
' waduhhh '
' ini gw harus ngejelasin bagaimana? Masa gw harus jujur kalo tadi pagi gw abis ngeretas cctv ini sekolah, lah kalo gitu yang ada mereka pada curiga lagi ke gw ' batin Seyla panik.
dengan cepat Seyla pun menjawab pertanyaan Cakkra " tadi tuh pas nampan bakso jatuh gw langsung panik kan tuh, nah pas gw panik gw coba aja liat kanan kiri. Nah pas gw liat kalian berempat kebetulan aja dibelakang kalian ada cctv, makannya tadi gw santai aja ngeliatin dramanya kakak kelas " ucap Seyla berbohong.
iya berbohong, karena Seyla setelah sampai kedalam kelas dan karena bosan juga, ia yang sangat penasaran dengan seluruh aktivitas para murid di SMA yang elit ini, jadi ia meretas semua cctv sekolah deh termasuk cctv yang berada dikantin. Yap jadi semenjak Mauren dateng Seyla sudah tau apa yang mau diperbuat oleh Mauren, tapi ia tetap aja bersikap santai soalnya ia ingin sedikit bermain main dengan salah satu senior yang sering dibicarakan oleh seluruh murid Bina Bangsa ini.
nah kebetulan juga Alaska abangnya Seyla yang menjabat menjadi ketua osis itu datang kekantin, nah disitulah Seyla bisa dengan puas mengerjai Mauren sampai malu.
" wih, keren banget lu langsung tanggap La " ucap Cakkra yang percaya dengan mentah mentah perkataan Seyla.
mereka pun bertepuk tangan yang terlebih dahulu dipancing oleh Sherina, sebenarnya Sherina sudah tau apa yang sebenarnya dilakukan oleh Seyla, yah jadi ia hanya mengikuti permainan saja.
" keren sekali kamu " ucap Alaster yang percaya dengan perkataan Seyla, ia langsung saja mengacak rambut Seyla dengan gemas sambil menarik bakso Seyla yang pedas itu dan menggatinya dengan bakso miliknya yang sengaja belum ia sentuh.
Seyla yang ingin memakan baksonya pun malah dibuat kesal oleh Alaster, ia langsung saja menatap Alaster dengan tajam yang mana malah dibalas dengan senyuman sambil menarik sambal dan juga saus yang berada dimeja depan Seyla, ia juga menggeser sambal dan saus itu kepojok meja yang jauh dari jangkauan Seyla. Seyla yang ingin perotes malah disodorkan sesendok bakso oleh Alaster.
" buka mulutnya aaaa " dengan refleks Seyla langsung saja membuka mulutnya, Alaster yang melihat itu langsung memasukan bakso tersebut kemulut Seyla.
sementara itu dilain tempat
Brak....
seorang wanita dengan pakaian glamor masuk kedalam suatu ruangan dengan membanting pintu, ia masuk kedalam ruangan tersebut dengan menujukan ekspresi marahnya.
" kerja kalian tidak becus sekali, kenapa bisa kebobolan hah! "
" maaf bos sebenarnya kejadian ini sudah kedua kalinya, tapi satu tahun yang lalu kami masih bisa menanganinya, dan untuk yang kedua ini kami sedikit susah untuk menanganinya yang akhirnya kami kebobolan " ucap seorang pria yang merupakan bawahannya sambil menundukan kepalanya.
Plak
wanita itu langsung saja menampar bawahannya.
" tidak becus sekali kalian, saya sudah membayar mahal untuk memperkerjakan kalian dan kalian malah tidak becus sekali dalam bekerja. Lalu bagaimana dengan data data pentingnya? " ucap wanita tersebut.
" cepat tangani ini semua, saya tidak ingin ada kesalahan sekecil apapun yang bisa terendus oleh pihak kepolisian mengerti kalian! " ucap wanita itu.
" baik bos "
pria itu pun langsung saja pergi dari ruangan tersebut dan tinggalah wanita itu sendiri disana.
" kenapa bisa kebobolan sih, padahal keamanannya sudah terjamin "
...****************...
Setelah kejadian dikantin siang tadi sampai sekarang Seyla dan juga Alaska sama sekali tak berbicara, lebih tepatnya sih Seyla yang sejak tadi mendiami Alaska yang mengoceh trusbuntuk meminta maaf padanya. Gadis cantik kesayangan keluarga Adhitama itu begitu kesal ia tak suka atas apa yang dilakukan oleh Alaska, yah dia tau sih bahwa dia yang dengan sengaja mengerjai Mauren dan ia juga mengetahui Alaska yang notaben nya ketua osis pasti akan kekantin untuk mencegah kerusuhan itu, namun tetap saja ia kesal kenapa bisa bisanya abangnya ini malah menyududkan dirinya dan membela si lintah darat Mauren itu, hal ini ngga bisa dibiarkan, biarkan saja ia mendiamkan Alaska sampai benar benar merasa bersalah.
" adek, ayolah jangan marah dan mendiamkan abang kaya begini, sungguh abang benar benar menyesal tidak membela kamu dek " kata Alaska dengan wajah memelas yang sama sekali tak dihiraukan oleh Seyla bahkan tak dilirik sedikit pun oleh gadis cantik itu.
" dek! Abang sungguh tidak bermaksud untuk menyududkanmu dan malah membela Mauren, ayolah bayi maafkan abangmu ini " kata Alaska lagi sambil menyekal tangan Seyla untuk menghentikan langkah kakinya yang akan memasuki mansion, Seyla langsung saja terkejut dengan cekalan Alaska setelah itu ia menghentakan tangan Alaska dan menatap abngnya dengan datar.
" abang benar benar bikin aku kesal, untuk hari ini sampai waktu yang belum aku tetapkan jangan pernah bicara padaku karena aku malas melihat abang " ucap Seyla dan akan mendorong pintu mansion, tapi lagi lagi tangannya malah dicekal oleh Alaska.
" ayolah dek, abang tadi ngga bermaksud ngomong begitu, tolong maafkan abang yah dek? " ujar Alaska dengan wajah memelasnya namun sayangnya Seyla sudah kebal dengan wajah memelas yang kaya anak kucing yang minta diberi makan itu.
" jangan menunjukan wajah seperti itu pada ku bang! Sungguh itu malah membuatku geli melihatnya " ucap Seyla dengan tampang geli yang membuat Alaska langsung mendatarkan wajahnya.
" ayolah dek, abang sungguh minta maaf atas kejadian dikantin tadi siang, jangan diamkan abang seperti ini dong dek, abang tidak bisa jika kau diamkan seperti ini, abang kangen suara cempreng kamu dek sungguh " ucap Alaska yang malah membuat Seyla mendelik tidak terima atas perkataan terakhir abanya itu yang mengatainya cempreng.
" seterah abang aja deh, Seyla lelah bang pengen rebahan dan tidur " kata Seyla dengan wajah datarnya tapi tidak dengan tatapannya yang malah terlihat sayu yang menunjukan bahwa ia memang benar benar lelah dan ingin mengistirahatkan tubuhnya diatas kasur yang super empuk itu.
Seyla tanpa banyak bertanya lagi langsung saja memasuki mansion, ia malas sekali meladeni sang abang dan ia malah menghiraukan panggilan abangnya. Alaska yang melihat adiknya tidak mau meladeni panggilannya hanya bisa menghela napas saja, Alaska pun melangkah memasuki mansion dan naik kedalam lift untuk menuju kekamarnya yang berada dilantai dua.
ruangan makan milik keluarga Adhitama malam ini terlihat sangat berbeda, terlihat lebih suram dan sunyi dari biasanya. Seyla yang masih saja mendiamka Alaska dan Alaska yang tidak berani untuk sekedar berbicara ia takut kalo ia berbicara malah akan membuat Seyla marah, hal itu malah membuat mamah Rose dan juga Jevano merasa bingung dengan keterdiaman mereka berdua.
tentu saja bingunglah, biasanya dimana pun mereka berdua berada dan bertemu pasti ada aja kelakuan jail salah satu dari mereka yang tidak mau mengalah , halnitu yang malah membuat kesabaran mamah Rose dan Jevano menghilang dari tempatnya. Mamah Rose pun melirik kearah Jevano, Jevano yang tau arti dari lirikan mamahnya pun hanya mengangkat kedua bahunya yang membuat mamah Rose menghela napas saja. Hingga akhirnya makan malam pun selesai dengan aura yang sangat suram.