Sacrifice {TAMAT}

Sacrifice {TAMAT}
1



...Selamat datang di dunia tulisku. Selamat terhibur dengan goresan pertama dari tanganku. ...


...Happy reading....


...---...


"Yeay akhirnya lu kena juga Kin." Kin berdecih tidak suka ketika mengetahui dirinya yang menjadi berikutnya.


"Sudah sejak lama gue menunggu hal ini Kin, lu membuat gue terharu. Thanks god." Kin melempar kulit kacang ketika melihat teman yang berambut merah disebelah kanan.


"Lebay lu, jadi gue dapat hukuman apa?" tanya Kin sambil menyilang tangan didada.


"Haha cukup simple, tapi gue yakin lu bakal susah lakuinnya." Kin hanya melihat dengan malas kepada teman yang berambut hijau.


Tring...


Kin melihat ke arah hp dan ia tahu jika dirinya ditelepon oleh temannya untuk datang.


"Bisakah kalian cepat sedikit, gue ada keperluan. Atau mungkin, gue tidak dapat hukuman?"


"Enak banget, ogah. Lu tetap dapat hukuman. Simple sih  tapi cukup susah,"


"Apaan?" tanya Kin malas.


"Cari cinta sejati dan lu pacaran selama 1 bulan !" Kin berdecih dan memandang remeh.


"Hah, itu kecil." Kin memakai jaket hitamnya dan segera pergi dari sana.


"Oi Jun, lu yakin kasih dia begituan?" tanya temannya


"Yakin lah, lu lupa kalo Kin itu gak bisa pacaran kurang dari seminggu?" Temannya mulai paham.


"Kita lihat saja apa yang akan dilakukannya." Pria bernama Jun tersenyum penuh arti sambil meminum cairan berwarna biru.


Hai, terima kasih sudah datang di ceritaku yang berjudul Sacrifice.


Ini adalah ceritaku yang ke-8 ,


Ok selamat menikmati dan semoga kalian terhibur...


...🍪🍧🍪...


Bring me to life.... (suara dering telepon)


Klik...


"Halo,"


"Hai Honey, tumben kamu telepon aku malam-malam begini. Ada apa sih?"


"Kita putus,"


"Hah? Putus? Hahaha, kamu lagi tidak bercanda kan?" lelaki itu memilih diam.


"My baby honey sweet heart, kamu serius mau putus sama aku? Kamu jangan bercanda dong,  aku gak suka ya di bercanda-in kayak gini!"


"Bodo," ucap lelaki dingin.


"Lo itu cantik, baik lagi, tapi sayangnya gua sudah bosen sama lu," ucap lelaki itu dan memutuskan sambungan teleponnya.


Huh dasar cewek, mudah banget di bodohin. Batin lelaki itu memakai helm full face bewarna hitam dan segera ia menghidupkan motor ninja bewarna putih itu menyelusuri jalan raya dengan kecepatan tinggi, lantaran malam kian larut.


...🍪🍧🍪...


Cit...


"Anj*r," umpat lelaki itu karena dirinya hampir saja menabrak seorang pejalan kaki yang tengah menyebrang di Zebra Cross.


Lelaki itu memberhentikan motor ninja di pinggir jalan, sambil melihat ke arah pejalan kaki tadi yang hampir di tabrak oleh.


Lelaki itu melihat ke pergelangan tangan kiri. "Malam-malam begini, mana lagi hampir jam 1 pagi. Masih saja ada cewek yang berkeliaran, mana lagi hanya memakai baju dan sendal tidur bermotif kelinci dengan sehelai blazer hitam."


Gawat, gua lupa kalo hari ini ada tanding! Batin lelaki itu dan melajukan kembali motornya dengan kecepatan tinggi menuju ke suatu tempat.


...🍪🍧🍪...


"Dari mana aja lo Kin," lelaki yang baru saja tiba di sebuah perlombaan balapan liar ini, langsung di sambut oleh teman-teman yang telah menunggu dirinya.


"Sorry bro, tadi gua ada masalah sama mantan. " ucap lelaki bernama Kin melepas helm full facenya dan berjabat tangan ala cowok di sana.


"Mantan ? Lu putus sama Cindy?Buset dah, belum juga genap 4 hari sudah putus saja. " komentar salah satu temannya.


"Bosen gua sama tuh anak. " balas Kin.


"Eh.. anjing, Cindy kurang apa Kin? Sudah cakep, pinter, ramah, baik, most wanted sekolah lagi. Selera lo tuh gimana sih bro?" tanya temannya yang sudah sangat gregetan dengan sikap Kin.


"Yailah, kalo lo mau sama tuh mantan ke-458 gue. Ya tinggal ambil aja," ujar Kin dan memasang helmnya kembali dan melaju motor menuju ke tempat pertandingan.


"Tuh anak gak takut kena karma kali ya?" gumam teman Kin sambil menggelengkan kepala.


"Yailah, kayak lo tidak tahu sikap tuh anak kayak gimana."


...🍪🍧🍪...


"Kin, kamu dari mana saja?" Kin berhenti melangkah ketika mendengar suara seorang wanita.


"Assalamualaikum ma, maaf tadi Kin main dulu di rumah teman." jawab Kin dan menyalami tangan ibu yang telah melahirkannya.


"Waalaikumsalam, hmm begitu. Kamu gak balapan liar lagi kan?"


"Hehe, maaf ma. Kin tidak bisa menahan motor Kin untuk melaju ke sana," jawab Kin dengan terkekeh.


"Kamu ini ya, mirip banget sama papa kamu," ucap mamanya berdecak pinggang dan menggelengkan kepala dan Kin hanya terkekeh garing.


"Ya sudah, sekarang kamu tidur. Besok kan, kamu harus berangkat ke sekolah, " ucap mama dan Kin pamit untuk menuju ke kamarnya yang berada di lantai 2, di samping kamar adik perempuannya.


Kin membuka pintu kamar dan segera melompat ke arah kasur bergambar MU, tim bola kesayangannya.


"Kamu ini ya, belum juga sehari aku tinggal. Sudah bikin aku kangen saja," ucap Kin yang sudah mulai berhalu.


"Waktunya untuk tidur," ucap Kin mematikan lampu kamar miliknya tidak lupa dengan hp yang telah ia taruh di atas meja. Dan jarum jam dinding di kamar Kin terus berputar dan waktu telah menunjukkan pukul 4 pagi.


Bersambung....