
"uncle Ar!". Sean berlari dengan berteriak memanggil nama arsen. Menghampiri pria yang sudah menunggu mereka.
" Hallo Sean. Apa kabar?" Arsen. Teman sekaligus sahabat Devan. Mungkin?
" Aku baik uncle." Jawab Sean sambil meminta di gendong.
Dengan senang hati arsen berjongkok. Lantas mengangkat Sean dan menggendongnya. Menatap devan serta Alana yang menatapnya dengan terkejut dan bertanya tanya.
" Hallo Alana, Dev. Apa kabar?" Tanya nya tanpa berdosa.
" Aku baik". Datar menjawab devan menatap arsen dengan tajam.
Temannya sekaligus sahabatnya yang sangat dia percaya tega mengkhianatinya. Bukan karena arsen mencintai dan memiliki anak bersama karina. Tetapi, karena arsen terlibat dan tahu tentang penculikan Sean. Pria itu juga tidak mengatakan yang sebenarnya padanya tentang hubungannya serta Karina.
" Kalian sudah datang?" Mily, datang dari dapur dan menyambut ketiganya.
Mereka menoleh dan mengangguk sebagai jawaban nya. " Kami sudah datang Bu". Jawab alana.
Tersenyum ramah, mily yang tak tahu apa apa mengajak mereka makan bersama. " Ayo kita makan dulu. Nanti kalian bisa ngobrol dengan leluasa".
Mau tak mau ketiganya berjalan mengikuti mily. Dengan mandiri Sean turun dari gendongan arsen yang otomatis pria itu turunkan. Berlari dan duduk di dekat alana.
Disana sudah ada Edgar yang duduk sebagai pemimpin keluarga. Makan siang dengan bertambahnya arsen sebagai anggota membuat suasana sedikit berwarna. Meski terasa canggung terutama untuk Devan yang memiliki konflik dengan pria itu.
Selesai makan Devan serta arsen memilih berbicara di bagian belakang rumah Edgar. Dan Alana membiarkan keduanya untuk berbicara. Memberi peluang untuk berdamai.
" Apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya devan datar dan tajam.
Menghela napas pelan arsen berusaha untuk memberanikan diri. " Maafkan aku." Ujarnya.
" Maafkan aku karena tak terus terang padamu sejak awal. Aku memang mencintai Karina sebelum kalian menikah dan bersama. Aku tak berniat untuk membuatnya selingkuh darimu."
" Waktu itu aku kira dia tidak hamil dan membiarkannya menikah denganmu demi kebahagiaan nya. Tetapi saat aku dengar jika dia hamil aku hendak memberitahu mu soal anak nya namun dia malah keguguran. Jadi aku putuskan untuk tidak memberitahumu karena rasanya percuma". Jelas imbuhan arsen.
Mencoba meminta maaf dan menjelaskan secara rinci kejadian sebenarnya. Berharap sahabat nya itu mengerti dengan keputusannya.
" Jadi kau lebih mementingkan cintamu di banding persahabatan kita yang sudah terjalin sejak lama?". Tanya devan. Tetap datar dan tegas. Tanpa menoleh pada arsen.
Karena memang itulah faktanya. Dia yang di kenal playboy dan suka menggonta ganti wanita nyatanya dia merasa sangat iri pada Devan. Yang sangat di cintai oleh Alana berbeda dengannya yang selalu mendapatkan cinta karena paras dan kekayaannya.
" Maafkan aku". Lirih arsen meminta maaf.
Menghela napas kasar rasanya Devan ingin meninju sesuatu sekarang. Memukul semua yang ada menyalurkan rasa kecewanya terhadap sahabat yang sangat di percayainya.
" Aku tidak tahu harus apa sekarang. Setelah kau hampir membunuh ku bahkan membunuh nenek mira terlebih membahayakan Sean." Sahut datar Devan.
" Soal itu aku juga minta maaf. Bukan atas diriku tapi atas nama Karina. Devan! Aku bersumpah sungguh. Demi tuhan aku bersumpah jika aku tidak tahu apapun mengenai kasus itu. Itu murni perbuatan Karina."
Begitulah cintanya. Sangat tulus sampai meminta maaf atas nama Karina yang telah menelantarkannya.
" Waktu itu ketika aku sedang berada di apartemen ku Karina datang dan menghampiriku. Dia meminta maaf padaku dan memintaku untuk kembali menjalin hubungan dengannya. Dia juga berjanji untuk merelakan mu menjalani hidup dengan tenang. Dia pun memintaku untuk membuatnya hamil kembali' anak kami. Aku menyetujuinya dan kembali menjalin hubungan dengannya di belakang mu. Tetapi saat dia berhasil hamil dia tak memberitahuku. Dia malah datang padamu dan meminta mu tidak menceraikannya".
" Setelah penceraian itu Karina memintaku untuk membelikan sesuatu di Spanyol atas permintaan anak kami. Aku menurutinya tapi saat aku kembali aku mendengar kabar tentang meninggalnya nenek mira. Dan setelah itu aku dan Karina tak berkomunikasi. Aku sering menghubungi nya tapi dia menjauh dariku. Aku bahkan sudah mencarinya tapi dia tidak ketemu".
"Tak lama setelah itu aku mendengar penculikan sean. Aku hendak menyusulmu tapi bencana menyerang keluargaku. Kakekku meninggal tepat saat itu. Aku membatalkannya. Hingga saat aku hendak kembali menyusulmu aku mendengar kabar kau koma."
"Sungguh Dev demi tuhan. Aku bersumpah jika aku tidak tahu apapun tentang kasus karina. Kau bisa membunuhku jika kau tidak percaya. Aku juga rela di jebloskan ke dalam penjara jika kau mau".
Penjelasan panjang arsen paparkan. Kejadian yang sebenarnya, kejadian dirinya serta Karina, tentang kematian kakek sampai dia kembali ke Kanada dan mendapat kabar jika Devan koma.
Dalam hati sungguh dia menyesal. Menyesal karena telah menyetujui keinginan Karina. Menyesal karena kembali percaya pada wanita itu. Menyesal karena lebih mementingkan cintanya dari pada persahabatan nya dengan Devan.
Terdiam cukup lama Devan Mendongak sebentar. Lalu berdiri dari bangku yang dia duduki nya. Matanya menatap sekitar. Melirik sekilas arsen yang masih duduk tertunduk. Lantas dia tegaskan rahangnya.
" Aku memaafkan mu".
...****************...
karena beberapa malam aku gak update hari ini aku double update!!
mood ku sedang hancur jadi maklumkan yah kalau nulisnya berantakan. banyak typo.