Sacrifice {TAMAT}

Sacrifice {TAMAT}
2



...🍪🍧🍪...


"Anj*r !" umpat Kin pelan ketika melihat di depan koridor ada bu BK kw.


Kin yang mengenakan pakaian sekolah hari selasa, terkesan rapi terlebih lagi dirinya memasukan baju dan ia berikan ikat pinggang tidak lupa dengan dasi yang tersusun rapi. Rambut Kin pun bukan ala anak nakal, terkesan rapi dan tidak panjang sampai ke alis. Bahkan celana abu-abu miliknya tidaklah ketat, dan kakinya terbungkus dengan kaos kaki lebih dari mata kaki tidak lupa dengan sepatu bewarna hitam.


Ketika Kin berangkat ke sekolah, ia menggunakan jaket bombernya. Tetapi ketika sudah di sekolah ia lepas karena itu adalah peraturan yang telah berlaku di sekolah.


Kin bisa saja melanggar, toh emang peraturan di buat untuk di langgarkan? Tolong jangan di hiraukan anggap saja perkataan dari Kin itu angin lewat, Kin masih sayang nyawalah. Lantaran siapa pun yang melanggar akan langsung berurusan dengan Ketsia, anak dari pemilik sekolah yang terkenal disiplin tingkat dewa.


Nama lengkapnya Ketsia Lecitia, Ketsia adalah adek sepupunya dari om Reno dan tante Nana yang terkenal sebagai Bu BK Kw di kalangan para murid dan juga jejeran para guru. Tetapi sejauh matanya memandang mantan yang sedang gandengan dengan pacar baru, Ketsia sedang berlari dengan langkah yang cukup panjang. Mungkin sih, karena tinggal menghitung beberapa menit lagi bunyi bel akan berbunyi.


Fiuh, akhirnya bebas juga dari Ketsia. Batin Kin dan segera bergegas menuju ke kelas yaitu kelas 11 IPA-1.


...🍪🍧🍪...


Brak.


"Kin, Aku mau ngomong sama kamu! " teriakan Cindy membuka pintu kelas 11 IPA-1 dengan keras ketika pelajaran free class, membuat Cindy seketika menjadi pusat perhatian.


Cindy pun melangkah masuk dan memukul meja, yang ada Kin yang tengah mencatat pelajaran yang di berikan oleh Ibu Rati (Biologi).


"Aku gak mau putus dari kamu Kin! Kenapa kamu putus sama aku tiba-tiba?" tanya Cindy dengan suara serak menahan air mata yang ingin segera tumpah dari kelopak matanya.


Ini anak kebanyakan nonton drama korea ya? Mirip banget sama nyokap gue. Batin Kin yang jijik melihat Cindy yang hendak menangis.


Satu kelas pun menjadi heboh mendengar pernyataan dari Cindy. Pasalnya belum genap 4 hari mereka berdua jadian, eh.. Sudah ada berita putus.


Terlebih lagi proses pernyataan cinta dari Kin, terkesan sangat romantis dan membuat banyak siswi menjadi baper.


Siapa sih tidak kenal Cindy, anak kelas 11 IPS-2 terkenal dengan kecantikannya. Cindy juga salah satu most wanted girl di sekolah, dan belum ada riwayat pernah berpacaran loh.


"Maaf ya Cindy, gue gak mau ngeladenin elu. " ucap Kin dengan cool dan melanjutkan kegiatan mencatat materi di buku tulis bersampul kertas bewarna coklat.


Cindy pun kesal, karena Kin lebih memilih benda mati dari pada dirinya. Ia pun menarik buku Kin dan merobek di hadapan Kin.


Kin pun langsung berdiri dari kursi dan memukul meja dan membuat Cindy bergemetar ketakutan melihat muka Kin yang sudah kesal.


"Mau lo apaan hah?, adek bukan, pacar bukan, nyokap gue juga bukan. Lo itu cuma mantan ya, jangan belagu! " ketus Kin.


"Tapi aku cuma mau tahu, kenapa kamu mau putus sama aku Kin," ucap Cindy menunduk dengan suara serak dan ia pun tidak kuat lagi menahan air mata yang ingin keluar dari bola matanya.


"Apa jangan-jangan, kamu punya selingkuhan di luar sana?" tanya Cindy.


"Kalo ia kenapa? Lo gak senang?Lagi pula lo juga sudah tahu tabiat gua kan." ujar Kin.


"Erghh, dekat sama loe bikin gua naik darah saja!" ketus Kin menendang meja dan pergi dari kelas menyisakan Cindy yang sedang menangis.


Cih, drama. Batin Kin.


...🍪🍧🍪...


Kin pov


Huh sial banget hari ini, mau merokok tapi gak bisa. Gerutu gue berjalan di lorong kelas.


Gue pun menarik nafas dengan kasar dan masuk ke dalam uks agar menjernihkan pikiran dari kejadian itu.


Gua pun tidur di atas kasur dan meletakkan tangan gue di atas wajah gue.


Hingga gue mendengar suara cewek bertanya kepada gue.


"Lo ngapain ada di sini, Bang Kin?" Tanpa gue lihat orangnya pun gue sudah tahu siapa. Hanya ada satu cewek yang panggil gue abang dan itu adalah Ketsia, adik sepupu gue.


Ini anak matanya bermasalah atau apa sih ?. Tanya gue kesel dan melihat ke arah Ketsia sebentar dan kembali melanjutkan aktivitas gue seperti biasa.


"Balapan lagi?" tanya Ketsia dan gue mengangguk.


Toh percuma juga gue bohong sama nih curut, batin gue.


"Ya ampun Bang Kin, sampai kapan sih abang mau kayak gini terus, " geram Ketsia.


Yap adek sepupu gue nih tuh yang tahu kebisaan gue, seakan sudah menjadi rahasia umum.


"Gimana hubungan lo bang?" tanya Ketsia basa basi, dia pun duduk di samping ranjang.


Kenapa gue bisa tahu?, yaiyalah gue tahu. Ketika dia duduk, gue merasa ada beban berat.


"You know lah," gue mendengar helaan nafas dari Ketsia.


"Ya ampun bang, sampe kapan sih lu begini terus. Kena karma baru tahu rasa," gue  pun bangun dari kasur dan segera berdiri di depan Ketsia.


"Itu urusan gue Ketsia Leticia, lagi pula lu kan juga punya cowok tuh. Gimana kabarnya?" tanya gue dan membuat Ketsia berdiam.


Skatmat kan !, Hehe...


"Gak tahu ah bang, gue sama tuh lelaki. Gak jelas !" jawab Ketsia sambil menunduk melihat ke bawah.


"Hello Ketsia, jangan mau di begoin. Lu nunggu di sini, eh rupanya dia di sana lagi main sama cewek lain," Ketsia pun melihat ke arah gue dengan tatapan laser.


Lah kan, apa yang gue bilang benar?.


"Dia itu bukan kayak lo bang !" bentak Ketsia.


Et si anying, ingin rasanya gue berkata kasar. Eh tapi bukannya gue tadi berkata kasar?, au amat dah.


"Gue tuh cuma mau nyadarin lu doang, jangan mau di begoin sama cinta," ucap gue sambil menoyor kepala Ketsia dengan jari telunjuk dan segera pergi dari uks dan membiarkan Ketsia sendiri.


"Au amat dah sama nih bocah, silahkan bae menangisi cowok begituan," gumam gue dan melangkah dari uks menuju ke kelas.


...🍪🍧🍪...


Gue melihat arloji di tangan kiri, saking terlalu fokus tanpa sadar gue tabrakan sama cewek ketika mau naik ke lantai 3.


Brak..


"Maaf kak," ucap gadis itu menundukkan kepala.


"Makanya kalau jalan itu matanya di pake !" bentak gue.


"Loh kok kakak marahin saya sih ? Kan salah kakak !" ucap gadis itu dengan kesal memarahi gue dan mata kami pun bertemu.


Deg.


Anjir cantik banget nih cewek, sepertinya bisa menjadi mangsa baru deh.


"Salah gue? Hello, kan lu yang nabrak gue," ujar gue.


"Ih membolak balikkan fakta lagi, kan kakak yang nabrak Aura bukan Aura yang nabrak kakak !" elak gadis itu sambil memayunkan bibirnya ke depan .


Oh jadi namanya Aura toh, cantik sih tapi sayang menor.


"Ya sudah deh kakak ngalah sama kamu Aura, sudah ya kakak mau ke atas." ucap gue sambil mengelus kepalanya pelan dan gue bisa melihatnya tersipu malu atas perilaku gue.


'TARGET DETECTED'


Bersambung...