makan dengan layak, serta pakaian, dan dicurahi kebahagian yang seharusnya bayi itu dapatkan. Namun semuanya tak bertahan lama, saat Alaska berusia 7 tahun iapun di adopsi oleh sepasang suami istri yang memiliki sebuah toko.


selama tiga tahun ia bersetatus sebagai anak angkat hidupnya sangat berubah drastis, ia selalu mendapatkan cacian, serta pukulan. Alaska telah dirusak secara fisik dan mental oleh kedua orang tua angkatnya yang bejat itu.


hingga disuatu malam saat ia berusia 10 tahun ia melarikan diri dari rumah nerakanya. Berlari dan terus berlari tanpa alas kaki dan tanpa perbekalan apapun.


langkah Alaska pun berhenti pada sebuah jembatan tinggi yang membentang diatas sungai dipinggiran kota saat hujan deras malam itu, dengan tatapan kosong kakinya akan melangkah kebawah jempatan tersebut. Namun tiba tiba saja tubuhnya dipeluk oleh seseorang yang tak lain adalah Jevano, ia pun langsung membalikan tubuh bocah tersebut. Dan betapa kagetnya ia saat melihat tatapan Alaska yang kosong seakan akan anak itu mencerminkan dirinya.


" jangan menyerah, tetaplah hidup, karena mulai sekarang kamu akan menjadi adiku. Ayok ikut denganku setelah itu aku akan memberikan segala yang kamu butuhkan " ucap Jevano sambil memayungi Alaska.


Alaska pun tidak menjawab ia hanya menangis sambil memeluk Jevano yang entah mengapa perkataannya membuat hati Alaska menghangat. Jevano hanya diam dan balas memeluk Alaska, setelah itu ia pun menggedong Alaska ala koala karena badan Alaska sangat kurus 'sepertinya anak ini kekeurangan gizi' batin Jevano sambil membawa pergi Alaska yang sudah tertidur karena kecapean habis menangis.


FLASHBACK OF