Sacrifice {TAMAT}

Sacrifice {TAMAT}
26



Sebelum melanjutkan perjalanan, mereka beristirahat agar badan kembali segar dan tidak mengantuk ketika membawa kendaraan.


"Alice, aku pegal nih," ujar Kin kepada Alice yang sedang berolahraga sebentar.


"Terus?"


"Pijat dong, tolong." Alice tanpa banyak bicara langsung memijat bahu Kin yang terasa cape,. Kin pasti sangat cape terlebih lagi Kin harus mengantar ibu ke rumah sakit dan menjemput Alice.


"Di bawah dikit, nah. Iya di situ sayang," ujar Kin merasakan sensasi di pijat oleh Alice.


Huh, enaknya.


"Widiw, Kin buset dah. Ada aja alasannya biar dekat sama Alice, memang playboy sejati," ujar Rio.


"Biarkan saja, mereka juga pacaran," elak Elang dan kembali tidur.


"Yee, gue yang nyetir lu yang tidur !"


"Nanti gue yang bawa, bawel banget."


...🍪🍧🍪...


Setelah melakukan perjalanan yang cukup panjang, mereka telah sampai di Villa milik Leonil di malam hari. Mereka akan menginap selama 3 hari 4 malam, Villa Leonil dekat dengan pantai dan juga hutan yang cukup lebat. Di setiap Villa memiliki pengawalan cukup ketat, Villa ini terbuat dengan emas murni di dinding yang sangat indah karena itulah Leonil sangat menjaga tempat ini. Bahkan Leonil juga memasang cctv di hutan yang lebat itu karena masih termasuk bagian wilayah Villa dan daerah sekitar pantai buat berjaga-jaga. Leonil memang kaya raya sekali.


"Perempuan akan tidur dengan perempuan di lantai atas. Satu kamar memiliki luas yang cukup menampung kalian," ujar Leonil menunjuk lantai atas, ada sebuah tangga sangat panjang bahkan di sepanjang tangga ada pecahan berlian.


"Seandainya saja aku bisa menjadi pacarnya," bisik pacar sewaan Rio kepada temannya.


"Lebih baik kita tidak melakukan apapun, kudengar dari kekasihnya dia ini tidak akan mengampuni orang jika melakukan tindak pencurian."


"Wanita itu sangat beruntung."


Mereka hanya menyukai materi, batin Alice melihat ke arah pacar Rio dengan Elang.


"Alice kamu ke atas dengan Aura serta yang lain ya, ada hal yang harus kubicara kan dengan Leonil," ujar Ketsia dan menarik Leonil ke suatu tempat.


"Ayo Alice," ajak Sasha dan Alice mengangguk. Alice melihat Aura dengan cangung.


"Aura, nanti mau gak tidur bareng?" tanya Alice gugup.


Aura hanya melihat dan berjalan melewati Alice. Alice hanya tersenyum dan mengikuti dari belakang.


"Oi Kin, apa pacar lu lagi ada masalah sama Aura?" tanya Rio dan Kin menggeleng.


"Entah, tidak usah di pikirkan lebih baik kita tidur. Hari sudah malam." para anak laki menuju ke kamar yang telah di siapkan di lantai bawah.


Mereka pun tertidur di kamar masing-masing, Aura tidur dengan Alice dan itu membuat Alice senang. Berkat Kin mau mengajak Aura hubungan dirinya dengan Aura akan kembali seperti dulu, Ketsia tidak tidur di kamar karena belum kembali.


...🍪🍧🍪...


"Hai Alice, bagaimana tidurmu enak?" tanya Kin dengan kaos serta celana selutut warna hitam, ketika Alice dengan pakaian tidur hello kitty baru saja turun dari tangga.


"Iya lumayan," jawab Alice seadanya. Alice merasa bingung karena ketika ia bangun tidak mendapati satu pun orang.


"Dimana yang lain?" Kin bingung sambil meminum.


"Lagi di pantai, kamu sih tidurnya lama," jawab Kin.


"Jam berapa sekarang?" Kin menunjuk ke arah jam dinding dan Alice terkejut ketika tahu jika sudah jam 9 pagi.


"Ya ampun, kenapa tidak ada yang membangunkan ku?"


"Kamu masih cape, gak enak. Dari pada di sini sendirian, lebih baik kita langsung ke pantai," ajak Kin.


"Aku ganti baju dulu," ucap Alice dan Kin mengangguk.


"Sudah siap." Kin berbalik dan tertegun melihat Alice memakai celana pendek putih selutut di padu dengan baju putih yang memperlihatkan bahu, dan sebuah topi yang besar.


Wow, Alice terlihat seksi. Batin Kin.


"Kin? Ayo ke pantai," ajak Alice dan Kin tersadar.


"Alice, maaf ya kami tidak bangunkan kamu. Kamu terlihat cape sekali," ujar Sasha.


"Iya gak papa, kok gak pada main?"


"Lagi panas, nanti tunggu sore buat main," jawab Ken yang duduk di samping Sasha meminum es kelapa muda.


"Alice mau gak?" tawar Aura dan tentu Alice langsung mengangguk dan duduk di samping Aura.


"Ketsia sama Leonil mana?" tanya Kin.


"Gak tahu, beranak mungkin," jawab Rio dan membuat Kin kaget.


"Ye kalo di dengar sama Leonil mampus lu," ujar Kin.


"Bodo amat, gak ada orangnya ini. Kita ghibah aja dulu," sahut Elang dan Kin menggeleng kepala.


"Aura, kamu jangan marah lagi dong. Alice jadi gak punya teman," ucap Alice.


"Udah ada Kin."


"Tapi kamu sahabat aku," ujar Alice.


"Iya Alice, lagipula kapan sih kita marah?"


"Terus kenapa kamu jauhin aku?"


"Emm, sudahlah tidak usah di bahas. Daripada nanti berantem." Alice cuma bisa tersenyum kecil.


Aura masih marah, batin Alice.


...🍪🍧🍪...


"Sepertinya kita tidak di takdirkan untuk bermain hari ini," ujar Kin di depan jendela melihat suasana di luar yang telah hujan bahkan angin bertiup sangat kencang yang mampu membuat pohon kelapa bengkok.


"Ya sudah kita tidur saja," sahut Ken dari dapur yang sedang memasak mie instan soto dan beberapa varian lain untuk yang lain.


"Angin cukup lebat, apa Villa ini akan baik-baik saja?" tanya Alice.


"Tenang Alice, masion ini terbuat dari bahan berkualitas dan tentu sudah di tahan uji sama Leonil," jawab Ketsia bersender di bahu Leonil, tangan Leonil merangkul Ketsia mereka benar-benar mesra.


"Jika mau mesra jangan di depan kami dong, mentang-mentang sudah halal !" ucap Sasha.


"Ketsia kenapa mau nikah muda ya?" tanya Alice dan segera di bungkam mulutnya oleh Kin.


"Kin ! Lu yang bilang ya !" bentak Ketsia.


"Tenang gue jamin mereka bakal jaga rahasia kok," ujar Kin sambil memperlihatkan gigi tanda tidak bersalah.


"Kalo mereka keceplosan, siap-siap saja nyawa melayang," lanjut Leonil dan tentu saja itu membuat semua orang di sana menjadi tegang.


"Termasuk 2 pacar sewaan itu." Mereka berdua menjadi ketakutan.


"Huh, gara-gara kamu ini semua ! Sudah kubilang aku gak mau nikah !" bentak Ketsia dan langsung pergi ke kamar dan membanting pintu.


"Gara-gara kamu sih," bisik Aura kepada Sasha yang mulai takut ketika melihat kemurkaan dari Ketsia.


"Jangan khawatir Sha, Ketsia cuma belum siap menerima kalo dia sudah nikah sama Leonil," ucap Ken menenangkan Ketsia.


"Pokoknya gue minta semua orang tutup mulut, gue gak mau jika berita ini sampai di ketahui oleh orang lain ! Jadi bisa kalian semua jaga rahasia?" mereka semua mengangguk kepala.


"Ku pegang janji kalian," ujar Leonil dan masuk ke kamar yang sama dengan Ketsia.


"Fiuh, hampir saja kita jadi mayat," gumam Rio dengan lega karena ia cukup takut dengan Leonil yang memiliki aura berbeda dan sangat menyeramkan hanya dengan melihat matanya saja.


"Rahasia ini jangan sampai di bongkar, demi mental Ketsia," bisik Kin di telinga Alice.


"Harusnya itu aku yang bilang ke kamu !" Kin hanya terkekeh ketika di marahi oleh kekasih.


"Aku lebih baik pura-pura tidak tahu info ini, dari pada nyawaku melayang," ujar pacar sewaan Elang dan temannya mengangguk dengan tubuh yang berkeringat dingin.