
DHEG
Seketika saja Seyla menegang ditempat dengan tatapan kosong yang mengarah ke siswa yang bernama Alaska tersebut. Laila pun langsung saja menarik Seyla dan menyembunyikannya dibalik punggunya, Seyla pun hanya pasrah dan berusaha menahan amarahnya dengan mengepalkan kedua tangan hingga kuku jarinya memutih.
" hmm kenapa kamu dek? " tanya Alaska penasaran.
" e-eh, hah! Oh itu kak, itu, ituloh dia hari ini lagi datang bulan yah lagi datang bulan. Yah gini loh kak Seyla tuh kalo lagi datang bulan apalagi pas itunya keluar jadi agak rada rada kak, yah maklumin aja ya kak namanya geh perempuan " ucap Sherina memberikan alasan dan di benarkan oleh Laila.
" i-iya " ucap Alaska sedikit curiga.
" yaudah kak, kita pamit kekelas dulu yah soalnya udah mau bel ini. Nanti jas Labnya gw balikin kalo udah bersih dan wangi yah kak, bye kak Alaska " ucap Sherina dan berlalu pergi diikuti oleh Laila yang menarik tangan Seyla.
Alaska pun hanya menganggukan kepalanya saja " aneh " batinnya dan berlalu pergi menuju ruangan osis.
Setelah mereka bertiga pergi dari kelas XI IPS 1 Seyla dkk langsung saja berjalan menuju kelas mereka.
" La, lu ngga papa? Beneran nih kita mau ke kelas? " tanya Sherina ketika mereka sudah berada dilorong menuju kelas mereka.
" iya La, apa mau gw suruh bokap gw aja nyari tau mereka? Bokap sama nyokap gw kan pengusaha pasti mereka tau " ucap Laila sedih ketika melihat tatapan kosong milik Seyla.
" ngga usah La makasih, lagian gw udah ngga peduli kok sama mereka. Lagian gw baik baik aja kok, kita ke kelas aja yah jangan bolos ntar bisa di ulti kita sama pak burhan. Udahlah yuk " jawab Seyla sambil menarik tangan kedua sahabatnya " lagian gw masih punya kalian kok " lanjutnya dengan tersenyum.
Sherina pun langsung saja tersenyum dan berdiri ditengah tengah dan langsung saja ia merangkul kedua sahabatnya itu " wokelah let's go kita hadepin pelajaran pak burhan " ucap Sherina sambil tersenyum dengan ceria.
...****************...
" udah lu kunci La? " tanya seorang pria yang menaikan dan membalikan kursi ke atas meja di depan Cafe Mamories.
" udah bang nih, abang mau pulang sekarang? " balas Seyla sambil memberikan kunci ke pria tersebut.
" yoi soalnya udah malem ini, lu juga balik La jangan kelayapan melulu besok kan lu sekolah La " ucap pria tersebut sambil mengambil kunci yang berada di tangan Seyla.
" iye bang " ucap Seyla dengan malas dan dibalas kekehan oleh pria tersebut.
" yaudah, saya pulang duluan yah bang " pamit Seyla dan dibalas acungan jempol dari pria tersebut.
Seyla pun berjalan meninggalkan Cafe tersebut sambil menyumpalkan earphon miliknya ke kedua telinganya. Bersenadung kecil dan menedang kerikil kerikil yang ia lewati sambil menikmati malam yang tenang ini namun, Seyla merasa sedang diikuti dari belakang, ia pun akhirnya menolehkan kepala namun tak menemukan apapun selain mobil mewah berwarna hitam yang terpakir tak jauh dari dirinya.
Seyla pun melihat mobil tersebut dengan seksama " hmmm... Mungkin cuman perasaan gw aja kali yah " gumam Seyla, kemudian ia pun melanjutkan perjalanannya.
beberapa menit kemudian Seyla pun telah berjalan jauh dan hampir sampai ke wilayah kontrakannya namun ia masih merasa diawasi dan diikuti, Seyla pun langsung saja menoleh kebelakang dengan cepat dan ia terkejut pada apa yang dilihatnya.
" ****! Itukan mobil yang tadi, benerkan mobil itu ngikutin gw " gumam Seyla saat melihat mobil hitam tersebut berada di belakangnya lagi.
" lari jangan? Jangan deh, ntar dia tau lagi kalo gw udah curiga " gumam Seyla lagi. Namun, apa yang ia gumamkan dan lakukan jauh berbeda. Seyla pun langsung berlari dengan kencang yang membuat seseorang yang berada di dalam mobil mewah itu pun terkekeh melihat tingkah Seyla.
Disebuah mansion yang mewah dan megah lebih tepatnya di ruang makan terlihat ada sepasang ibu dan anak yang sibuk dengan urusan masing masing karena sedang menunggu si bungsu untuk sarapan bersama. Sang ibu yang fokus pada tabletnya yang sedang melihat keuangan pada butiknya, dan sang anak yang fokus pada ponsel yang menampilkan sebuah foto perempuan yang dia ambil secara diam diam, ia pun tersenyum yang membuat sang ibu mengernyitkan dahinya bingung.
" kamu senyum senyum begitu kenapa boy " tanya seorang wanita cantik yang memasuki usia 47 tahun yang bernama Rose Adhitama.
" pagi mah, pagi bang " sapa sang bungsu yang langsung duduk di bangkunya.
" pagi boy/dek " sapa sang mamah dan kakak berbarengan.
" bang kenapa? masih pagi mukanya udah kaya dapet hadiah mendadak gitu " ucap sang bungsu yang bernama Alaska Prince Adhitama tersebut.
" ngga ada apa apa, hayu kita makan mah/dek bentar lagi aku mau ada meeting " ucap sang kakak yang bernama Jevano Adhitama.
" yaudah, mari kita mulai sarapannya " ucap sang ibu yang menyuruh kedua anaknya untuk memulai sarapan.
'Brumm'
Motor Alaster memasuki parkiran sekolah dengan membonceng Seyla. Yaps semenjak mereka berpacaran secara sepihak, Alaster hampir tiap hari mengantar jemput Seyla, bahkan ia juga sering menjemput Seyla di Cafe tempatnya bekerja, Seyla pun hanya menurut saja lagipula lumayan kan dia jadi tidak usah mengeluarkan ongkos dan pula tidak cape.
para inti Icarus pun seperti biasa telah menunggu ketua mereka dengan sedikit mengobrol.
" yang udah jadian mah enak, serasa dunia milik mereka berdua yang lain mah cuman ngontrak doang " goda Cakkra setelah Alaster dan Seyla turun dari motor.
kedua pasangan itu tidak menghiraukan godaan dari Cakkra, mereka hanya memasang wajah datar dan malasnya. Seyla pun langsung saja melewati para inti Icarus tersebut untuk kembali ke kelasnya.
bel istirahat pun berbunyi....
Sekarang Seyla dan kedua sahabatnya beserta keempat inti Icarus sedang berada di rooftop. Mengapa mereka berada di rooftop bukannya dikantin? Iya karena mereka sedang mencari suasana baru saja, lagipula mereka juga sudah bosen dengan ocehan ngga bermutu para penghuni kantin. Akhirnya mereka pun berada di rooftop dengan Cakkra dan Aditiya yang memesankan mereka semua makanan, sementara yang lain sedang fokus bermain hp sambil menunggu pesanan mereka datang.
setelah beberapa menit akhirnya pesanan mereka pun datang dan langsung saja mereka mengambil makanan yang mereka pesan.
" kok gw di beliin ini sih " ucap Seyla protes sambil memperlihatkan batagor pesanan nya.
" pala lu kepentok yah? Kan lu yang pesen itu coeg " ucap Cakkra nggegas.
" massa sih, perasaan gw ngga mesen ini deh " ucap Seyla bingung.
Sherina pun segera saja memegangi dahi Seyla " jidat lu sih ngga panas, mungkin otak lu kali yah yang panas " ucap Seyla sudah mulai kesal dengan sahabatnya satu ini.
" jangan pegang pegang cewek gw " ucap Alaster sambil menepis tangan Sherina yang berada didahi Seyla.
" iye iye, dasar posesif amat sih jadi cowok "
Sherina pun langsung berjalan ke arah Laila sambil menghentakan kaki kesal, tanpa sadar ia pun hampir keselandung yang untung saja ia segera di tahan oleh Aditiya yang berada dibelakangnya.