SEYLA DIANDRA

SEYLA DIANDRA
BAB 8



" ha - ha - ha " Seyla pun ikut tertawa bersama mereka, karena merasa lucu bahwa diri nya di sebut abis open BO oleh para pecundang yang mainnya keroyokan ini.


" kalian itu para cenayang yah? Btw nih yah, gw emang mau pulang, tapi arah jalan gw lewat sini, gimana gw mau lewat sedangkan kalian ngalangin jalan gw. Kalian kalo pada mau tauran itu bisa ngga sih jangan di tengah jalan? Ngeganggu orang aja " kata Seyla.


" Oh iya, sebelum lu pada ngatain gw open BO atau apalah itu. Gw pengen nanya lu semua itu laki apa cewek? " tanya Seyla.


Salah satu dari mereka yang memiliki luka di wajah menatap tajam " Apa maksud lo? " tanya nya marah.


" ya, gw ngga ada maksud apa apa sih. Cuman gw mikir, mereka berempat lah kalian lima belas orang. Ngga imbang dong, kalian itu pengecut! "


" jaga omongan lo! Semuanya serang cewek ngga tau diri itu "


Hansen membulatkan mata nya saat dua buah pisau datang dari arah depan Seyla. Sementara itu Seyla masih berdiri di tempatnya. Ketika pisau itu sudah lewat yang berhasil di hindari oleh Seyla, ia pun langsung menendang mereka.


'Bugh'


'Bugh'


'Bugh'


'Krek '


"Akhhh!"


Serangan terus di layangkan oleh Seyla. Tak lupa juga di ikuti oleh senyuman manis milik nya yang malah membuat lawan nya merinding.


Dua puluh menit berlalu, ke sepuluh dari mereka akhir nya tumbang. Kini hanya tersisa dari ketua mereka saja yang menatap tajam Seyla. Ia mengepalkan tangan marah, karena anak buah nya terkapar dengan babak belur.


" gw akan menghabisi lu gadis sialan! "


'Bugh'


Seyla terbelalak kaget saat tubuh pria itu tersungkur ketika mendapatkan tendangan telak di perutnya. Pelaku nya adalah seorang pria yang tiba tiba saja datang dan melakukan hal itu. Seyla pun melihat siapa pria yang mengganggunya berantem itu. Mata nya berkedip lucu saat wajah tampan menyapa mata coklat karamel milik nya.


" gileeee cakep bener, makkk Seyla ketemu cogan makkkk! " ucap Seyla tentu saja dalam hati kalo ngga kan bisa malu dia. Karena jiwa cogan nya meronta ingin di tuntaskan. Alis mata tebal, bibir nya sedikit tebal dan seksi, serta mata nya menatap tajam kaya elang yang lagi mencari mangsa tajem beut ( lebay kali emang yah bocah satu ini ).


" bereng!!! Cabut semua nya, inget gw akan bales lu cewek sialan! " tunjuk lelaki itu ke arah Seyla dan lelaki yang ada di belakangnya. Semuanya pergi dari sana menyisakan mereka saja. Pria itu berbalik menatap gadis di depannya lekat. Yang di tatap hanya menaikan sebelah alis nya saja. Percaya lah meski Seyla sok jual mahal, tapi ada binar di mata bernetra coklat karamel yang cantik miliknya itu.


Tanpa aba aba laki laki itu langsung menarik tangan Seyla menuju sebuah motor sport milik nya yang berwarna hitam yang tak jauh dari tempatnya tauran itu. Lelaki itu langsung menggendong Seyla dan menaikan nya di jok belakang motor sport tersebut.


" woy! Lu mau bawa gw kemana " tanya Seyla kaget


" rumah sakit " jawab cowok itu yang tak lain dan tak bukan adalah Alaster ketua nya geng Icarus tersebut.


" ehhh rumah sakit! " teriak Seyla " lebih baik lu bawa gw ke restaurant aja dari pada ke rumah sakit, gw laper! " lanjut Seyla dengan wajah memelas nya mencoba membujuk itu yang malah terlihat lucu di mata Alaster.


" ngga, luka lu harus di obatin biar ngga parah " tolak Alaster yang membuat ke tiga sahabat nya cengo untuk kedua kali nya.


" tapi gw laper! Lagian geh yah gw itu cuman dapet luka lebam itu geh dikit doang bukan nya luka terbuka atau ngga kepala bocor, jadi ini bisa cepet sembuh kok. Yah plisss! Kita ke restaurant aja gw udah laper banget! " ujar Seyla masih mencari alasan supaya tidak ke rumah sakit " bisa gawat kalo gw ke rumah sakit " lanjutnya tentu saja dalam hati.


" ck, yaudah kita ke restaurant " ucap lelaki itu pada akhirnya " dan buat lu bertiga pulang aja dan obatin luka kalian " lanjutnya menyuruh ke tiga teman nya untuk pulang dan mengobati luka mereka yang habis berantem.


10 menit berlalu akhirnya motor sport hitam milik Alaster berhenti di sebuah restaurant. Mereka berdua pun masuk kedalam restaurant tersebut yang membuat seluruh atensi pelanggan restauran melihat ke arah mereka berdua.


" gile berasa ngeliat artis gw "


" udah cowok nya ganteng, trus cewek nya juga cantik cocok banget "


" ehhh tapi itu kenapa muka mereka berdua pada biru yah "


" tapi masih tetep cantik sama ganteng sih "


Ucap seluruh pelanggan restaurant tersebut yang mengarah pada mereka berdua.


Mereka pun duduk di pojok dekat jendela, Alaster pun memanggil seorang pelayan.


" ya tuan muda, anda ingin memesan sesuatu? " tanya pelayan itu.


" nasi goreng 2, jus jeruk 2, sama bawain kotak P3K " jawab Alaster, untuk Seyla? ia hanya menatap mereka berdua diam.


" baik, tuan muda mohon tunggu sebentar " ucap pelayan tersebut lalu pergi menyiapkan pesanan mereka.


" kita kesini mau makan? " tanya Seyla dengan bodohnya, Alaster hanya menatap datar diri nya.


" mau nonton bola, yah mau makan lah! Sama tuh ngobatin luka lu " ucap Alaster kesal, Seyla yang mendengar nada kesal Alaster itu malah nyengir.


" bayari yah "


" hmmm "


Tak lama kemudian pelayan tersebut membawa pesanan Alaster. Mereka makan terlebih dahulu barulah Alaster mengobati luka di wajah Seyla dan Seyla yang kasihan melihat wajah Alaster yang babak belur begitu ia pun membantu mengobati luka Alaster. Setelah nya Alaster pun mengantar Seyla pulang ke kontrakan nya.


" Thanks yah, buat makanan dan nganterin gw pulang ka Aster, gw Seyla lu bisa panggil gw Seyla atau apapun itu lah " ucap Seyla berterima kasih dan mengulurkan tangannya untuk berkenalan.


Alaster tersentak kaget kenapa ia memanggil nama nya dengan nama masa kecilnya yang di berikan oleh seseorang " ehmmm ternyata bener " gumam nya dengan tersenyum tanpa di dengar dan di lihat oleh Seyla.


Melihat tangannya masih mengambang di udara, Seyla pun menarik tangan nya kembali.


" yaelahhh kalo orang salaman di balas napa sih " ucap Seyla marah.


Bukannya ngebales Alaster hanya terkekeh saja.


" Alaster, nama saya Alaster bukan Aster " jawab Alaster sambil mempertahankan wajah datar nya dihadapan gadis tersebut.


" nama lu kepanjangan ka, mending gw panggil Aster aja biar lebih gampang " ucap Seyla memberi masukan.


" terserah kamu saja " ucap Alaster sambil menaiki motor nya " kalo begitu saya pamit pulang dulu, lebih baik kamu masuk dan kunci pintu sudah malam ini " lanjutnya menyuruh Seyla untuk masuk.


Seyla pun mengangguk dan langsung masuk kedalam kontrakan tercinta nya itu.


" hmm manis " ucap Alaster setelah Seyla masuk kedalam. Ia pun segera menyalakan motor nya dan meninggalkan kontrakan Seyla untuk kembali ke rumah nya.