
" lu beneran udah ngga papa La? " tanya Sherina untuk kesekian kalinya yang membuat Seyla kesal.
" aku udah ngga papa Na, kamu nanya sekali lagi aku geprek pala kau yah " ucap Seyla membuat Sherina nyengir kuda.
" La gw mau nanya deh " ucap Sherina berbisik sambil mencodongkan kepalanya ke hadapan Seyla.
" nanya ya tinggal nanya sih ngga usah bisik bisik juga kali " ucap Seyla sambil mendorong kepala Sherina yang berada didepannya.
" hehehe, gw bingung kenapa sih lu dari tadi pake kata aku-kamu bukan gue-lu lagi? Ngedengerinnya geli La " tanya Sherina dengan wajah herannya dan ada tampang geli membuat Seyla menahan nafas sejenak.
" sini kuping kamu Na " ucap Seyla, Sherina pun langsung saja mencodongkan kepalanya lagi kehadapan Seyla.
" kamu ngga tau apa kalo dari tadi ada yang natap kita tajem banget kaya mau makan orang, itu karena bahasa yang sering kita pake bisa dibilang kasar dan gaul " jawab Seyla dengan berbisik membuat Sherina menegang ditempat dengan keringat dingin.
" emang iya? Kok lu ngga bilang sih! Pantesan aja gw merasakan hawa dingin dibelakang badan gw La " ucap Sherina sambil memegang bagian belakang kepalannya yang mendadak dingin, hal itu membuat Seyla terkekeh.
" aku dari tadi udah ngode kamu, tapi kamunya cuek aja sih yaudah jadinya aku biarin aja. Rasain kau dapet plototan maut dari belakang" kata Seyla menakut nakuti sahabatnya.
Sherina langsung saja mejauhkan kepalannya dan melirik lirik ke arah sofa yang dimana terdapat Alaster, inti Icarus, dan kedua abang Seyla berada sedang menatap mereka bertiga dengan tajam ( kecuali ketiga inti Icarus yah yang biasa aja ).
" anji!! Iya dong mereka natap gw tajem mana muka abang lu pas natap gw serem lagi " gumam Sherina yang sontak membuat Seyla dan Laila yang berada disamping ranjang terkekeh.
" padahal aku juga udah ngode kamu loh, kamu nya aja yang cuek kaya bebek dan ngga peka " kata Laila yang menggunakan bahasa halus seperti Seyla tetapi tidak dengan mukannya yang menahan geli.
' agak gimana gitu yah gw ngomong pake bahasa halus, tapi yah terobos ajalah dari pada gw kaya nih curut yang dapet tatapan mau dari bodyguardnya bocah satu ini ' batin Laila merinding.
perbincangan Seyla beserta teman temannya dan pertengkaran inti Icarus yang meledek Alaska pun berlanjut hingga jam makan malam tiba. Bahkan mamah Rose dan yang lain datang pun mereka tetap melanjutkan obrolan dan candaan mereka setalah menyapa sebentar.
" anak anak! Ayok makan dulu, cukupkan pembicaraan dan candaan kalian yang begitu randoom dan panjang itu " kata mamah Rose pada ketujuh anak itu. Mereka pun menoleh dan menyengir dengan kompak ( kecuali Alaster yah yang super duper dingin itu ) hal itu membuat mamah Rose, paman Leo, dan bibi Seyla yang bernama bibi Emili menggelengkan kepala.
" loh bibi Emili? Sejak kapan bibi ada disini? Kok Seyla ngga liat bibi yah? " kaget Seyla saat matanya menatap keberadaan bibi Emili.
" nah kan, asik sendiri sih, jadinya kamu ngga tau kan kalo bibi Emili ada disini " kata Alaska dengan wajah tengilnya yang membuat Seyla kesal sendiri melihatnya.
" sudah sudah jangan ribut lagi, bibi tadi datang bersama paman mu nak. Bagaimana kabar kamu apa masih ada yang sakit? " ucap bibi Emili dengan senyum lembutnya sambil berjalan kearah Seyla yang membuat gadis tersebut mengernyit bingung ' ini kenapa dah? kok bibi bis baek gini sih? Apa bibi abis dapet cahaya ilahi yah jadi baik gini? Ngga papa deh kalo bibi kaya gini terus, kan lumayan tenaga gw ngga kekuras lagi gegara debat mulu sama dia ' batin Seyla yang merasa aneh dengan bibinya.
hal itu pun sama seperti yang dirasakan oleh kedua sahabatnya yang merasa aneh dengan sikap bibi Seyla yang berbeda 180 drajat dari biasanya. Mereka berdua pun saling melirik Laila hanya menghendikan bahu sebagai jawaban tidak tahu. Seyla yang melihat tingkah kedua sahabatnya itu pun langsung saja membalas ucapan bibi Emili.
" ba-baik bibi, sangat baik malah hehehe. Wihhh bibi bawa apaitu? " balas Seyla dengan tergagap dan mata yang menatap makanan yang dibawa oleh bibi Emili.
" ini browniess sayang, kamu mau? " kata bibi Emili dan diangguki kaku oleh Seyla.
" ini sayang, hata hati makannya yah " ucap bibi Emili sambil memberikan brownies yang sudah dipotong itu kepada Seyla.
" makasih bibi Emili " ucap Seyla dan diangguki oleh bibi Emili.
...****************...
" baby, kamu bersemangat sekali mau pulang " ucap Alaster yang sedang duduk disamping ranjang Seyla sambil merapikan rambut Seyla yang sedikit berantakan.
" oh tentu saja, soalnya aku udah bosen dirumah sakit ini. Aku udah bener bener kangen sama kamar aku " ucap Seyla bersemangat yang membuat Alaster terkekeh melihat gadisnya itu.
" mamah kemana yah kak? lama banget deh ngurusin berkas nya " ucap Seyla yang sudah mulai kesal menunggu.
" kamu bersemangat sekali baby, tungguin aja paling sebentar lagi tante Rose kembali " ucap Alaster dan dibalas anggukan oleh Seyla.
tak lama kemudian mamah Rose dan Alaska masuk keruangan, mamah Rose pun langsung saja menghampiri Seyla yang sedang duduk di samping ranjang.
" yuuu nak, mamah sudah selesaiin berkasnya. Abang Jevan juga katanya 10 menit lagi sampai di rumah, nanti kamu jangan tidur dulu yah, nanti kita makan siang bareng bareng. Kamu juga ikut yah nak Alaster " ucap mamah Rose menatap lembut Seyla setelah itu ia menyuruh Alaster untuk makan siang dirumahnya.
" maaf tante saya ngga bisa makan siang bareng, soalnya saya masih ada urusan tante " tolak Alaster.
" yaudah ngga papa nak, kalo begitu kamu hati hati yah dijalan, jangan ngebut ngebut bahaya " ucap mamah Rose.
" iya tente, kalo begitu saya permisi " ucap Alaster sambil mencium punggung tangan mamah Rose dan berbalik kehadapan Seyla.
" kamu kalo udah sampai rumah jangan lupa kabarin aku yah, trus jangan lupa minum obat, istirahat yang bener, tru jang.... "
" stop! Iya aku tau, udah berapa kali kamu ngomong kaya gitu kak, aku udah hapal yah " ucap Seyla yang langsung memotong ucapan Alaster, kalo ngga kuping dia bisa panas.
" yaudah, aku pergi dulu yah. Inget pesen aku jangan bandel! " ucap Alaster dengan tatapan dinginnya sambil mengusap kepala Seyla dengan lembut.
" iya kak " ucap Seyla.
Alaster langsung saja keluar dari ruangan Seyla setelah berpamitan. Kenapa Alaster dan Alaska berada disini? Yah karna hari ini adalah hari minggu jadi mereka bisa kemari untuk membawa Seyla pulang. Untuk Sherina dan Laila? Mereka berdua akan langsung menyusul ke kediaman Adhitama, karena kalo mereka langsung kerumah sakit itu akan mengganggu Seyla untuk berkumpul bersama keluarganya.
" mah, bang Aska, nanti kalo pulang kita mampir dulu yah beli snack? Soalnya Seyla udah laper bengettttt " ucap Seyla dengan manja.
" iya adenya abang yang doyan makannn..... " ucap Alaska sambil menyubit pipi Seyla pelan yang membuat Seyla langsung cemberut.
" yakkkk! abang Aska jangan dicubittttt.... Sakit tau " rengek Seyla.
mamah Rose yang melihat rengekan Seyla yang akan menjadi warna tertentu dalam hidupnya. Mamah Rose sedikit bersyukur karena Seyla mau memaafkannya. Tapi hal itu tak menutup kemungkinan bahwa dihati Seyla masih ada sedikit kekecewaan terhadap dirinya, hal itu membuat mamah Rose tak bisa menghilangkan rasa cemasnya.
Alaska dan Seyla sangat terlihat akrab, dimana Seyla yang merengek manja pada abangnya dan Alaska yang menanggapinya dengan sedikit candaan yang membuat Seyla kesal. Hal itu malah membuat siapapun yang melihatnya pasti menyangka bahwa mereka adalah adik-kakak kandung yang saling menyayangi.
saking sibuknya mereka berdua mengobrol dan bertengkar, mereka sampai tak sadar bahwa bukan hanya mereka yang berada diruangan itu. Mamah Rose yang melihat itu hanya geleng gelang kepala saja.
" udah udah ngobrolnya, sabaiknya kita pulang kalian pasti udah pada laper kan? " ucap mamah Rose menghentikan perdebatan kecil mereka.
" of course, let's go " jawab Alaska dan Seyla bersamaan membuat mamah Rose yang melihat itu terkekeh.