
Disebuah rumah mewah tepatnya disebuah ruang makan terdapat 5 orang manusia yang sedang duduk disana untuk memulai sarapan mereka. 5 orang disana menampilkan wajah datar masing masing kecuali dengan satu orang dan satu satunya wanita disana ia tersenyum sambil memandangi ponselnya yang menampilkan sebuah identitas seseorang. Sikap sang wanita tersebut membuat sang suami yang melihatnya menatap sang istri bingung.
" sayang, mengapa kamu tersenyum seperti itu? " tanya sang suami dengan suara bass nya dan nada dingin sedingin benua antartika.
" ah sayang, aku menemukan hal yang menarik " ucap sang istri yang membuat tatapan suaminya datar dengan aura mencengkam.
" hal apa yang membuatmu tertarik sayang? " tanya sang suami yang membuat ketiga manusia yang merupakan anak dari sepasang suami istri tersebut hanya menatap datar saja ayah mereka.
" look at this, she is very cute and pretty right " jawab sang istri dengan wajah senangnya yang membuat sang suami beserta ketiga anaknya diliputi rasa penasaran.
" who she is " tanya sang suami yang mulai penasaran.
" i'm planning to set her up with Marvin " ucap sang istri gembira membuat sang anak sulung yang merasa dipanggi menyemburkan minuman yang ia minum karena terkejut.
" are you crazy, mom? " ucap kaget sang anak sulung sambil mengusap mulutnya dengan tissu.
" yakkkk kak!! Mengapa kau menyemburkan air yang kau minum dimakanan ku " ucap sang bungsu marah.
bukannya menjawab ucapan adiknya sang anak sulung malah menatap sang ibu tidak terima " mom jangan bercanda deh, mommy tau kan apa yang dulu mommy lakukan ke aku? " ucap sang anak pertama dengan datarnya.
" hahahaha aku ingat dulu bagaimana mommy menjodohkan mu dengan wanita yang sangat cantik benar benar cantik tapi ternyata.. " ucap sang kembaran yang menggantungkan ucapanya.
" yang ternyata seorang waria huahahaha " ucap sang bungsu yang melanjutkan ucapan sang kakak.
" sial*n kalian " umpat sang anak pertama.
" boy language " kata sang daddy memperingatkan.
" kali ini tidak akan salah boy, aku menemukannya sendiri gadis ini sangat berani bahkan ia menolong ku saat diserang musuh beberapa hari yang lalu. Dan dia juga sangat cantik, eitss kali ini dia gadis tulen ngga ada campuran pria sama sekali " ucap sang mommy yang langsung menyanggah pikiran negatif dari putranya itu.
" mommy tidak perlu melakukan itu, aku akan mencari pasanganku sendiri " ucap sang anak.
" kapan? Kapan kamu bisa mencari pasangan mu sendiri? Umur kamu itu udah 32 tahun marvin bahkan kembaran mu saja sudah bertunangan boy " ucap sang mommy.
" who is she name, mom? " ucap marvin pasrah.
" she name is Seyla Diandra " ucap sang mommy setelah membaca berkas identitas di ponselnya.
BRAK...
" what!! Mom aku ngga setuju! " ucap sang bungsu sambil menggebrak meja.
" what? Why? Are yau know she " tanya sang mommy.
" she is my girlfrend and i wont give her to annyone " ucap sang bungsu yang tak lain adalah Alaster itu.
" apa!! Sejak kapan kamu punya pacar Al " ucap Marvel terkejut.
" sudah lama, pokoknya aku ngga akan memberikan dia kepada siapapun " ucap Alaster sambil memakai tasnya.
" aku berangkat dulu mom, dad, kak " pamit Alaster dan berlalu pergi dari ruang makan.
" kamu tau itu vin? " tanya Marvel kekembarannya dan dibalas gelengan oleh kebarannya itu.
Setelah beberapa waktu menempuh jarak dari mansion mewahnya ke kontrakan sederhana Seyla, akhirnya Alaster sampai juga di rumah sang pacar.
Alaster pun langsung mengernyitkan dahinya bingung, yah bingung mengapa kontrakan Seyla sangat sepi sekali yang menandakan bahwa orang yang menepati kontrakan tersebut tidak ada. Hal itu membuat Alaster mengepalkan tangannya marah, marah karena lagi lagi sang pacar pergi kesekolah tanpa menunggunya " sepertinya kamu harus diberi pelajaran baby " gumam Alaster.
setibanya ia diparkiran sekolah, seperti biasa ketiga temannya itu sudah menunggu dirinya.
" eh bang, muka lu kenapa " ucap Hansen saat Alaster telah melepas helmnya.
" ck ck ck bocil masa lu ngga tau? " tanya Cakkra.
" ishhh kenapa sih bang? " ucal Hansen yang sudah mulai kesal.
" lu liat ngga jok belakang Alaster? " bukannya menjawab Cakkra malah balik bertanya.
" iya trus kenapeeee " ucap Hansen yang benar benar kesal.
" ck bodoh, lu liat kan tuh dibelakang jok si bos kosong? Gw tanya sama lu, tiap hari ada siapa tuh dibelakang jok nya? " tanya Cakkra.
Hansen yang sudah mulai konek pun langsung saja akan mengikuti jejak Cakkra yang akan menggoda Alaster " oh oh oh yang artinya, ternyata ngga ada ayang beb dong " ucap Hansen yang langsung saja mendapatkan tatapan mau dari Alaster.
Aditiya pun hanya menonton mereka dengan tatapan jengah saja setelah itu ia pun melihat mobil Laila yang telah memasuki parkiran.
" Al tanya mereka aja, siapa tau mereka tau " ucap Aditiya sambil menunjuk Laila dan Sherina yang telah turum dari mobil.
" yaudah " ucap Alaster sambil berlalu pergi menyamperin Laila dan Sherina.
" hallo cantik " sapa Cakkra dengan genit.
Laila dan Sherina hanya menatap keempat inti Icarus tersebut dengan tatapan malas " Apa lu " ucap Laila ketus.
" ketus amat sih neng jawabnya, jangan ketus ketus gitu dong nanti cantiknya ilang lagi " ucap Cakkra yang langsung saja mendapatkan tatapan datar dan ngga suka dari Hansen.
" udah udah masih pagi ini " ucap Aditiya melerai.
" ck! Lagian kalian ada apa sih kesini bikin mood pagi hari yang cerah ini ilang aja " ucap Laila masih ketus.
" Seyla dimana " ucap Alaster menuntut.
" lah kok nanya saya, kaka liat kita bareng Seyla ngga? " ucap Sherina.
" ngga, biasanya dia bareng kalian " ucap Alaster.
" Seyla ngga ada bareng kita kak, mungkin aja dia lagi ada dikelas lagi main game kali dia " ucap Sherina ngaur.
" sembarang lu kalo ngomong, itu mah lu aja kali Na " ucap Laila dengan malas " yaudah tungguin aja sih kak kaya biasa dikantin, nanti juga kita bertiga kesana baru lu introgasi dah si doi " ucap Laila memberi usul.
" yaudah, kalian kita tunggu di rooftop gedung sayap kiri " ucap Alaster final.
" iya kak iya nanti kita kesana " ucap Sherina pasrah.
" udah kan kak? Yaudah kita mau kekelas duluan yah kak mau bel masuk ini " ucap Laila sambil menarik tangan Sherina.
" eh mak lampir tunggu gw ikut " ucap Hansen yang sudah mengejar Sherina dan Laila.
" yaudah sih Al, cewek lu ngga bakalan kabur ini. Lebih baik kita kekelas yuk udah mau bel ini " ucap Aditiya sambil merangkul pundak Alaster.
akhirnya mereka pun pergi dari parkiran, dan bertetapan dengan mereka pergi bel masuk pun sudah berbunyi dan para guru serta murid bersiap siap untuk mengajar dan belajar dipagi hari yang cerah ini.
sementara itu disebuah kamar mewah yang bernuansa white - blue tersebut terdapat seorang gadis cantik yang masih terbaring ditempat tidurnya. Tak lama kemudian gadis tersebut saat tertidur mulai berkeringat dingin kemungkinan ia sedang mengalami mimpi buruk.