Perfect Love

Perfect Love
tidak percaya



" Pak hakim saya ingin mengatakan jika saya.....hamil!".


Nyep


Tiba tiba satu ruangan disana terdiam. Termasuk kedua orang tua Devan. Mereka menatap tak percaya pada Karina.


Berbeda dengan devan yang tersenyum manis seolah olah jika dia sudah tahu jika Karina akan mengatakan hal itu.


" Apakah anda memiliki bukti jika anda hamil?" Tanya pak hakim.


Dengan yakin Karina mengangguk. " Saya punya pak".


Dia mengeluarkan sebuah kertas usg dengan surat keterangan hamilnya pada hakim. Suasana manjadi tegang.


Banyak yang berbisik bisik tentang Karina membuat Kedua orang tua Devan cemas.


Diana menatap Karina dan devan secara bergantian. Kedua tangannya bertaut resah.


Jerry mengusap punggung sang istri. Dia berusaha menenangkan dan meyakinkan Diana jika semuanya akan baik baik saja.


Matanya menatap devan dengan yakin. Melihat sang putra tersenyum membuatnya sedikit merasa lega.


Karina menyunggingkan senyumnya. Menatap devan dengan yakin jika penceraian ini tak akan terjadi.


" Saya tidak percaya yang mulia". Ujar devan. Dia berdiri lalu menatap hakim.


Melihat devan yang berdiri Karina pun ikut berdiri. " Apa yang kau tidak percaya Devan?" Tanya karina.


" Aku ingin bukti jika anak yang kamu kandung itu anakku". Tegas devan.


Dia menatap hakim. " Saya ingin bukti jika anak yang dia kandung anak saya yang mulia". Pinta devan.


" Apa yang ingin kau buktikan Dev? Kau menuduhku berselingkuh?" Tanya karina dengan wajah yang sedih.


Berakting seolah olah jika dia merasa tersakiti.


" Jika kau merasa tidak selingkuh ayo kita lakukan tes DNA!" tegas devan. Mulutnya menyunggingkan senyum tipis.


Karina sedikit gelagapan. Namun sebisa mungkin dia menenangkan ekspresinya.


"Kau tidak percaya anak yang aku kandung anakmu? Bukankah jelas kemarin kita berhubungan tanpa pencegah kehamilan. Setelah itu aku tidak melakukan nya dengan siapapun. Dan kau menuduhku jika aku berselingkuh? Kau jahat sekali Dev." Lirih Karina.


Matanya berkaca kaca seolah dia merasa tertuduh.


" Pak hakim sungguh aku tidak berselingkuh. Dan suamiku menuduhku mengandung anak orang lain padahal aku tidak berselingkuh. Hiks ... Hiks..." Air mata buaya Karina jatuh. Dia menatap hakim dengan iba. Mencoba membuat hakim itu percaya.


Diana semakin mengeratkan tangannya pada tangan sang suami. Dia benar benar khawatir dengan suasana tegang disana.


Devan sendiri tersenyum manis. Menatap jijik pada akting Karina yang seolah olah dia yang menuduhnya selingkuh.


" Kau yakin anak yang kau kandung itu anakku?" Tanya devan sekali lagi.


Karina menatap devan dengan sayu. Air matanya masih mengalir deras.


" Kita lihat apa yang akan kau katakan setelah mendengar ini." Devan menyeringai.


devan mengeluarkan ponselnya. lalu dia memutar sebuah rekaman suara


' kau yakin? apa kau sudah berniat melupakan devan?'


' tentu saja. tapi ada sesuatu yang aku inginkan'


'apa?'


' aku ingin segera bisa hamil. arsen aku mohon buat aku hamil lagi. aku janji setelah ini aku akan menjaganya dengan baik. aku tidak akan mengecewakan mu lagi. aku mohon'


' kau yakin?'


' kenapa? apa kau sudah tidak mencintaiku?'


' tidak. aku sangat mencintaimu dan akan terus begitu. tapi apa kau serius? maksudku aku tidak masalah. aku akan dengan senang hati mengabulkannya. tapi aku hanya takut dengan kondisi mu'


' aku sangat yakin. kau tidak perlu memikirkan kondisiku. kau kau?'


'tentu. kau datang saja ke apartemen ku. kita ke dokter terlebih dahulu untuk program kehamilan setelahnya aku akan membuatmu hamil kembali'


' terima kasih sayang... aku mencintaimu...bye*'


Karina mematung. dia menatap devan dengan tajam. tangannya mengepal kuat. dia tidak menyangka percakapannya kemarin di dengar oleh devan. bahkan di rekam.


waktu itu setelah perdebatannya dengan Karina Devan hendak pergi. namun sesuatu tertinggal membuat nya harus kembali.


namun saat berada di depan pintu samar samar Devan mendengar umpatan Karina. serta percakapan nya dengan sahabatnya.


devan benar benar tak percaya pada sahabatnya. dia dan arsen sudah bersahabat sangat lama. namun arsen mengkhianatinya.


meski begitu devan bersyukur karenanya dia jadi memiliki bukti kuat jika Karina berselingkuh dan anak yang di kandungnya anak orang lain bukan dirinya.


" tidak. itu palsu. aku tidak pernah mengatakan hal seperti itu. itu semua bohong. anak ayang aku kandung anakku bukan orang lain" bantah karina cepat.


dia tak bisa membiarkan usaha nya sia sia. dia harus menghentikan Devan dan membuat penceraian ini gagal.


" jangan membantah karina! bukti itu sangat kuat dan kau tidak bisa lagi mengelak". ujar devan tajam.


dia sudah geram dengan sikap karina. dia harus segera mengakhirinya. Karina dibuat mati kutu.


" baiklah. saya putuskan saudara Devan dan saudari Karina sekarang resmi bercerai......".


tok


tok


tok


semua bernapas lega kecuali karina yang geram. darahnya mendidih membuatnya berencana untuk membunuh alana.


......................


MAAF JIKA ADA YANG SALAH. AKU TIDAK TAHU BAGAIMANA PROSES PERSIDANGAN. JADI HANYA MENURUT PIKIRANKU SAJA😁😁


JANGAN LUPA LIKE DAN VOTENYA.....


TERIMAKASIH