
" eh? "
tiba tiba saja Seyla dikagetkan oleh seseorang yang dengan sengaja merebut nampan yang berisikan dua buah mangkok yang berisikan bakso yang berada ditangan Seyla, hal itu membuat sambal bakso yang berada di nampan itu jatuh kebawah yang hampir saja mengenai sepatu Seyla. Untung saja ia mempunyai refleks yang bagus jadi ia bisa menghindar dari cipratan sambal tersebut, kalo tidak bisa panas kakinya itu.
Laila hanya melihat seorang siswi yang ternyata adalah senior mereka itu dengan tatapan datar dan malasnya.
" itu bakso lu La, cepet ambil karena gw males ngedengerin suara cemprengnya si toa berjalan itu " ucap Laila sambil duduk dibangku yang entah ia dapat dimana sambil memperhatikan Seyla.
Seyla hanya merotasikan kedua matanya dengan malas, setelah itu ia langsung saja memberhentikan senior perempuan itu yang sepertinya sedang mencari perhatian, apalagi disebelah stand bakso itu terdapat Hansen yang sedang membeli minuman sambil menatap kearah mereka.
" Sorry ka, itu bakso saya " ucap Seyla sesopan mungkin sambil menahan amarahnya karena senior tersebut telah berani mengganggu dirinya.
senior itu langsung saja berbalik dan menatap Seyla dengan angkuh " gw duluan yang terima bakso ini " jawabnya tidak terima.
Seyla hanya menatap senior tersebut dengan tatapan datar " harusnya kakak antri seperti yang lain, tolong berikan contoh yang baik terhadap adik kelasnya, apalagi kakak ini sepertinya salah satu anggota osis bukan? Heee.... Apa di osis semua anggotanya diajarkan untuk menyerobot dan asal mengambil punya orang lain seperti ini ya? " tanya Seyla dengan senyum miringnya.
semua orang terdiam dan menatap kearah Seyla dan juga senior tersebut yang bernama Mauren si gadis centil, manja, dan sok merasa berkuasa. Mauren masih menatap Seyla dengan marah karena pertanyaan Seyla yang diakhir itu.
Mauren yang mendengar pertanyaan Seyla merasa tidak terima " lu mau bakso ini? Nih ambil "
saat Seyla ingin mengambil kembali nampan yang berisi bakso miliknya, malah Mauren terlebih dahulu menjatuhkan nampan tersebut, hal hasil bakso yang panas itu pun terjatuh membuat Laila yang sedang memperhatikan mereka pun terkejut sambil berdiri dari bangkunya dan akan memarahi Mauren.
Mauren hanya tersenyum licik, gadis itu langsung saja memberikan wajah sedihnya kepada Seyla karena ia tidak menerima bakso tersebut dengan baik.
hal itu malah membuat atensi penghuni kantin teralihkan dengan suara pecahan mangkuk dari bakso tersebut, Laila yang sudah marah ingin maju dan memberikan sedikit salam kesenior itu tapi malah dicegah oleh Seyla. Laila yang ingin protes lanhsung saja melihat kode dari mata Seyla, Laila yang mengerti itu pun langsung saja mengurungkan niatnya yang ingin memberikan salam itu.
" kenapa lu ngga mau ambil? Tadi katanya mau bakso itu " ujarnya dengan wajah sendu.
Seyla hanya memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh Mauren itu dengan santai. Tak lama kemudian, geng dari Mauren datang karena mereka mendapatkan info bahwa dikantin akan ada keributan.
" ada apa ini? " tanya Alaska yang baru saja datang bersama ketiga inti Icarus yang langsung menghampiri Hansen. Alaska yang melihat bakso yang sudah berserakan dilantai itu pun langsung saja menatap Seyla untuk meminta perjelasan, Seyla hanya menatap abangnya dengan mengangkat kedua bahunya santai yang membuat Alaska menghela nafas melihat kesantaian adiknya itu.
tak lama kemudian Mauren langsung saja memegang tangan Alaska dengan manja membuat Seyla dan Laila ingin muntah rasanya.
' wait, wait, ini si lintah darat kayanya demen sama bang Aska deh? Ngga bakal gw biarin bang Aska deket sama ini lintah darat ' batin Seyla dengan marah.
Mauren langsung saja memberikan pernyataan palsu kepada Alaska yang merupakan ketua osis Bina Bangsa ini " tadi gw kan pesen bakso ya, nah katanya itu bakso punya dia, pas gw kasih dia malah buang bakso itu " tunjuk Mauren ke arah Seyla yang masih memberikan tatapan datarnya setelah itu Seyla malah memesan dua porsi bakso lagi.
" sopan santun? " Seyla hanya tersenyum miring ke arah Alaska.
" ngga bukan maksud ab- "
" saya belum memberikan statment apapun loh, kenapa kakak sepertinya menyududkan saya? Cctv, coba kakak lihat saja rekaman cctv dikantin ini, setelah itu baru kakak bisa jelaskan apa itu arti dari kata sopan santun " jawab Seyla dengan menekankan kata sopan santun, setelah mengatakan itu ia langsung saja mengambil bakso miliknya yang sudah jadi setelah itu ia langsung membayar bakso tersebut dan pergi dari kerumanan, Laila yang melihat itu langsung saja mengekori Seyla dan diikuti oleh keempat inti Icarus yang dari tadi melihat perdebatan itu.
saat itu Mauren sedang mengerjapkan matanya beberapa kali, ia merasa bodoh ini adalah sekolah elit pasti setiap ruangan sudah dipasang cctv apalagi kantin.
Alaska langsung saja berjalan kearah kantor khusus ruang cctv, Mauren yang masih berada dikantin malah terlihat gugup.
Alaska sudah melihat kejadian yang sebenarnya, ternyata semua itu adalah ulah dari Mauren yang dengan sengaja menjatuhkan nampan yang berisi mangkuk bakso tersebut saat Seyla akan menerima nampan tersebut.
Alaska yang melihat itu mulai merasa bersalah karena ngga percaya dengan perkataan adiknya, pria tampan itu langsung saja berjalan dengan tergesa gesa ke arah kantin untuk menghampiri adiknya dan meminta maaf.
sementara itu kita beralih kembali ke Seyla.
setelah kejadian itu Seyla langsung saja berjalan kearah Sherina yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya.
karena mood Seyla sedang ngga bagus, ia terlebih dahulu menatap Alaster yang berada disebelahnya dengan tatapan horor setelah itu Seyla langsung memberikan lima sedok sambal kebaksonya, tanpa aba aba lagi ia langsung saja memakan bakso yang super pedas itu membuat kedua sahabatnya dan ketiga inti Icarus bergidik ngeri melihat Seyla memakan bakso yang sudah berubah warna menjadi warna merah itu.
Alaster yang melihat itu ingin sekali merebut bakso yang Seyla makan, tapi apalah daya saat ia melihat tatapan horor Seyla yang menandakan ' jangan ganggu aku ' begitulah kalo tatapan itu kalo bisa bicara.
" tadi ada kejadian apa? Gw liat di stand bakso rame, katanya sih ada yang lagi ribut ribut " tanya Sherina sambil memakan baksonya.
karena Seyla sedang malas dan dalam mood yang buruk, akhirnya Laila yang maju untuk memulai menjelaskan tentang kejadian yang tadi menimpa Seyla karena masalah bakso.
Sherina yang mendengarkan penjelasan Laila hanya mengangguk angguk saja, sedangkan untuk ketiga inti Icarus yang sudah melihat kejadian itu hanya biasa saja. Untuk Alaster sih ia malah mengepalkan tangannya untuk menahan amarah karena Alaska yang notaben nya adalah kakak dari Seyla berani sekali ingin menyududkan Seyla, hal itu yang malah membuat Alaster marah.
" hoh jadi intinya ini semua bermula karena bakso yang enak ini, ck ck ternyata nih bakso bukan cuman enak doang tapi juga bisa bikin masalah yah " ucap Sherina malah nyeleneh sambil memasukan sesuap bakso kecil kedalam mulutnya, semua temannya pun secara kompak hanya menatap Sherina dengan tatapan malas.
" tapi gw salut sih sama lu La, tanpa lu banyak ngomong dan ngeluarin energi, lu malah bisa skak mereka mana lewat cctv lagi " ucap Hansen.
" ohiya soal cctv, emang lu tau dari mana dikantin ini ada cctv La? " tanya Cakkra penasaran.
' waduhh '