
Laila mengemudikan mobilnya dengan cepat, mobil itu membelah jalanan ibu kota yang cukup lenggang karena masih pagi. Kemampuan mengemudi Laila ini memang patut diancungi jempol, kemampuan mengemudinya sudah sekelas pembalap internasional wkwkwkwk.
mobil mewah yang dikendarai Laila sudah melesat jauh meninggalkan para bodyguard suruhan Jevano yang mengikuti mobilnya dari belakang, Laila sengaja mengemudikan mobilnya kearah taman kota dengan kecepatan tinggi hal itu membuat para bodyguard suruhan Jevano merasa kewalahan mengikuti laju mobil Laila. Mereka merasa bingung entah kenapa teman nonanya itu sangat ahli dalam mengemudi, padahal mereka tidak tau saja kehidupan mereka yang dulu itu hampir mendekati kematian ( lebay sekali wkwkwk ).
sebenarnya sih kehidupan mereka biasa saja tidak ada yang istimewah, yah mungkin karena kejamnya hidup mereka mengisi hari hari mereka dengan olah raga, beladiri seperti pecak silat, karate, taekwondo, cara menggunakan berbagai senjata, belajar berbagai teknologi, mereka bisa menguasai semuanya kecuali mempelajari teknologi itu hanya Seyla saja yang bisa Sherina dan Laila cuman cukup tau saja. Bahkan mereka juga sering ikut balapan liar baik motor maupun mobil, hal itu yang membuat Laila bisa sehebat ini dalam mengendarai mobil ( kecuali Seyla ya, well pasti kalian tau alasannya hehehe ). Hebatkan mereka udah kaya agent rahasia aja, padahal mah mereka hanyalah ketiga remaja yang berusaha mencari kesibukan dan minat untuk mengisisi kekosongan dan untuk bertahan hidup didunia yang kejam ini kawan.
awalnya sih mereka masih bisa mengimbangi laju mobil sahabat nonanya, tapi apalah daya mereka yang kehilangan jejak karena kejeniusan mereka bertiga yang dengan sengaja menerobos lampu merah saat mereka berada di persimpangan lampu merah. Setelah mereka berhasil menjauh dari mobil bodyguard milik Seyla dengan cepat Laila merubah warna mobilnya dijalanan sepi, ia merubah yang tadinya berwarna biru menjadi hitam.
" yes, akhirnya mereka ngga bakal ngikutin kita lagi, hahahaha keren kan gw? Iya dong, Laila Agustini gituloh " bangga Laila pada dirinya sendiri membuat Seyla dan juga Sherina menatap jengah sahabatnya itu.
" berisik!!! Mending lu ngikutin ini jalan yang udah gw tandain " ucap Seyla sambil menempelkan ponselnya di Phone Holder yang berada didepan Laila yang layarnya menampilkan peta yang sudah ditandai.
" setidaknya biarkan gw seneng dulu kenapa si? " ucap Laila sambil memberhentikan mobilnya untuk memakai jaket, topi, serta masker yang serba hitam yang sudah dipersiapkan diikuti oleh Seyla dan juga Sherina.
...****************...
Disinilah mereka berada, mereka berada disebuah rumah terbengkali yang cukup besar yang berada didalam hutan, yap sekarang mereka berada didalam hutan yah walaupun hutan itu masih berada ditengah tengah ibukota sih.
setelah hampir 40 menit mereka mengendari mobil dan 15 menit mereka jalan kaki untuk bisa sampai kedalam hutan. Kenapa mereka jalan kaki? Ya karena untuk memasuki hutan mobil tidak bisa masuk, jadi mereka bertiga memutuskan untuk berjalan kaki dan menyembunyikan mobil yang mereka tumpangi agar tidak ketahuan oleh warga.
saat mereka bertiga akan sampai dirumah terbengkalai itu, mereka dikejutkan dengan datangnya dua orang gadis yang sangat mencurigakan, cepat cepat saja mereka bertiga bersembunyi.
kedua gadis itu berjalan kearah pintu rumah terbengkalai itu, sesekali mereka menengok kekanan dan kekiri memastikan bahwa tidak ada orang selain mereka.
setelah benar benar tidak ada orang selai mereka berdua kedua gadis itu pun langsung saja membuka pintu dan masuk kedalam rumah itu, saat kedua gadis itu masuk dengan cepat Seyla, Sherina, dan juga Laila mengikuti mereka berdua.
kedua gadis itu berjalan kearah rak buku yang sudah berdebu namun masih kokoh, saat sudah berada didepan rak buku tersebut kedua gadis itu untuk kedua kalinya memastikan bahwa tidak ada orang yang mengikuti mereka, dengan cepat Seyla dan kedua sahabatnya berpencar dan bersembunyi.
Laila yang meresa dibelakangi oleh mereka, langsung saja ia berjalan kesamping dan sedikit mendekati kedua gadis itu dengan cara mengendap ngendap membuat kedua sahabatnya menatap Laila tajam, untung saja Laila mempunyai jurus ninja jadi ia bisa tidak ketahuan.
saat ini kedua gadis itu sedang menyentuh sebuah buku yang sudah rusak karena dimakan rayap, setelah menyentuh buku itu salah satu gadis itu menggeser buku tersebut.
" Smart Lock Door? " gumam Laila.
terlihat dari tempat Laila salah satu gadis itu sedang memasukan beberapa pin, namun Sherina dan Seyla tidak bisa melihatnya karena tertutup oleh tubuh kedua gadis itu.
seketika saja rak buku itu begeser ada yang kekanan dan ada juga yang kekiri, saat rak buku tersebut terbuka terlihatlah sebuah lorong dan kedua gadis itu langsung saja masuk kedalam lorong tersebut, setelah itu rak buku bergeser kembali seperti semula. Mereka bertiga langsung saja mendekati rak buku tersebut saat kedua gadis itu sudah masuk kedalam, setelah mereka bertiga berada didepan rak buku itu, tanpa bertanya lagi Seyla langsung saja memperagakan kedua gadis tadi.
" ini " gumam Seyla.
" semacam smart lock door? " tanya Laila menimpali.
" iya, sebentar " jawab Seyla, gadis itu langsung saja membuka aipad yang dari tadi ia genggam.
" ck, disini ngga ada sinyal, kayanya mereka sengaja deh pakai sesuatu buat ngerusak sinyal didaerah sini " kesal Seyla yang langsung saja mematikan aipadnya.
" kayanya gw tau deh pinnya " ucap Laila.
" hah? " ucap Seyla dan Sherina berbarengan.
" ada kertas ngga lu berdua? " bukannya menjawab Laila malah balik bertanya.
" bentar gw bawa kayanya " ucap Sherina sambil merogoh tas kecil miliknya yang sedaritadi ia bawa.
" nih, gw ngga bawa kertas pake tisu aja " lanjut Sherina sambil memberikan selembar tissu dan pulpen kearah Seyla yang langsung diterima baik oleh gadis itu.
" kalo smart lock door berarti angkanya ditulis tiga tiga dan dimulai dari kiri? " tanya Laila dan dibalas anggukan oleh Seyla.
" iya " jawab Seyla singkat.
" seingat gw tuh pin nya tengah atas, kiri bawah, tengah, tengah, kiri bawah lagi, trus terakhir kanan " ucap Laila sambil melihat hasil coretan Seyla.
" dua, empat, lima, lima, tujuh, sembilan? Bener La ini kodenya? " tanya Seyla kepada Laila tepat ketika ia membacanya dan dibalas anggukan oleh Laila.
" yaudah kita coba aja dulu, sini biar gw aja yang coba " ucap Sherina mendorong tubuh Seyla yang tepat berada didepan rak buku.
" woyyy anj**ng, biasa aja dong jangan dorong gw " marah Seyla tapi dengan suara pelan.
" udah deh jangan berantem! Coba Na " ucap Sherina menengahi.
" mana? " tanya Sherina.
" nih " jawab Seyla sambil memberikan tissu yang ada kode pin nya.
saat Sherina akan menyentuh pin tersebut tangannya malah dicekal oleh Seyla.
" tangan lu pake ini dulu Na " ucap Seyla sambil memberikan sarung tangan yang berwarna putih.
" buat apa? " tanya Sherina.
" biar ngga ada jejak " jawab Seyla santai.
Sherina hanya mengangguk saja, gadis itu langsung saja memakai sarung tangan walaupun hanya sebelah karena sebelahnya lagi dipakai oleh Seyla, Sherina langsung saja memasukan beberapa pin.
245579
cklik
Grek....
rak buku pun berhasil bergeser dan terbukalah sebuah lorong yang menghubungkan jalan ketempat sesuatu.
" gimana? Mau masuk sekarang? " tanya Sherina saat rak buku sudah selesai bergeser.
" hmmm, ntar sore aja deh Na, lu sama gw yang kesini biar Seyla yang cari jalan lain " ucap Laila memberi usul.
" kenapa emang ngga sekarang aja? " tanya Seyla penasaran.
" kita udah lama disini takutnya kedua abang posesif lu nyariin, lagian kalo sekarang gw takut ketauan sama kedua perempuan tadi " jawab Laila.
" owh " Seyla dan Sherina berohria secara berbarengan.
" yaudah kuy kita balik, sekalian ntar gw mau minta tolong ke bang Renal buat anterin mobil kesini sekalian sembunyiin buat besok takutnya kepake " ucap Seyla yang langsung saja menarik tangan Laila setelah mereka merubah rak buku itu kembali kesemula.
" sekalian kita makan dulu yuk? Gw laper banget tadi pagi belum sempet sarapan " ucap Sherina sambil memegang perutnya.
" hayuk aja gw mah " jawab Laila sambil menarik tangan Sherina yang sedang memegang perutnya.
" sip, gw punya rekomendasi Cafe yang enak dan deket sama taman kota " ucap Seyla antusias.
" nah pas banget tuh sekalian kita bisa ngibulin bodyguard lu lagi La " ucap Sherina sambil menutup pintu rumah terbengkalai itu.
" sip dah, lets go!!! " ucap Seyla bersemangat.