
“Diaz, ambillah.” Teriak semua.
Renata menyerahkan sepasang cincin yang seharusnya dia kenakan pada hari ini. Cincin yang berkilau indah. Masih terletak rapi di kotaknya.
“Tapi.”
“Aku gak apa-apa. Dari awal cincin itu memang sudah milik Rere. Bukannya semua ini hanya salah paham. Tidak ada alasan untuk tidak kembali pada Rere kan.”
“Terima kasih Renata.”
Renata tersenyum manis, tampak tulus dan mengangguk pelan.
“Maaf atas semuanya.”
Diaz perlutut di hadapan gue. Dengan wajah memerah, tersipu malu dia menatap gue dengan penuh cinta. Gue memandangnya penuh haru. Tak terpikir ini semua akan terjadi.
“Will you merried Me?” Ucapnya kuat penuh percaya diri.
“Jawab yes.” Hadi menyemangati.
“Jawab Re.” Mia yang tak sabaran.
“No... No.” Ucap Jojo menutup mata.
“Apaan sih lue.” Mia menjambak rambut Jojo.
“Aduh sakit.” Rengek Jojo sambil memegang rambutnya.
“Yes.. yes. Yes.”
Semua orang bertepuk tangan dan bersorak gembira seakan merasakan kegembiraan yang gue rasakan. Kecuali Jojo.
“Selamat ya Re.” Akhirnya aku bisa lihat bersatu juga.
“Kayaknya ada yang gak senang nih.” Ucap Diaz melirik Jojo.
“Gue..! Senang kok lagian sekarang gue aman. Gak perlu kasih cincin berlian lagi.”
“Gue barusan.”
“Tetap harus dong. Kan kado ulang tahun gue.”
“Lue ulang tahun Re?” Tanya Diaz dan Mia berbarengan.
“Tuh kan..!”
“Maaf.” Teriak Mia dan Diaz berbarengan.
Dasar.. gara-gara Nikahan Diaz mereka pada lupakan ulang tahun Gue. Tapi tidak mengapa. Ini adalah kado pernikahan terindah gue. Menikah dengan cowok yang gue cinta dan berkumpul dengan orang-orang yang gue sayang.
Tidak terbayang sebelum dalam benak Diaz akan melamar. Disaat gue telah merelakan hatinya untuk wanita lain.
Moment yang telah lama gue impikan. Menikah di rumah pohon dan pria yang berdampingan dengan gue adalah Diaz.
❄️❄️❄️
Belum setahun pernikahan gue dan Diaz. Kita dikaruniai seorang putra yang tampan dan manis. Manisnya seperti gue. Tampan seperti Diaz. Hehehee. Namanya Khafid Zulkarnain. Anugrah terindah yang Tuhan berikan untuk kami. Akhirnya gue menjadi seorang Ibu.
Selama menikah gue juga masih sering jaim ke Diaz. Ngambek gak jelas. Tapi tetap selalu saling mencintai sampai akhir. Cinta gue untuknya tak tergantikan dan tak lekang oleh waktu.
Diaz menjadi kepala keluarga yang baik. Gue beruntung mendapatkannya.
Tidak penting siapa yang beruntung. Siapa yang mendapatkan siapa. Yang terpenting gue beruntung dapat mencintai Rere segenap jiwa dan raga. Semoga sampai ajal memisahkan.
Jojo berhenti bekerja sama dengan gue. Bukan karena patah hati. Jojo lebih memilih menetap di Australia. Membuka praktek konsultasi psikologi di sana. Sesuai cita-citanya dulu, dan gue denger Jojo sedang dekat dengan Renata yang kembali menetap di Australia. Sepertinya Jojo terkena hukum karma. Yang sebelumnya dia benci banget sama Renata sekarang mala jatuh cinta.
Bagaimana pun gue selalu mendukung. Kejar terus Jo. Awas jangan sampai kena tikung.
Sementara Mia, bulan depan dia akan menikah dengan Hadi. Berkat bantuan gue juga. Hadi yang tidak bisa mengungkapkan rasa cintanya dengan alasan takut Mia marah dan tidak mau berteman lagi dengannya. Buat gue itu alasan yang dibuat-buat.
Gue jadi mak coblang mereka deh. Dan akhirnya Mia sadar bahwa Hadi sangat mencintainya lebih dari sekedar teman. Mereka pun jadian.