SEYLA DIANDRA

SEYLA DIANDRA
BAB 21



Seyla, Sherina, Laila juga Alaster dkk kini sudah berada di parkiran untuk pergi menuju BS Mall. Yups, setelah drama adu mulut, perdebatan, dan pertengkaran tentang memilih mall yang akan mereka tuju selain ke BS Mall, akhirnya mereka akan berangkat ke BS Mall juga.


" nih, kamu berangkat sama aku " ucap Alaster sambil memberikan helm ke Seyla.


" eh, tapi gw bisa bareng Laila kok pake mobilnya " ucap Seyla ingin menolak tawaran Alaster.


Tanpa babibu lagi Alaster langsung memakainkan helm tersebut kepada Seyla " mau aku gendong hmm? " tanya Alaster tepat di kuping Seyla.


Seyla pun seketika saja langsung merinding, dan tanpa menunggu lama lagi ia pun langsung saja menaiki motor Alaster yang membuat cowok tampan tersebut tersenyum penuh kemenangan.


Akhirnya mereka pun berangkat menuju BS Mall dengan Sherina dan Laila menaiki mobil, dan para inti Icarus + Seyla menaiki motor.


Setelah beberapa menit kemudian akhirnya mereka pun sampai di BS Mall. Mereka langsung saja berkeliling dan melihat lihat isi mall tersebut. BS Mall adalah salah satu mall terbesar di Jakarta yang di kelola oleh perusahan BS Campany perusahan no 2 terbesar di Indonesia. Mall ini terdiri dari bangunan 5 lantai dengan megah dan mewah berdiri kokoh di tengah kota, di setiap lantai mall tersebut tersebar petugas keamanan yang menjaga keamanan mall ini yang membuat pengunjung mall merasa aman.


" kita pergi ke toko itu dulu " ucap Alaster sambil menunjuk toko handphone.


" eh, kita beneran kesana? Ngga usah deh yah nanti nanti lagi aja deh " ucap Seyla menolak.


tanpa banyak bicara lagi Alaster pun langsung menarik tangan Seyla dan membawanya ke salah satu toko handphone.


untuk teman teman Seyla? Mereka berdua sudah digiring oleh Cakkra dan Aditiya untuk menuju ke lantai 3 tempat food court nya BS Mall. Lantai 3 BS Mall adalah tempat berbagai jenis makanan yang sangat enak kecuali makanan hewan yah hehehe. Mereka berdua pun di giring untuk memasuki restaurant Jepang.


Di tempat yang berbeda, akhirnya Seyla dan Alaster sudah berada di toko berbagai macam handphone.


" kak, beneran nih kita mau beli disini? " tanya Seyla ragu.


" iya tentu saja, lagian apa kamu mau pake hp rusak itu terus hmm? " jawab Alaster sambil menatap wajah Seyla.


" bukan nya gitu tapi....anu...itu loh... Ish ka, itu harganya loh kak " ucap Seyla gugup dan malu. Yap gugup karena ia sempat melihat harga handphone tersebut yang tak cukup dengan uang yang Seyla bawa, dan malu karena ia pasti akan di tertawakan oleh penjaga toko tersebut yang membuat ia menyakiti perasaan Alaster.


" kenapa? " tanya Alaster, ia sebenarnya tau apa yang dipikirkan Seyla, yah jadi ia pura pura bertanya sajalah.


" Aish ka, disini tuh terlalu mahal, apalagi harga satu hp nya bisa buat gw bokek di tempat kak. Lagian yah gw bisa kok ngga megang hp, jadi kita pergi dari sini aja yah kak? " cicit Seyla karena malu di dengar oleh penjaga toko.


untuk Alaster, ia hanya tersenyum dan menahan diri untuk mengurung pacarnya itu. Karena ia melihat wajah kesal Seyla yang menurutnya lucu.


" ngga apa apa, aku juga ingin ngasih kamu sesuatu yah anggap saja ucapan terima kasih aku karena kamu mau jadi pacar aku. Silahkan kamu bisa pilih sesuka kamu aja biar aku yang bayar " ucap Alaster dengan tersenyum lembut sambil mengusap kepala Seyla.


" tapi kita udah pacaran, dan ada bukti. Apa kamu mau aku buktiin lagi disini bahwa kita udah resmi pacaran hmm? " ucap Alaster santai.


Seyla pun mendelik ngga terima ke Alaster dan ia pun akan akan protes tapi kalah cepat oleh alaster.


" mau pilih hp itu atau mau saya cium kamu disini sekarang juga hmm? " tanya Alaster tepat di telinga Seyla yang membuat gadis itu lagi lagi merinding dan menegang di tempat.


tanpa dapat berkata kata lagi akhirnya Seyla pun menurut dengan memberikian beberapa kata umpatan walaupun dalam hati sih, karena kalo ia ucapkan langsung itu bisa membuat ia dan Alaster malu. Yah daripada ia malu mending ia mengumpati Alaster dalam hatinya saja walaupun tidak terdengar oleh si doi sih.


" hmmmm tolong ambilkan yang itu " ucap Alaster kepada pelayan toko sambil menunjuk salah satu ponsel berwarna hitam, dan pelayan yang disana langsung mengambil ponsel tersebut dan memberikan nya kepada Alaster.


" gimana sama hp ini? " tanya Alaster sambil memberikan ponsel warna hitam tersebut kepada Seyla.


dengan terpaksa dan ogah ogahan akhirnya Seyla pun menerima handphone tersebut " ini mirip sama pun- et tunggu ini merek dan seri bukannya sama kaya punya hp lu yah kak " ucap Seyla kaget sambil membolak balikan ponsel dengan kamera yang banyak bobanya itu.


" iya biar sama " ucap Alaster santai.


Seyla pun hanya menghela napas pasrah saja " baiklah gw mau hp yang ini aja " ucap Seyla akhirnya yang mengerti apa yang Alaster maksudkan. Alaster tersenyum kemudian mengusap puncuk kepala Seyla yang lagi lagi membuat si doi menegang ditempat.


" jangan dipegang pegang nanti rambut gw berantakan kak " ucap Seyla sambil melepaskan tangan Alaster dari kepalanya.


Alaster pun hanya terkekeh dan berbalik ke arah penjaga toko.


" saya mau ini, sekalian pasangkan dengan sim card, memori card, dan casingnya " ucap Alaster dengan datar sambil memberikan black card nya kepada pelayan tersebut yang membuat Seyla lagi lagi melongo.


" baik tuan, mohon di tunggu sebentar akan segera saya siapkan " kata pelayan toko tersebut sambil mempersiapkan pesanan Alaster.


" eh kak, ngga perlu sampe beli sim sama memori segala, punya gw yang lama geh masih bisa dipake kak " tolak Seyla.


" maaf, tapi aku memaksa " ucap Alaster yang lagi lagi membuat Seyla menghela napas dan terpaksa menyetujuinya " dan lagi jangan pake bahasa gw elu sama aku paham " lanjutnya dengan nada menutut dan tatapan mengintimidasi yang membuat Seyla kicut ditempat dan menganggukan kepalanya pasrah.


' gile tatapannya tajem banget dah, mau gw tolak pasti ngga akan menang dari dia, dahlah terima aja kali yah rezeki ngga boleh ditolak ' batin Seyla pasrah. Setelah pesanan mereka jadi, Alaster pun langsung saja mengajak Seyla ke lantai 3 untuk bergabung dengan yang lain.


saat telah sampai di lantai 3 Seyla sempat melihat kedua temannya sedang berdebat dangan ketiga inti Icarus di tempat restaurant jepang, Seyla pun langsung saja pergi kesana dan ia mengambil duduk di bangku sebelah Sherina. Ia sempat melihat mereka telah memesan makanan tetapi makanan kedua sahabat nya masih utuh sepertinya belum disentuh sama sekali oleh mereka.


" elaaaaaaaa..... Lu kemana aja? Ngga diapa apain kan sama dia? Ngga ada yang luka kan? "