
" jadi bisa kalian jelasin apa maksud dari rekaman cctv ini? " tanya Laila menuntut.
Sherina menghela napas pelan, lalu ia menceritakan beberapa kejadian aneh yang ia temukan, saat ia melihat rekaman itu Sherina bisa menyimpulkan apa yang akan terjadi kedepannya terhadap dirinya. Laila yang mendengarkan itu langsung saja menggeram marah.
" dasar tua bangka sia**n! Pantesan aja orang tua lu dari dulu ngga pernah akur, ternyata gini toh kelakuan bejat ayah lu " marah Laila.
Seyla yang mendengar itu pun juga ikutan murka terhadap kelakuan pria paruh baya itu yang sayangnya adalah ayah kandung dari Sherina, yah walaupun Seyla sudah tau sih, tapi tetep aja ia masih murka.
" jadi ibu lu udah tau soal ini Na? " tanya Seyla.
" ngga tau, tapi kayanya sih kalo yang ini dia belum tau, kalo yang lain dia udah tau buktinya aja mereka setiap hari selalu aja berantem, yah walaupun dia ngga pernah ceritain ini semua ke gw sih " ucap Sherina santai.
" kenapa ibu lu ngga cerai aja? " tanya Seyla asal.
" ngga mau dia, soalnya kan kalian tau ibu gw tanpa dia mau ngasih makan gw ape " ucap Sherina dengan wajah lesu.
" hahhh, jadi apa rencana kita biar lu bisa bebas Na? " ucap Laila yang masih menahan amarahnya.
" heheheheh, gw udah ada rencana sih " ucap Seyla dengan senyum sombongnya membuat kedua sahabatnya itu memutar bola matanya malas.
" apa? " tanya Sherina dan Laila bersamaan.
bukannya menjawab Seyla malah memainkan ponselnya, hal itu malah membuat bibir kedua sahabatnya itu berkedut, ingin sekali mereka melemparkan sahabatnya ini ke sungai amazone tapi sayangnya ngga bisa.
" ini liat deh " ucap Seyla antusias sambil memberikan ponselnya yang disana terdapat saldo atm nya yang berjumlah 2M, hal itu membuat Sherina dan Laila melongo melihat saldo atm Seyla.
" l-lu da-dapet ini duit sebanyak gini dari mana " ucap Sherina gagap sambil memegang ponsel Seyla dengan tangan gemetar.
" yah tentu aja dapet dari pekerjaan haram mereka lah, gimana? Gimana? Banyak kan? " ucap Seyla dengan sombong.
mereka berdua hanya menganggukan kepala secara bersamaan.
" itu duit rencanya sih mau gw gunain buat rencana kita buat ngajauhin lu dari si tua bangsa sia**n itu " ucap Seyla santai sambil menyalakan laptop Laila yang berada di depannya.
" hmm boleh juga, berarti kita udah punya pegangan buat rencana ini " ucap Laila.
" iya, dan gw udah punya sebuah rencana tapi kita harus beli satu unit apartemen sih, kalo itu mah bisa kan yah gw ngasih ke lu " ucap Seyla dengan tersenyum manis sambil melirik Laila.
Laila yang yang mengetahui arti dari senyuman itu hanya menatap datar Seyla.
" iyadeh, serahin ke gw aja " ucap Laila dengan malas.
Sherina yang melihat itu pun langsung saja matanya berkaca kaca ia langsung memeluk kedua sahabatnya itu.
" thanks kalian mau bantuin gw, gw bener bener berutung punya sahabat kaya kalian berdua. yah walaupun kelakuan kalian pada bobrok sih, tapi gw sangat bersyukur bisa jadi sahabat kalian " ucap Sherina dengan tulus sambil memeluk Seyla dan Laila.
" huaaaa baju gw basah bekas ingus Sherina, sana lu kalo mau nangis di Laila aja " ucap Seyla sambil melepaskan pelukan Sherina.
" ck, lu mah mengganggu suasana aja " ucap Sherina kesal sambil mengelap air matanya menggunakan tissu yang berada dimeja.
melihat akan terjadi keributan Laila yang paling bener diantara mereka langsung saja merebut tempat tisu yang akan Seyla lempar.
" udah sih berantemnya, jadi apa rencana kita? " tanya Laila setelah menaruh tempat tisu itu ke semula.
sebelum Seyla bercerita ia masih sempat sempatnya melirik Sherina dengan sinis, setelah itu barulah ia memberitahukan rencananya dan didengarkan baik oleh Sherina dan Laila.
" gimana? Baguskan rencana gw? Gw udah rencanain ini dengan matang tanpa ada kesalahan " ucap Seyla sombong.
" iya sih, tapi kenapa di rencana ini bagian gw yang syulit maemunah " ucap Laila frustasi.
" yah karena lu yang paling cocok buat ngecosplay La " ucap Sherina santai sambil memakan cemilan yang berada di meja.
" hehehe benar itu, ntar tinggal bagian gw yang lumayan ekstrimnya hihihihi " ucap Seyla dengan tertawa.
" kok gw ngerasa nih anak harus di rukiyah yah Na? " ucap Laila kepada Sherina sambil bergidik ngeri.
" iya gw juga sependapat sama lu La, takutnya ada jin tomang yang masuk kedalam tubuh tuh bocah " ucap Sherina nyeleneh.
Seyla yang melihat itu langsung saja melemparkan bekas kulit kacang yang ia ambil secara diam diam ke arah kedua sahabatnya.
" sembarangan lu berdua kalo ngomong " marah Seyla sambil berdiri dari duduknya dan berlalu ke atas kasur.
" udah pada tidur sini, lu berdua besok sekolah yah ntar pada kesiangan riweh lagi " ucap Seyla sambil memasuki alam mimpi.
Sherina dan Laila langsung saja membereskan meja tempat mereka membuat kekacauan dan menaruh laptop serta aipad mereka ke meja belajar Seyla.
" ini kulit kacang yang berserakan di beresin juga La " ucap Sherina sambil menatap frustasi dengan kulit kacang yang berserakan dimana mana.
" ngga usah lah, kan si Seyla punya pelayan biar mereka aja yang sapuin, mending kita ngikut dia aja ke alam mimpi yok " ucap Laila sambil menarik tangan Sherina, mereka pun langsung saja mengikuti Seyla untuk masuk ke alam mimpi.
ting....
lift berdenting dan pintu besi itu pun terbuka, Seyla langsung saja keluar dan berjalan menuju ruang makan yang ternyata sudah ada keluarganya. Alaska yang sedang bermain ponsel sedangkan untuk Jevano dan mamah Rose mereka sedang menatap ipad ditangannya dengan serius. Merasakan kedatangan seseorang, mamah Rose pun menoleh dan tersenyum melihatnya.
" sayang, sini duduk kedua abangmu sudah menunggu " kata mamah Rose dan diangguki oleh gadis cantik itu. Seyla langsung saja mengambil duduk disamping mamah Rose.
" lama sekali, kamu ngapain dulu dek? " ucap Alaska sambil meletakan ponselnya, Seyla yang melihat itu pun langsung saja menyengir.
" tentu saja mandi dulu bang " ucap Seyla sambil memberikan senyum pepsodentnya. Mamah Rose dan Jevano hanya menggelengkan kepala saja karena melihat tingkah laku mereka berdua. Dan untuk Alaska langsung saja mendengus malas karena mendapatkan jawaban yang nyeleneh dari Seyla.
" kamu ingin makan dengan apa sayang? " tanya mamah Rose pada Seyla.
" apa aja mah, kalo masakan mamah mah Seyla makan, soalnya masakan mamah enak sih ngga ada duanya " jawab Seyla dengan menggoda mamah Rose sambil memberikan kedua jari jempolnya kehadapan mamah Rose.
mamah Rose hanya tersenyum saja, ia langsung saja mengambilkan nasi, sayur soup, dan ayam goreng ke piring Seyla dan di terima baik oleh gadis cantik itu. Mereka pun memulai makan malam dengan tenang tanpa percakapan. Tata krama di meja makan dan Seyla pun sudah terbiasa dengan hal itu walaupun ia baru tinggal sehari di mansion ini.