SEYLA DIANDRA

SEYLA DIANDRA
BAB 32



" maksud lo? " tanya Sherina yang belum konek.


" arghhhhh!! " jerit Seyla sambil memegang kepalanya yang membuat semua orang yang berada disana merasa cemas.


" La lu kenapa? Mana yang sakit La? " tanya Sherina heboh saat melihat Seyla memegang kepalanya.


" k-kalian si-siapa yah? " tanya Seyla masih memegang kepalanya.


seketika semua yang berada disana terkejut dalam diam saat mendengar pertanyaan Seyla.


" La jangan bercanda deh, ini kita berdua sahabat lu trus mereka berempat ini dedemitnya Icarus La " jawab Sherina dengan eksperesi terkejut.


" apa? Gw ngga kenal kalian deh, emang ada yah dedemit disini " ucap Seyla polos, ia melepaskan tangannya dari kepalanya yang sudah tidak terasa pusing lagi.


" ada ini " ucap Sherina refleks.


" La jangan bercanda deh, ini ngga lucu tau " ujar Laila dengan mata berkaca kaca.


" lu beneran ngga inget kita? Jangan bikin panik deh La " ucap Cakkra.


" tapi gw beneran ngga tau kalian siapa " ucap Seyla.


" La jangan gini sih hiks " ucap Sherina.


Sherina dan Laila langsung saja memeluk Seyla dari samping kanan sambil menangis.


" lu hiks jangan lupain kita La hiks, jujur La lu cuman sandiwara doang kan hiks hiks " ucap Laila masih memeluk Seyla.


Alaster hanya diam saja dengan tatapan datar ke arah pacarnya itu " udah baby jangan bercanda lagi, kasian mereka " ucap Alaster yang mengetahui maksud semuanya sambil mengusap rambut Seyla.


yang lain pun hanya diam saja menghentikan tangis mereka karena masih belum konek dengan apa yang Alaster bicarakan.


" eh tunggu, Seyla!! " ucap Laila yang langsung saja melepaskan pelukannya dan menekankan kata Seyla.


" dih kak ngga asik lu " ucap Seyla sambil memajukan bibirnya.


" hehehehe gw cuman bercanda doang kok, mana ada gw lupa sama kalian " ucap Seyla cengengesan karena telah berhasil mengerjai temannya.


" heh anaconda, kita udah pada nangis eh mala lu prank nji!! " ucap Sherina ngegas sambil melepaskan pelukannya, untuk Laila ia sudah duduk di sofa duluan karena kesal dengan sahabatnya itu.


" sorry gw cuman ngetes kalian doang kok " ucap Seyla.


" udahlah gw ngambek sama lu La, udah sana pada bubar pergi ke tempat masing masing sana " ucap Sherina mengusir inti Icarus.


" yeee kaleng rombeng, lu kira kita mahkluk astral apa " ucap Hansen sambil berlalu pergi dan duduk di sofa sebelah Laila yang sedang menonton film dilaptop Hansen.


Seyla hanya tersenyum saja karena telah berhasil mengerjai teman temannya.


" kamu ini yah seneng banget ngerjain mereka " ucap Alaster sambil mengusap pipi Seyla.


" hihihihi lagian lucu sih mereka kalo dikerjain " ucap Seyla masih terkekeh.


" dasar kamu ini, apa ada yang sakit sayang? " tanya mamah Rose dengan tatapan khawatir.


" hmmm kepala Seyla masih pusing sih mah " jawab Seyla.


mamah Rose langsung saja tersenyum senang karena mendapatkan tanggapan baik dari Seyla.


" tahan sebentar yah nak, bang Jevan lagi manggil dokter dulu " ucap mamah Rose sambil mengusap kepala Seyla dengan sayang.


" arghhh kepala Seyla sakit mah " ucap Seyla meringis kesakitan sambil memegang kepalanya membuat semua orang yang berada di ruangan tersebut khawatir.


" saya sempat menduga akan ada efek samping dari benturan sebulan yang lalu. Untuk sekarang tidak ada apa apa, untuk beberapa hari kedepan pasien akan mengalami sakit pada bagian kepalanya. Saya sarankan kepala pasien jangan sampai terkena benturan karena pembuluh darah pada kepala pasien akan mengalami kerusakan dan itu akan membahayakan pasien " terang Marvel dan diangguki oleh mereka.


" terimakasih dok " ucap Jevano yang langsung saja menghampiri Seyla.


Marvel pun hanya membalas dengan anggukan, setelah itu ia memegang pundak Javano dan ia pun langsung pergi keluar dari ruangan Seyla.


...****************...


Terhitung sudah 2 minggu Seyla dirawat di rumah sakit. Selama itu juga hubungan Seyla dengan keluarganya sudah membaik, mulai sekarang ia akan memaafkan keluarganya dan berusaha untuk melupakan masa lalunya karena ia akan bertekat untuk hidup bahagia bersama ibu dan kedua abangnya.


hal itu membuat mamah Rose sangat bahagia karena Seyla mau memaafkan dirinya.


selama Seyla dirawat dirumah sakit keluarga, teman, dan pacarnya entah kenapa sangat overproktetif kepadanya hal itu membuat Seyla ngga terbiasa dengan sikap mereka.


iya, selama dua minggu ini kegiatan Seyla sangat monoton. Seperti sekarang ini, ia hanya menonton televisi saja dan tidak boleh beranjak dari kasur sama sekali, sekali saja ia keluar dari kasur barang semeter pun, para bodyguardnya akan langsung menggendong dirinya untuk kembali kekasur.


kalian tau kan siapa bodyguardnya Seyla? Yups tentu saja kedua abangnya yang sekarang sedang menonton telvisi bersamanya.


Seyla pun menghela nafas pelan ' huaaaa bosen bangettt... Dasar abang proktetif. Seneng sih tapi bosen banget gw. Kalo kaya gini mending gw protes aja ngga sih, dari pada gw mati kebosanan kan ' batin Seyla.


" kenapa dek? " tanya Alaska yang menatap bingung wajah adiknya yang mendadak suram.


" bang, kapan aku bisa keluar dari rumah sakit? " tanya Seyla yang membuat Alaska yang langsung saja mendatarkan wajahnya.


" abang ngga tau dek, coba kamu tanya kan saja pada abang kamu yang paling ganteng itu yang sekarang masih fokus sama laptopnya " kata Alaska, hal itu membuat Seyla menatap Jevano yang kini duduk di sofa dengan laptop yang berada dipangkuannya.


" bang Jevan " panggil Seyla membuat sang empunya nama menatap Seyla.


" kenapa dek? " tanya Jevano bingung karena ia tidak mendengarkan percakapan mereka berdua.


" kapan aku boleh pulang bang? " tanya Seyla membuat Jevano diam dan melirik ke arah Alaska yang sedang manahan tawanya. Ia pun langsung saja meletakan laptopnya dan menatap sinis Alaska terlebih dahulu.


" kamu mau pulang? " ucap Jevano.


" iyalah bang! Siapa juga orang yang mau berlama lama diruangan yang berbau obat ini? Oh sepertinya abang yang sangat suka bertahan lama di ruangan ini, kalo aku sih no yah bang " kata Seyla julid sambil menyilangkan kedua tangannya menjadi huruf X.


" ngga, kamu masih belum boleh pulang " ucap Jevano membuat Seyla menatap abangnya ngga terima.


" eh kok gitu bang? Aku tuh udah lama loh bang disini? Udah lelah hayati bang! Mau kemana mana geh ngga bisa. Boleh yah, abang Jevano abangnya Seyla yang paling baikk... Boleh yah! Pleass.. " ucap Seyla dengan jurus puppy eyes nya yang keluar membuat Jevano dan Alaska terdiam.


' kok gw jijay yah, ngga papalah yang penting gw bisa terbebas dari sini. Semoga aja mereka berdua luluh dah. Semangat! ' batin Seyla menyemangati dirinya.


Jevano dan Alaska hanya menatap datar Seyla " tidak! " ucap mereka bersamaan dan mendapatkan tatapan datar dari Seyla.


" ayolah bang! Aku udah bener bener bosen ini! Aku mau pulang! Aku mau pulang! Aku mau pulang abang! " ucap Seyla dengan kesal.


" tidak dek, kamu harus tetap disini sampai keadaan kamu benar benar baik " ucap Jevano membuat Seyla kesal setengah modar.


" bang aku udah baik baik aja! Lihat nih bahkan infusnya aja udah dilepas dari kapan hari itu bang! Buat apa juga aku terus disini? Mau nginep? Mending nginep di hotel aja enak dari pada di rumah sakit! Kalo disinimah bisa bikin aku stres tau bang! Ntar kalo aku stre trus sakit lagi sampai kom-emphhhhhhh " cerocos Seyla yang langsung saja dibekap oleh Jevano.


" mulut kamu lancar yah kalo bantah dan debat. Jangan ngomong sembarangan! " kesal Jevano sambil melepaskan tanganya dari mulut Seyla dan langsung mencubit pipi adiknya itu.


" akhhhh sakit bang, bisa merah pipi aku " ucap Seyla sambil melepaskan tangan Jevano dari pipinya.


" habisnya kalian ngeselin banget sih! Hayati tuh bosen bang, mau pulang!!! Huaaaaa abang mau pulanggg " ucap Seyla sambil menangis membuat kedua abangnya itu menghela napasnya.


" diamlah dek, jangan banyak merengek atau mau abang panggilkan dokter supaya kamu di infus lagi hmm? " gertakan spontan Jevano hal itu malah membuat Seyla diam tak berkutik. Ternyata gertakan itu ampuh juga buat Seyla.