SEYLA DIANDRA

SEYLA DIANDRA
BAB 22



" Elaaaa..... Lu kemana aja? Ngga diapa apain kan sama dia? Lu ngga luka kan? " tanya Sherina beruntun sambil memeluk Seyla.


" ehbuset anaconda, bisa ngga sih lu nanyainin nya jangan pas dikuping gw. Kuping gw jadi panas denger suara lu tau ngga sih " ucap Seyla sambil melepaskan pelukan Sherina dan memegang kupingnya yang panas.


Sherina pun segera melepaskan pelukannya dan langsung kesal seketika mendapatkan tanggapan seperti itu dari Seyla " ihh!! Lu mah ngga asik La, ngapain tadi gw buang buang tenaga cuman buat khawatirin lu kalo tanggapan lu kaya gitu mah. Mending gw makan aja lah " ucap Sherina sambil memakan ramen miliknya yang sudah dingin itu.


" tau lu La, cape cape tadi kita berdua debat sama mereka " ucap Laila sambil mengikuti Sherina yang memakan makanannya.


" kata gw geh juga apa mak lampir! Lu sih ngga percaya. Lagian yah bang Alaster juga ngga bakal ngapa ngapain temen lu ini " ucap Hansen yang akan memancing perdebatan dengan Laila.


" ck dasar Hansen gemoy " ucap Laila sambil menatap Hansen sengit.


" lagian kalian tuh tadi habis ngapain aja sih lama banget " tanya Laila penasaran.


" tadi gw dipaksa ke toko handphone sama ka Alaster, trus gw di paks-beliin hp sama dia " ucap Seyla yang langsung melarat ucapannya karena mendapatkan tatapan dari yang lain.


" o-oh " ucap Laila yang merasa aneh dengan ucapan Seyla " trus lu dibeliin hp apa? " lanjut Laila dengan ragu.


" hp yang sama punya ka Alaster " ucap Seyla santai.


kedua teman Seyla pun hanya ber ohria saja berbeda dengan ketiga inti Icarus yang sudah menatap cengo ketua mereka itu. Iya cengo kenapa ketua mereka yang terkenal dingin dan cuek tersebut perhatian sekali dengan cewek satu ini sampe membelikan dia sebuah hp bahkan model dan seri nya sama seperti milik ketua mereka.


" bro memang cinta membutakan segalanya yah " ucap Aditiya dengan berbisik ke arah Cakkra dan dibalas anggukan oleh Cakkra.


" udahlah, daripada lupada ngomongin gw mulu mending gw pesen makan ajalah " ucap Seyla sambil memanggil seorang pelayan yang melewati meja mereka. Pelayan itu pun langsung medekat kemeja mereka dan segera saja ia pun memberikan buku menu yang ia bawa kehadapan Seyla.


" silahkan nona, anda ingin memesan sesuatu " tanya pelayan tersebut.


" hmmm ahah aku mau ramen yang pedes yah mba " ucap Seyla dengan mata berbinar yang seketika saja mendapatkan tatapan datar dari Alaster.


Alaster pun langsung saja menarik buku menu yang berada ditangan Seyla dan menyerahkannya ke pada pelayan " saya pesan sushi dua dan air meneralnya dua " ucap Alaster kepada pelayan tersebut.


Pelayan itu pun segera menuliskan pesanan mereka dan berlalu pergi untuk menyiapkannya.


Seyla pun menatap Alaster dengan aura permusuhan dan ia pun ingin perotes, tapi lagi lagi ia kalah cepat oleh pria tampan itu.


" kamu denger aku, kamu itu belum makan apapun dari semenjak kita berangkat kesini, kamu juga siang tadi belum makan kan hmm? Dan sekarang kamu mau makan ramen yang pades itu?! Jangan harap aku akan mengabulkannya " omel Alaster panjang lebar yang lagi lagi membuat ketiga sahabatnya dan sahabat Seyla pada melongo berjamaah. Untuk Seyla? Ia hanya menunduk dan merutuki Alaster didalam hatinya.


" kamu dengar aku? " tanya Alaster dengan nada rendahnya yang membuat Seyla beserta sahabatnya merinding mendengarnya.


" iya " jawab Seyla dan diangguki puas oleh Alaster.


Akhirnya mereka pun makan dengan diselingi canda tawa dan perdebatan oleh Hansen dan Laila. Tak terasa jam pun telah menunjukan pukul 17.00 sore yang menandakan mereka harus pulang kerumah masing masing.


Seyla dan Alaster pun telah sampai di depan kontrakan Seyla. Setelah perdebatan antaran kedua sahabat Seyla dan para inti Icarus siapa yang akan mengantarkan Seyla kekontrakannya, yang pada akhirnya perdebatan itupun dimenangkan oleh Alaster dengan cara membawa Seyla tanpa sepengetahuan kedua sahabatnya. Untuk Seyla? Ia tadi sempat menolak tetapi karena sedikit diancam oleh Alaster akhirnya ia menerima saja dengan sedikit kesal.


setelah sampai dikontrakannya Seyla pun memberikan helm tersebut ke Alaster dan berterimakasih, setelah itu ia pun langsung memasuki kontrakannya.


...****************...


Seminggu setelah kejadian hp Seyla tak berbentuk pun telah berlalu. Hari ini Seyla yang sedang berjalan dilorong sekolah karena ia baru saja mengumpulkan tugas teman sekelasnya itu kekantor guru. Ia berjalan sambil sesekali menatap murid yang sedang bergerombol di depan kelas maupun para perempuan yang sedang bergosip dilapangan.


karena siang ini di SMA Bina Bangsa cukup ramai oleh beberapa kelas yang jam nya sedang kosong, entah karena guru sedang berhalangan hadir atau hanya yang sekedar memberikan tugas saja.


" Elaaaaaaa " teriak seseorang yang membuat Seyla tersentak kaget dan lamgsung saja ia menoleh kebelakang.


" apa lo, pagi pagi udah berisik amat " ucap Seyla tak santai, sedangkan yang ditanya hanya menyengir tanpa rasa bersalah karena telah mengagetkannya.


" habis dari mana sih? Gw sama Laila nyariin daritadi, eh lu nya ngga ada " ujar Sherina. Ya, orang yang mengagetkan Seyla adalah Sherina yang dibelakangnya ada Laila.


" habis ke ruang guru " balas Seyla dan melanjutkan perjalanan mereka menuju kelas.


" yang ngumpulin tugas lah! Lu kan tau tadi pak irfan suruh gw ngumpulin tugas anak anak yang lain setelah jam pelajaran pertamanya selesai " ucap Seyla.


" lagian lu ngapain sih tadi manggil gw "


" itu si doi lupa bawa jas Lab " bukannya Sherina yang menjawab tetapi Laila dengan nada kesalnya.


" What?! Kok lu bisa lupa sih Na. Bisa abis lu kena marah sama pak burhan. Tuh guru orangnya disiplin + galak banget loh, bisa dapet nilai merah lo selama satu semester " ucap Seyla menakut nakuti.


" namanya juga lupa La, bantuin gw dong jangan cuman nakutin doang! " ucap Seyla yang sudah mulai kesal.


" udah deh diem, yaudah kita tanya ke kaka kelas aja siapa tau ada yang bawa " ucap Laila menengahi.


" kenapa harus ke kaka kelas sih, kenapa ngga ke murid angkatan aja? Atau ngga ke inti Icarus aja coba? Jangan ke kaka kelas yang lain lah mukannya itu loh pada serem serem " ucap Sherina ingin menolak.


" lu lupa apa gimana sih? Kan yang jadwalnya ke Lab cuman kelas kita aja, eh ada ding kelas kakel yang lain sih bukan inti Icarus " ucap Seyla.


" yah, yaudah deh ayuk kita cari dari pada ngga ada " ucap Sherina pada akhirnya.


Mereka pun langsung menuju lantai 3 dimana kelas 11 IPS berada. Mereka bertanya ke satu persatu kelas, namun sudah 3 kelas yang mereka tanya namun tidak ada yang membawa jas Lab.


akhirnya mereka memasuki kelas terakhir yaitu kelas 11 IPS 1 yang sepertinya mereka sedang jam kosong. Ketika Laila akan mengetuk pintu ia dikagetkan oleh seorang siswa yang hendak keluar.


" inalillahi! Eh maaf kak " ucap Laila sambil memegang dadanya sebelah kiri.


" ehh i-iya ngga papa kok " ucap siswa tersebut yang sama ikutan terkejut.


" eh lu bukannya yang dilorong itu yah " tunjuk Seyla.


" eh kamu, iya gimana hp kamu udah dibenerin belum " ucap siswa tersebut.


" udah kok ka tenang aja " ucap Seyla dengan tersenyum.


" pst lu kenal La, dia itu ketua osis loh masa lu bisa kenal dia sih " ucap Sherina aneh sambil berbisik.


" ngga kenal sih, cuman dia yang nabrak gw sampe hp gw mati itu loh " ucap Seyla sambil ikutan berbisik.


Laila yang mendengarkan mereka berbisik pun hanya ber oh saja.


" eh iya, ngomong ngomong ada apa kalian kesini " ucap siswa tersebut.


" hehehe, temen kaka ada yang bawa jas Lab ngga yah? Soalnya teman saya mau pinjam, dia ngga bawa " kata Seyla.


" kaya nya ada deh, sebentar yah kaka tanya dulu sama teman kaka " ucap siswa tersebut sambil berlalu masuk kedalam.


Beberapa saat kemudian siswa tersebut pun dateng dengan jas Lab ditanganya, dan segera saja lelaki tersebut memberikannya pada Sherina.


" nih, untung aja jam pertama tadi jadwal kelas kakak yang ke Lab " ucap siswa tersebut.


" makasih yah, ntar gw balikin kok tenang aja " ucap Sherina dengan senang karena ia tidak jadi dapat nilai merah.


siswa tersebut pun langsung menganggukan kepalanya dan tersenyum " oh iya, kita belum kanalan, nama kalian siapa? " tanya siswa tersebut.


" oh iya, gw Seyla ka, ini yang minjem jas Labnya namanya Sherina, dan yang disebalah gw ini namanya Laila ka " ucap Seyla mewakilkan kedua sahabatnya.


" oh, kalian anak kelas 10 yah " ucap siswa tersebut dan dibalas anggukan oleh Seyla, Sherina, dan Laila.


" kenalin gw Alaska Prince Adhitama "


DHEG