
Dua minggu berlalu setelah keputusan bercerai nya dengan Karina serta ungkapan nya untuk menikahi alana.
Siapa sangka. Devan mengira jika dia akan di tolak lalu di beri bogeman hingga babak belur. Ternyata baik mily maupun Edgar sama sama menerima lamarannya.
Meski dengan beberapa syarat serta wajah datar Edgar saat mengatakan nya namun devan yakin dia bisa memenuhinya. Dia akan berusaha untuk hal itu.
Dan selama dua Minggu itu ada beberapa hal yang dia urus dalam proses penceraiannya. Dan hari ini adalah sidang putusan hakim.
Dia sudah siap sejak satu jam yang lalu. Ini adalah keputusan yang akan menentukan hasilnya.
Dia berharap mereka akan bercerai. Devan yakin itu. Sebab dia memiliki sebuah bukti yang sangat kuat. dia sudah mempersiapkan semua bukti yang akan menguatkan alasan cerai nya.
" Kamu udah siap Dev?". Tanya Diana.
Kedua orang tuanya itu akan menemaninya dalam persidangan ini. serta dengan beberapa orang saksi yang dia dapat.
Devan mengangguk. " Ayo kita berangkat ma pa".
Mereka masuk ke dalam mobil yang Devan kendarai.
" Doakan Devan ma. Semoga penceraian ini berhasil. Agar devan bisa segera bersama dengan Alana dan Sean". Pinta devan.
Diana tersenyum haru. Dia merasa bermimpi telah memiliki cucu. Dan itu dari menantu impiannya.
" Pasti...pasti mama akan doakan kamu. Supaya kamu bisa segera bawa mantu dan cucu kesayangan mama". Ujar Diana terharu.
Jerry yang berada di samping istrinya mengusap pelan tangan Diana. Dia juga masih tidak menyangka jika dia sudah menjadi kakek sejak lima tahun yang lalu.
Meski dia baru mengetahui beberapa kemarin tapi dia tidak pernah menyalahkan Alana sedikitpun. Justru dia merasa sangat berterima kasih karena Alana telah mempertahankan cucu mereka dan merawatnya dengan sangat baik.
" Apa kamu yakin penceraian ini akan segera berakhir?" Tanya Jerry memastikan.
Devan mengangguk yakin. " Sangat yakin pa. Devan memiliki bukti yang pasti sangat di setujui oleh hakim".
Jerry mengangguk lega. Dia juga ingin devan segera bersama alana dan anaknya yang sudah berpisah lama.
Satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai di tempat sidang.
Sebelum keluar Devan merapikan pakaian yang di gunakannya. Setelah rapi dia pun keluar di ikuti kedua orang tuanya.
Tak lama setelah kedatangan devan Karina datang dengan wajah santainya. Entah apa yang membuat wanita itu terlihat begitu santai padahal kemarin kemarin dia memohon untuk tidak diceraikan tapi sekarang malah tersenyum dengan santainya.
Sidang di mulai dan devan menjawab pertanyaan pertanyaan dengan sigap dan yakin. Begitupun dengan Karina yang begitu tenang saat menjawab.
Saat hakim akan memutuskan Karina menghentikannya. Membuat atensi semua orang yang ada di sana menatap Karina menunggu jawaban. termasuk devan dan kedua orang tuanya.
" Tunggu pak hakim. Saya memiliki sesuatu yang harus saya beritahukan". Ujar karina.
Hakim itu mengangguk lalu mempersilahkan. " Silahkan!"
Karina tersenyum senang. Dia menatap devan dengan licik.
" Devan aku ingin memberitahumu sesuatu hal yang penting". Ujar karina menatap devan dengan senyum manisnya.
Devan hanya memutar bola matanya malas tak menanggapi ucapan Karina.
" Pak hakim saya ingin mengatakan jika saya.....hamil!".
...----------------...
like
vote
komen
and thank you.........................••••••••√•••••••••••••••••••√••••••••..,............................
: