SEYLA DIANDRA

SEYLA DIANDRA
BAB 29



" baiklah rapat kali ini sudah selesai, untuk bagian keamanan tolong dilihat lagi yah gerbang belakang dan depannya soalnya udah beberapa hari ini banyak keluhan dari guru karena siswa yang membolos " ucap Alaska menutup rapat osis.


" iya Ka! " ucap anggota osis serempak.


Alaska langsung menghela napas lelah dan meregangkan otot ototnya setelah para anggota osis keluar dari ruangan.


setelah membereskan beberapa berkas rapat tadi, Alaska langsung berjalan keluar untuk membeli beberapa makanan di kantin karena ia belum sempat memakan sesuatu.


saat Alaska membuka pintu ia dibuat terkejut dengan kedatangan Laila dan Sherina dengan tatapan dingin, dibelakang mereka berdua sudah ada inti Icarus dengan raut wajah berbeda. Cakkra dan Aditiya dengan tatapan bingung, Hansen masih fokus dengan aipad nya, sedangkan Alaster sama seperti Sherina dan Laila ia menunjukan tatapan intimidasi ke Alaska karena telah berani mencoba menculik miliknya.


" apa maksudnya ini? Ada apa kalian kesini? " tanya Alaska bing-khm sok bingungnya.


" jangan banyak bacot! Dimana Seyla " ucap Laila to the point.


" apa maksud kalian? Sebaiknya kalian semua kekelas sekarang, udah mau bel masuk " ucap Alaska enggan menjawab pertanyaan dari Laila.


" jawab pertanyaan gw sekarang! Lu bawa kemana Seyla! " ucap Laila menarik kerah seragam Alaska kuat.


" apa maksud kamu saya ngga ngerti, bisa kamu lepaskan tangan mu itu kita bisa bicarakan ini baik baik. Dan bisa kan kalian jangan menuduh orang sembarangan " ucap Alaska mencoba tetap tenang menghadapi kedua sahabat adiknya dan inti Icarus.


merasa kesal dengan jawaban kakak kelasnya itu, membuat Laila enggan melepaskan kerah Alaska.


BUKKK..


Laila, Sherina, dan ketiga inti Icarus dibuat terkejut dengan pukulan Alaster yang mengenai wajah Alaska dengan keras hingga cengkraman dari Laila terlepas dan sedikit membuat Laila oleng. Untung saja Hansen tepat berada dibelakang Laila dan menangkap tubuh nya supaya tidak terjatuh.


" lu ngga papa? " tanya Hansen.


" hmmm thanks " jawab Laila yang langsung saja berdiri karena malu.


Hansen tidak memperdulikan itu, ia langsung saja fokus dengan aipadnya yang masih mencari keberadaan keluarga Adhitama.


sementara itu Alaster akan memukul wajah Alaska lagi tetapi ia dicegah oleh Cakkra dan Aditiya.


" udah Al udah jangan berantem disini, Al liat dia udah bonyok gitu kalo lu tambahin lagi bisa runyam urusannya " ucap Aditiya sambil menarik tubuh Alaster. Tapi hasilnya nihil Alaster berhasil lepas dari kedua sahabatnya dan segera saja ia langsung mencengkram seragam Alaska.


" jangan bertele tele saya tau anda berbohong, jawab saja pertanyaan saya dimana kalian membawa Seyla Diandra! Kalo kamu tidak mau menjawab akan saya buat keluarga angkat kamu menderita gimana hmmm? " ancam Alaster tepat dikuping Alaska yang membuat sang empunya bergidik ngeri.


menyadari posisinya terpojok dan kalo ia tidak menjawab maka keluarga yang telah merawatnya menderita, akhirnya Alaska akan membuka mulutnya. Dia menyingkirkan cengkraman tangan Alaster dari kerah bajunya dan akan membuka mulutnya tetapi ia kalah cepat dari Hansen.


" gw tau dimana tempatnya bang! Gw udah kirim kalian alamatnya " ucap Hansen.


langsung saja Sherina, Laila, dan inti Icarus menuju alamat yang telah Hansen kirim ke ponsel mereka. Melihat itu Alaska langsung mengikuti mereka yang akan kerumahnya.


para inti Icarus pun langsung saja menaiki motor sport mereka, sedangkan untuk Sherina dan Laila mereka berdua menaiki mobil Laila. Melihat itu Alaska pun langsung saja masuk kedalam mobil Laila yang membuat kedua orang yang berada didalam terkejut.


" lu ngapain kesini sih ka!! " marah Sherina sementara untuk Laila ia tidak memperdulikan Alaska yang menumpang dimobilnya, Laila pun langsung saja melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


" kalo saya ngga ikut kalian bisa ngacak ngacakin rumah saya " ucap Alaska santai.


Sherina hanya mendengus malas, ia malas berdebat dengan kakak kelas sekaligus kakak angkat dari sahabatnya itu.


mengapa mereka bisa langsung bolos seperti itu? Yah karena seperti pagi tadi, gerbang sekolah terbuka lebar tanpa ada satpam yang menjaga. Jadi mereka bisa dengan mudah membolos.


mereka berangkat dengan penuh tekat untuk membawa Seyla keluar dari rumah keluarga yang tak memperdulikan Seyla. Tapi saat mereka telah sampai di mansion megah keluarga Adhitama, mereka dikejutkan oleh sesuatu yang sangat tidak ingin mereka lihat.


ada seseorang yang terjatuh dengan darah yang mengalir dari kepalanya. Sherina dan Laila beserta inti Icarus langsung saja berlari kearah tubuh yang tergeletak ditanah dengan darah yang berada ditubuhnya hingga baju yang ia pakai berubah warna menjadi merah. Mereka pun langsung berlari dan berteriak tak terkecuali dengan Alaska.


" SEYLAAA!!!!! "


tubuh Seyla pun langsung saja di bawa oleh Alaska kedalam mobil Laila, Laila langsung saja melajukan mobilnya kaya orang kesetanan ia tak memperdulikan umpatan dari pengendara lain, yang penting ia bisa cepat sampai dirumah sakit. Sementara itu Alaster memangku kepala Seyla dan memanggil manggil namanya supaya Seyla terbangun.


dirumah sakit sudah terhitung beberapa jam Seyla ditangani oleh dokter. Alaster, Jevano, mamah Rose, Alaska, Sherina, dan ketiga inti Icarus masih berada diruang tunggu. Tubuh mereka lemas dan masih tidak percaya dengan apa yang telah terjadi, sementara untuk Laila ia masih menelepon paman serta bibi Seyla yang masih menjadi walinya. Jevano sedang menenangkan mamah Rose yang sedang menangis, ia mengepalkan tangannya yang bergetar hebat ' ya tuhan tolong jangan bawa Seyla.. Masih banyak hal yang pengen kami rubah dan perbaiki untuk Seyla. Tolong jangan beriakan kami cobaan lagi ya tuhan ' batin Jevano.


Laila datang dan langsung duduk disamping Sherina yang sedang menatap ubin rumah sakit dengan tatapan kosong.


satu jam pun berlaru paman serta bibi dari Seyla datang ke rumah sakit dengan perasaan khawatir. Termasuk dengan sang bibi walaupun ia tidak suka dengan Seyla tak bisa dipungkiri lagi bahwa Seyla adalah keponakan yang telah ia rawat selama 4 tahun.


" Laila Seyla mana? Di ngga kenapa kenapa kan? " tanya paman Leo paman Seyla kakak kandung dari mamah Rose.


" paman tenang, Seyla ada didalam dia masih diperiksa sama dokter paman " jawab Laila cepat.


" kakak " ucap mamah Rose.


" Rose, Jevano kenapa kalian bisa ada disini? Apa kalian yang buat Seyla begini hah!!! Jawab Rose! " ucap paman Leo dengan marah.


Laila pun langsung menenangkan situasi supaya tidak ada pertengkaran karena mereka masih berada di rumah sakit.


" paman udah jangan marah marah dulu, kita masih ada dirumah sakit. Laila takut kalo paman marah marah nanti bisa menghambat dokter yang mengobati Seyla paman " ucap Laila sambil melirik kearah sherina yang menatap mereka dengan tatapan dingin dan kosong.


paman Leo pun menghela napas kasar, ia mengikuti saran dari Laila, ia dan istrinya langsung duduk di dekat Alaster yang memang sebelahnya kosong dan karena kursi yang berada di rumah sakit itu panjang kesamping ( yah kalian tau kan ya ) jadi muat untuk mereka semua duduk.


tak berselang lama, pintu ruangan akhirnya terbuka dokter pun keluar, Alaster pun langsung saja menghampiri dokter tersebut.


" kak gimana kondisi Seyla? Dia baik baik saja kan? " tanya Alaster ke dokter itu, dokter yang menangani Seyla adalah Marvel kakak kembar dari Alaster. Pas didalam mobil Laila Alaster sempat menelepon kakanya yang merupakan seorang dokter muda yang berbakat untuk menangani Seyla.


Marvel pun hanya menggeleng kepala pelan dan memegang pundak Alaster " maaf Al, kakak ngga bisa banyak membantu, pendarahan otak pada pasien akibat benturan sangat parah, ditambah tulang pada bagian tangan dan luka pada bagian leher yang cukup parah. Saat ini pasien telah dinyatakan koma Al " ucap Marvel dengan tatapan sedih melihat adiknya.


Alaster dan yang lainnya langsung saja menangis apalagi dengan kedua sahabat Seyla seakan akan nyawa mereka ilang entah kemana.


" saya akan membawa pasien ke ruang ICU untuk perawatan lebih intensif dan pemantauan yang ketat " ucap Marvel.


" dok tolong sembuhkan anak saya, jangan biarkan dia pergi lagi dok " ucap nyonya Rose.


" kami akan melakukan semaksimal mungkin, dan kalian harus terus berdoa karena kesembuhan ada ditangan tuhan sedangkan saya hanya perantara saja "


" iya dok "


tak lama suster pun keluar dari ruangan sambil mendorong ranjang yang ditidurin Seyla dengan wajah pucat yang memakai masker oksigennya.


hari semakin malam dan yang tersisa di luar ruangan ICU telah sedikit karena yang lain sudah disuruh pada pulang oleh paman Leo. Disana hanya tersisa Alaster, Jevano, mamah Rose, paman Leo, Alaska, serta kedua sahabat Seyla yang masih setia msnunggu sahabat mereka.


Alaster dan yang lain menatap Jevano dan mamah Rose dengan tatapan yang meminta penjelasan apa yang telah terjadi.


" jadi bisa kalian ceritakan kenapa Seyla bisa seperti ini " ucap paman Leo dengan penuh penekanan.


Jevano pun langsung menghela napas kasar dan mulai bercerita.


" jadi gini ceritanya paman..... "