SEYLA DIANDRA

SEYLA DIANDRA
BAB 27



Mata Seyla membulat sempurna saat terbangun disebuah ruangan yang ternyata ia berada di dalam kamar yang menurutnya tak asing.


disana ia melihat terdapat seorang anak perempuan dengan beberapa luka berada ditubuhnya yang kemungkinan anak perempuan tersebut berusia 11 tahun.


disana anak perempuan tersebut sedang terduduk disamping kasur miliknya dengan menggenggam sebuah kotak P3K yang kemungkinan akan ia gunakan untuk membersihkan beberapa luka yang keliatan masih baru ditubuhnya tersebut.


merasa tak asing dengan suasana serta anak tersebut, Seyla pun langsung saja mendekati anak itu. Saat ia dekati, betapa kagetnya Seyla bahwa anak tersebut sangat mirip dengannya.


Seyla sangat tak suka dengan situasi ini akhirnya ia pun duduk disebelah anak itu, ia pun mulai melambai lambaikan tangannya dihadapan anak tersebut yang sedang menggenggam kotak P3K itu dengan tatapan kosong. Namun, anak itu tak menyadari kehadiran dirinya, Seyla pun segera saja ingin menyentuh anak tersebut, tetapi hasilnya nihil tangannya malah menembus tubuh anak itu.


Seyla pun segera berdiri dengan tatapan terkejut.


" ngga ngga ngga!! Ngga mungkin!!! " teriak Seyla.


yaps bagaimana ngga mungkin, bahwa situasi ini adalah situasi yang ngga akan pernah ia lupakan. Benar situasi yang mana saat ia merencanakan akan membakar rumah tersebut dengan seseorang yang berada didalamnya karena ia sudah muak dengan perlakuan orang tersebut dengan dirinya.


" satu, dua, tiga, hahhh sebentar lagi yah " ucap anak tersebut dengan seringaian.


hal itu pun membuat Seyla terkejut. Anak itu pun langsung saja berdiri dari duduknya dengan membawa sebuah obor dan korek api yang berada di bawah kasur yang ia duduki. Setelah itu ia pun menuju ke lemari pakaiannya serta membuka lemari tersebut, ia langsung saja menarik sesuatu yang berada didalam lemari tersebut dan terbukalah sebuah ruangan kecil dan gelap. Tanpa menunggu lama lagi anak itupun langsung saja masuk kedalam ruangan gelap itu dengan tak lupa ia menyalahkan obor yang berada ditangannya dan langsung saja ia menutup ruangan itu.


Seyla tahu ruangan tersebut, ruangan itu adalah tempat ia menyembunyikan dirinya ketika ia diamuk oleh seorang pria yang sayangnya adalah ayah kandung dari Seyla.


Seyla pun langsung saja menghampiri lemari tersebut dan akan membukannya, tetapi hasilnya nihil lemari tersebut ketika akan dibuka tangan Seyla malah nembus sama seperti saat ia akan menyentuh anak kecil tersebut.


" sia! Sia! Sia! Kenapa malah tembus!! Ngga ngga ngga! " ucap Seyla frustasi.


selang beberapa menit ruangan tersebut pun meledak dan itu membuat pandangan Seyla buram dan iapun tidak dapat melihat sesuatu yang ada hanyalah kegelapan.


" hahhhh hahhh hahhhh " Seyla pun terbangun dari tidurnya dengan napas yang memburu.


" air " ucapnya setelah itu iapun langsung mengambil air yang berada dimeja sebelah kasurnya.


setelah meminum air putih dengan rakus, iapun langsung termenung mengingat apa yang barusan ia mimpikan.


" menjijikan yah, ternyata selama ini mereka hidup tenang tanpa memperdulikan kita " ucap seorang perempuan yang berada didepan Seyla


" Hera!! " ucap Seyla marah.


" hahahaha jangan marah gitu dong, seharusnya kamu kangen dengan ku Seyla " ucap perempuan tersebut yang tak lain adalah Hera.


" dihh ngarep, apa untungnya gw kangen sama lu, emang lu siapa gw heee " ucap Seyla malas.


" hahahaha apa kamu bodoh Seyla? Aku dan kamu adalah satu, dan ingat satu hal Seyla kita yang melakukan kebakaran itu " ucap Hera dengan tatapan kelam dan senyum.meremehkan.


" BERISIK!! Gw ngga pernah ngelakuin itu, rencana itu semua karena ulah lu anj**g!! " ucap Seyla marah.


" hmmm tapi bukannya kamu ikut andil yah, bahkan didalam diri kamu, kamu merasa puas apa yang kita lakukan 4 tahun yang lalu. Sabaiknya kamu jangan munafik Seyla, kita itu sama " ucap Hera dengan polos setelah itu ia pun langsung duduk disebelah Seyla dengan mengoyangkan kedua kakinya.


" hahhh aku merasa bingung dengan keluarga kita Seyla, kenapa mereka merasa bersalah sama kita ' kakak akan membuat mu bahagia, kita akan selalu menjaga mu dan membuatmu bahagia ' hahaha munafik aku pikir mereka hanya bersimpati dan merasa kasihan kepada perempuan seperti kita yang ngga pernah dianggap ini " ucap Hera sambil melirik ke arah Seyla dengan seringaiannya.


Hera pun langsung saja berdiri dan berpindah kehadapan Seyla.


" aku kasih tau dengan mu yah, yang kamu lakukan saat ini adalah hal yang sia sia saja. Kamu hanya ingin hidup tenang dan kamu tidak mau dihantui bayang bayang masa lalu yang kejam itu kan? Hahahaha omong kosong! Sama seperti aku, aku hanyalah altar ego yang berada didalam masa lalu mu. Semakin kamu melupakan ku maka semakin kuat juga diriku bahkan aku bisa saja keluar dan akan menghancurkan semua yang kamu miliki ka Alaster, Sherina, Laila, para inti Icarus, Paman, Bibi, serta keluarga toxic mu akan ku hancurkan. Maka sekuat apa pun kamu melupakan ku dari masa lalu, maka aku akan semakin kuat untuk menguasi dirimu " ucap Hera tepat di depan wajah Seyla.


" kamu tau kita hidup itu tidak ada artinya bagi semua orang karena kita adalah seorang sampah yang harus dibuang, hanya kematian yang dapat mengakhiri penderitaan ini. Jadi Seyla berdiri dan lompatlah disitu, setelah itu kita berdua akan mendapatkan kebebasan yang kita inginkan " ucap Hera sambil menunjuk kebalkon kamar Seyla.


Seyla pun hanya menatap Hera dengan tatapan kosong dan penuh permusuhan.


" INI SEMUA KARENA LU!! HARUSNYA LU PERGI DARI KEHIDUPAN GW!!" teriak Seyla dengan marah tepat dewajah Hera.


" hahahahahahaha " Hera pun langsung tertawa dengan kencang.


" aku tau Seyla bahwa di lubuk hatimu kau sudah muak dengan hidup mu yang kejam ini bukan? Dan kamu sangat menginginkan kematian. Kerena kedua sahabatmu melarang kamu untuk melakukan itu jadi yang bisa kamu lakukan saat ini hanyalah melanjutkan hidupmu dengan senyum palsu kamu itu. Kamu berpura pura menjadi baik dihadapan semua orang "


" diam! "


" kamu bahkan berpura pura tersenyum di depan kedua sahabat mu dan semua orang, kamu bahkan melakukan semua hal itu dengan bayangan bayangan masa lalu mu. Hahahahaha kamu benar benar licik Seyla "


" diam! "


" hahahaha tapi jangan khawatir Seyla, kan masih ada aku yang akan selalu bersama mu. Jadi selama kamu hidup aku akan selalu bersama mu sampai ajal menjemputmu dan sampai kamu siap untuk menjemput ajal karena kita itu satu Seyla jadi camkan itu yah hahahahaha " ucap Hera tepat didepan Seyla setelah puas ia pun langsung berdiri dan tertawa dengan kencang.


" DIAM LU ANJ*N* BERISIKK!!! PERGI LU SANA " ucap Seyla sambil melemparkan barang kesembarang arah.


saat sedang berjalan kearah kamar Seyla untuk memberikan makanan untuk Seyla, saat ditengah jalan mamah Rose ibu kandungnya Seyla dikejutkan oleh anak sulungnya.


" mamah mau kemana? " ucap Jevano saat melihat sang ibu membawa nampan yang berisi makanan.


" yaampun nak kamu ngagetin mamah aja, ini mamah mau ke kamar Seyla. Mamah mau ngasih Seyla makanan soalnya dari semalem dia belum makan, jadi mamah khawatir kalo Seyla sakit jadi mamah bawain dia makanan " ucap mamah Rose dengan raut wajah khawatir.


" owh yaudah mah sini Jevan bawain sekalian Jevan juga mau ngeliat Seyla " ucap Jevano sambil mengambil alih nampan yang berisi makanan.


mereka pun berjalan beriringan menuju kamar Seyla. Tetapi betapa kagetnya mereka, saat berada di depan pintu kamar Seyla mereka berdua mendengar suara kegaduhan didalam kamar tesebut. Tanpa menunggu lama lagi Jevano pun langsung saja mendobrak pintu kamar Seyla, ia takut terjadi sesuatu dengan Seyla.


" dek suara ribut apa itu! " ucap Jevano


degh degh degh


Jevano pun pangsung terkejut karena menemukan Seyla berada di balkon kamarnya dengan melemparkan beberapa barang ke arahnya.


Sementara itu di Rooftop gedung sayap kiri sekolah Bina Bangsa terdapat ketiga inti Icarus sedang berkumpul untuk menunggu pacar ketua mereka serta kedua sahabatnya. Saat mereka sedang asik mengobrol, mereka dikejutkan dengan dobrakan pintu yang dilakukan oleh kedua sahabat Seyla dan Hansen.


BRAKKKK


" gawattttt Seyla ilangg!!! " ucap Sherina setelah mendobrak pintu rooftop yang membuat ketiga inti Icarus kaget.


" apa!! " jawab ketiga inti Icarus bersamaan.