SEYLA DIANDRA

SEYLA DIANDRA
BAB 35



Setelah kembalinya Seyla ke kediaman keluarga Adhitama, segala sesuatu dari keluarga tersebut berubah. Rumah itu sekarang menjadi lebih berwarna dengan celotehan Seyla ke mamah Rose dan Jevano, kejailan Alaska kepada Seyla, dan perdebatan Jevano dan Alaska yang memperebutkan Seyla membuat ia pusing sendiri.


Seyla sebenarnya ingin sekali masuk sekolah, tapi keluarganya sangat posesif padanya. Pikir mereka Seyla baru saja keluar dari rumah sakit, mereka sangat khawatir takut Seyla kenapa kenapa dan akhirnya ia berakhir berada di mansion agar ia dapat selalu terpantau oleh keluarganya.


ting....


lift berdenting dan keluarlah Seyla dari lift, ia langsung saja berjalan kearah ruang makan dimana mamah dan kedua abangnya sudah menunggu.


" pagi mamah, bang Jevan, bang Aska " ucap Seyla dengan senyum tipis dibibir perempuan itu.


"pagi nak/dek/bayi " balas mereka.


Seyla langsung saja mendelik ngga terima atas balasan salam darinya yang menyebutnya bayi.


" bayi, bayi mukamu bayi, abang kira aku bayi apa? Ngga liat tah badan segede ini disebut bayi? " ucap Seyla ngga terima.


Seyla langsung saja duduk di bangku yang berada di samping mamah Rose dan didepannya terdapat kedua abangnya.


" badan kamu itu kecil ya kaya bayi umur 4 tahun, jadi kamu pantas disebut bayi " ejek Alaska sambil terkekeh.


" gw bukan bayi yah anj-hmppp " ucapan Seyla langsung terpotong karena mulutnya langsung dibekap oleh mamah Rose


" jangan gunakan bahasa kasar mu Seyla Diandra Adhitama " ucap Jevano dengan tatapan dingin dan menekan nama gadis remaja didepannya itu yang sedang dibekap oleh mamah Rose.


" dan kau Alaska, berhenti mengejek Seyla " kata Jevano dengan santainya membuat Alaska tersenyum remeh kearah Seyla mambuat si doi mendengus kesal.


" sudah sudah jangan ribut dimeja makan ngga baik, dan untuk kamu Seyla jangan gunakan bahasa gaulmu itu lagi disini yah? " ucap mamah Rose sambil mengelus rambut Seyla dengan lembut dan dibalas anggukan oleh Seyla.


mamah Rose pun langsung tersenyum, ia langsung mengambilkan makanan untuk Seyla dan juga dirinya, kemudian sarapan pun dimulai.


saat ini Seyla sedang duduk di sofa kamarnya dengan laptop yang berada dipangkuanya, ia sedang mengutak atik laptopnya dengan serius dan sesekali berbicara sendiri.


" kalian para an**ng terima ini " ucap Seyla setelah ia berhasil menekan keyboardnya.


" hahahaha rasakan itu, anak biasiswa dari Bina Bangsa nih bos kok dilawan " ucap Seyla dengan sombong pada dirinya sendiri hingga.


ting


ting


ting


beberapa notifikasi dari ponselnya terdengar, saat ia lihat ternyata ada beberapa berkas seseorang dan beberapa uang tunai yang masuk kedalam rekeningnya dalam jumlah besar.


" widih 3M cuyyyy, usaha kaya gini menguntungkan juga yah, trus ini apa gw sebarin aja? Hmmmm, ngga tau lah ntar gw suruh mba Cindy aja deh " gumamnya dengan mata berbinar.


" uang banyak gini gw pake buat apa? Apa gw kirim ke ibu panti aja kali yah? Hmmmm, yaudah deh " gumamnya lagi sambil mengetik sesuatu ke ponselnya.


kenapa Seyla menggumamkan panti? Iya karena ia pernah tinggal di panti asuhan selama 1 tahun. Kenapa bisa? Itu adalah rahasiaaaa.


tok tok tok


saat Seyla sedang asik mengetik keyboardnya ia dikagetkan dengan suara ketukan pintu.


" dek, bang Jevan masuk yah? " ucap Jevano.


Seyla langsung saja menyudahi urusannya dan mengganti layar laptopnya ke salah satu film drakor yang sedang hist " iya bang masuk aja, ngga dikunci kok sama Seyla! " teriak Seyla.


" dek, lagi ngapain? " tanya Jevano saat melihat Seyla memangku laptopnya.


" lagi nonton drakor yang lagi ngehist itu loh bang " jawab Seyla santai tanpa raut wajah gugupnya.


" owh, dek didepan ada teman kamu. Tadi abang suruh Aska beli bakso, kamu kebawah gih makan bakso bareng sama teman kamu nanti keburu kehabisan " ucap Jevano masih diambang pintu.


" wihhh woke bang Seyla kebawah " ucap Seyla sambil mematikan laptopnya.


Seyla menuruni lantai menggunakan lift, ia melihat banyak orang berada diruang keluarga.


Seyla yang melihat itu langsung saja berlari dengan kencang.


" bang Aska..... Seyla mau baksonya dong satu porsi "


semuanya langsung tertawa terbahak bahak tak terkecuali dengan inti Icarus yang sudah memegang perut mereka.


" si ketos jadi tukang bakso dong hahahaha, udah pindah profesi ya bang hahaha " ucap Cakkra dengan tertawa sambil sesekali memukul bahu Aditiya.


" sakit woy, kenapa gw yang dipukul dah "


Seyla hanya memberikan cengiran khasnya kepada Alaska yang sudah menatap datar dirinya.


" biarin wleee, hehehe gantian " ucap Seyla sambil memeletkan lidahnya.


Seyla langsung saja duduk disamping Laila yang sedang menonton film di laptopnya bersama Sherina.


tak lama kemudian para pelayan pun datang dengan membawakan beberapa mangkok bakso dan memberikannya kepada Seyla dan teman temanya.


Seyla dengan mata berbinar melihat baksonya langsung saja akan mengambil sambal, tetapi tangannya langsung saja dihalangi oleh Alaster yang entah sejak kapan sudah duduk di sofa sebelahnya.


" jangan pakai sambal nanti kamu sakit perut " ucap Alaster sambil menggeser sambal tersebut ke depan Aditiya dan di terima baik olehnya.


Seyla mendelik tidak terima saat sambal itu sudah berpindah ke depan Aditiya. Saat ia ingin protes, ia langsung mendapatkan tatapan dingin dan intimidasi dari Alaster yang membuat Seyla ciut, alhasil ia tak jadi menyuarakan protessannya.


Seyla menghela napas pelan, ia akan menuangkan saus kedalam mangkuk baksonya, lagi lagi tangannya dicekal oleh Alaster. Seyla yang mulai frustasi hanya memberikan wajah sedihnya saja yang malah terlihat imut dimata Alaster.


" ada apalagi ka? " tanya Seyla dengan suara lemas.


" jangan banyak banyak, dan pake ini jangan cuman pake saus aja " ucap Alaster yang langsung merebut saus yang berada ditangan Seyla dan menuangkan kecap manis kemangkuk bakso Seyla.


" kak Aster, Seyla ngga suka makan bakso dikecapin " ucap Seyla yang mulai frustasi.


" ngga baik makan pedes cil, lu kan baru keluar dari rumah sakit " ucap Cakkra sambil tertawa melihat wajah frustasi Seyla.


" yakkkkk, pada ketawa aja trus sampai mati " ucap Seyla kesal dan langsung mendapatkan tepukan pelan di mulutnya oleh Alaster.


" jangan ngomong kaya gitu, aku ngga suka yah " ucap Alaster sambil menyuapi Seyla sesendok baksonya.


tanpa berkata apalagi Seyla langsung menerima suapan dari Alaster dan mulai memakan baksonya, dengan mulut yang melengkung kebawah Seyla mengunyahnya dengan mata berkaca kaca.


Sherina, Laila, Alaska, dan ketiga inti Icarus malah tertawa dengan terbahak bahak karena melihat wajah Seyla yang memakan bakso yang sangat manis itu.


" kakk!! liat geh mereka malah ketawa, gimana orang ngga mau kesel deh " adu Seyla kepada Alaster dengan wajah cemberut.


Alaster yang mengerti pun langsung menatap mereka dengan dingin dan mengintimidasi, membuat mereka semua ciut dan menghentikan tawanya. Alhasil ruangan tamu yang tadinya rame menjadi sepi karena masalah bakso.


beberapa menit kemudian satu persatu dari mereka telah menghabiskan baksonya, Seyla pun juga telah menghabiskan baksonya dengan satu suapan terakhir dari Alaster.


" khmmm " dehem Seyla yang membuat atensi mereka kearahnya.


Seyla tak peduli, ia hanya menarik sebentar leher bajunya dan langsung mengambil air putih yang berada dimeja.


selang beberapa menit lagi mereka semua telah menghabiskan baksonya, para pelayan pun langsung saja membereskan bekas makan mereka dan menggantinya dengan beberapa cemilan dan minuman untuk mereka.


" La, gw minjem charger hp lu si, gw soalnya lupa bawa charger " ucap Sherina.


" boleh, tapi ada dikamar gw, ntar gw ambil dulu lu mau ikut ngga? " tawar Seyla sambil berdiri dari sofa.


" boleh deh, sekalian gw mau minta lanjutan film yang kemarin kita tonton " ucap Sherina mengikuti Seyla.


" eits tunggu gw ikut! " ucap Laila yang akan mengikuti mereka.


" mau ngapain lu ngikut? Kita geh cuman bentaran doang " ucap Sherina.


" gw mau sekalian numpang ganti baju, gerah pake seragam sekolah mulu " ucap Laila santai.


" yaudah, kuy lah kita keatas " ucap Seyla yang langsung saja menggandeng tangan Sherina dan Laila untuk menuju lift.


beberapa saat kemudian mereka bertiga sudah berada di dalam kamar Seyla, ia pun langsung saja mengunci pintu kamarnya dan menutup gordeng.


" jadi lu ngapain manggil kita kesini " ucap Laila serius.


" deheman dan kerah baju, itu adalah kode yang diberikan ka Cindy buat kita kumpul disuatu tempat tanpa ketahuan siapa pun kan? " ucap Sherina dengan tersenyum.


" hehehe, wihh inget aja lu toa berjalan, sini sini duduk di sofa gw mau ngasih tau kalian sesuatu " ucap Seyla menyuruh kedua Sahabatnya untuk duduk.


" sembarangan sekali ente ngatain ane toa berjalan " ucap Sherina ngga terima.


" udah deh, jadi apa yang mau lu omongin La " ucap Laila sambil duduk si sofa.


" bentar gw ambil ipad dulu " ucap Seyla dan berlalu ke meja belajarnya untuk mengambil ipad yang tergeletak dimeja sambil memainkannya.


" nih liat " ucap Seyla sambil memberikan ipad tersebut yang menampilkan sebuah video rekaman CCTV.


tanpa banyak bertanya lagi Laila dan Sherina mengambil ipad tersebut dan memutar rekaman teresebut.


Sherina yang melihat video tersebut langsung saja wajahnya berubah menjadi warna merah seperti menahan amarah sampai video tersebut habis.


" BANG*S** "