
Teett....tett.......tett.....tett
bel tanda istirahat berbunyi dengan nyaring dan disambut sorakan senang oleh para murid Bina Bangsa yang sudah tak fokus pada pelajaran, mereka sudah sangat kelaparan bahkan ada juga diantara mereka yang sedang tertidur malah terbangun mendengar suara bell penyelamat itu.
" yuhuhh! Akhirnya! " ucap Sherina dengan gembira membuat Seyla dan Laila menggelengkan kepala melihat tingkah kekanakan sahabat mereka itu.
" seneng amat sih lu Na " kata Seyla sambil merapikan alat tulisnya dan nemasukannya kedalam tas.
" oh tentu saja La, soalnya pelajara ini tuh salah satu pelajaran yang paling gw ngga suka, bawaannya pengen tidur mulu dan juga bikin gw mabuk " ucap Sherina sambil menutup tasnya.
" lu mah emang tiap pelajaran begitu Na. Eh, tapi bukannya bagus ya? Jadi kalo misalkan lu mau mabuk ngga perlu lu ke club buat beli alkohol, tinggal lu buka aja tuh buku MTK trus lu pelajarin deh sampe lu mabuk " ucap Seyla yang malah membuat Sherina menggeram gemas.
" ngga gitu juga konsepnya bocil!! Rasanya gw pengen cubit ginjal lu deh La " kesal Sherina, Seyla dan Laila yang mendengar itu hanya terkekeh saja.
" udahlah, mending kita ke kantin yokk " ajak Laila membuat Sherina dan juga Seyla menoleh kearah Laila.
" hayuk, tapi gw mau ketoilet dulu bentar " ucap Seyla sudah berdiri dari bangkunya.
" eh, gw ikut La! Tungguin woyy " ucap Sherina sambil mengejar Seyla.
" GW TUNGGU LU BERDUA DIKANTIN YA! " teriak Laila kepada mereka berdua yang dibalas acungan jempol oleh Sherina.
Laila pun berdiri dari kursinya " woyy gemoy! Mau ikut kekantin ngga? " tanya Laila ke Hansen.
Hansen tak menjawab, ia langsung saja bangkit dari kursinya dan menarik tangan Laila, Laila hanya bisa pasrah saja karena ia lagi malas berdebat, setelah itu mereka berdua pun pergi meninggalkan kelas untuk menuju kantin.
saat ini Seyla dan juga Sherina sedang berada di toilet, Sherina dan Seyla keluar dari toilet mereka akan menyusul Laila sambil bercanda gurau.
" eh, bentar lu denger sesuatu ngga sih? " tanya Sherina, saat ini mereka sedang berhenti di pertengahan lorong menuju kantin.
Seyla langsung saja menajamkan pendengarannya, ia seperti mendengar sesuatu, akhirnya mereka berjalan mengikuti suara tersebut dan membuka sedikit pintu gudang yang memang dekat dengan mereka untuk mereka sekedar mengintip. Seyla dan Sherina membelalakan matanya saat didepan mata mereka ada perundungan.
" itu kasian banget ceweknya, tapi itu cewek kayanya kita kenal sama dia deh La? " tanya Sherina berbisik sambil melihat adegan tersebut.
" lu berani beraninya godain cowok gw, ini hadiah buat lu karena berani sentuh cowok gw "
gadis yang namanya tidak diketahui tersebut yang merupakan senior mereka menampar seorang gadis yang memakai kacamata sampai kacamata yang gadis itu kenakan terjatuh.
" eh, ternyata sekolah elit kaya gini masih ada aja perundungan ya ngga sih Na? " tanya Seyla dengan tersenyum dan dibalas senyuman oleh Sherina.
" maaf kak, aku ngga tau kalo dia pacar kakak, lagian aku cuman ngga sengaja terpeleset dan pacar kakak cuman tolongin aku doang kak, aku ngga bermaksud buat deketin ataupun cuman godain pacar kakak kok " jawab gadis yang dirundung itu.
" alah bacot, gw ngga suka yah punya gw disentuh sama orang lain apalagi sama lu. Gw peringatin sama lu yah, lu tuh junior disini jangan ganjen lu jadi cewek " ucap perundung itu sambil menarik rambut gadis yang dirundung tersebut.
gadis yang dirundung itu hanya diam saja, Seyla dan Sherina yang sedang mengintip masih saja tersenyum, mereka berdua pun saling lirik dan Seyla menganggukan kepalanya. Sherina langsung saja memberikan ponselnya ke Seyla dan Seyla membuka ponsel tersebut dan merekam semua kejadian di toilet itu.
tamparan, jambakan, dan siraman yang diterima gadis berkacamata itu sudah terlihat jelas direkaman ponsel Sherina, setelah puas merekam kejadian perundungan itu Seyla memberikan ponsel tersebut kepemiliknya, tanpa banyak drama lagi Seyla langsung saja mendobrak pintu gudang tersebut sampai Sherina hampir saja tersungkur kedepan karena tidak siap.
Seyla langsung saja memasuki gudang tersebut tanpa memperdulikan umpatan temannya itu.
kedua senior tersebut menatap kaget kearah Seyla, mereka sedikit terkejut karena kedatangan gadis itu yang mendadak.
" siapa lu? " tanya senior tersebut yang bernama Sisi.
" Sisi dia itu yang kemarin berantem sama Mauren " bisik temannya.
Seyla tak memperdulikan Sisi, gadis itu berjalan kearah gadis berkacamata itu dan mencoba untuk membangunkan gadis itu. Seyla pun langsung saja terkejut, yah terkejut karena gadis berkacamata yang dirundung itu adalah teman sekelasnya pas SMP dulu.
" eh Melly? " tanya Seyla kaget.
" Se-Seyla " jawab gadis itu dengan sedikit meringis menahan sakit.
Sherina pun langsung saja berjalan menghampiri Seyla dan Melly, untung saja Sherina menggunakan jaket jadi ia langsung saja menutupi tubuh Melly dengan jaketnya dan membawa Melly menuju UKS.
" lu berani beraninya bawa dia keluar? Gw ngga ada urusan sama lu ya " tunjuk Sisi.
" apa siswa di sekolah elit Bina Bangsa ini kelakuannya pada bejat ya? " tanya Seyla dengan santai.
" maksud lu apa? Jadi orang ngga usah sok pahlawan deh lu " marah Sisi masih menujuk wajah Seyla dengan jarinya.
" heran gw mah, masa sekolah elit kaya gini bisa dimasukin sama hewan buas si? Hmmm penangkaran hewan buas itu kurang kuat kali ya? " tanya Seyla dengan tersenyum kearah Sisi.
Sisi langsung saja mengepalkan kedua tangannya " sialan lu " Sisi maju dan akan menampar Seyla, namun Seyla yah tetaplah Seyla, ia memiliki refleks yang bagus jadi gadis cantik itu bisa dengan mudah menghindari dari tamparan Sisi. Bukan hanya menghindari, Seyla sedikit mutar kebelakang untuk memegang tangan Sisi.
" aw, aw, lepasin woy! " ucap Sisi.
mendengar itu Seyla tentu saja tidak akan melepaskan tangan Sisi, dengan tersenyum menyeramkan ia melilit tangan itu semakin kencang.
" woyyy! Bantuan gw, kenapa pada diem aja sih "
" Sorry Si, kita ngga bisa bantu lu " ucap teman Sisi dengan masih melihat tangan Sisi dengan tatapan ngeri.
" gw peringatin sama lu yah, jangan pernah mendekati ataupun menyentuh teman gw, kalo lu berani sedikit aja nyentuh dia lu pasti tau kan apa yang akan gw perbuat terhadap lu Sisi si anak haram keluarga Abraham " ucap Seyla tepat ditelinga Sisi sambil menyeringai.
Sisi langsung saja terkejut dengan ucapan Seyla ' kenapa cewek ini bisa tau kalo gw anak haram keluarga Abraham sih ' batin Sisi menatap ngeri Seyla yang masih menunjukan seringaiannya dihadapan Sisi.
Sisi langsung saja menganggukan kepalanya " g-gue akan minta maaf keteman lu, tapi lu harus rahasian soal gw anak haram " ucap Sisi pelan sambil terbata.
" good girl " ucap Seyla masih dengan seringaiannya, Seyla pun melepaskan cekalan tersebut sambil mendorong Sisi kedepan, Seyla berlalu pergi meninggalkan Sisi yang tersungkur kebawah.
" ohiya, kakak sekarang ke UKS ya " ucap Seyla dari balik pintu sambil tersenyum penuh arti kearah Sisi yang masih tersungkur.
Sisi yang melihat senyum Seyla pun hanya mengangguk patuh, Seyla yang melihat itu tersenyum dan pergi dari gudang itu.