Perfect Love

Perfect Love
kembali ke Indonesia



Karena besok devan akan kembali. Dia memutuskan untuk menginap malam ini. Dia ingin menghabiskan waktu bersama putranya sebelum ia kembali ke tanah air untuk mengurus perceraiannya.


Tadi ketika selesai menelpon devan menyuruh asisten nya untuk membuat berkas berkas penceraiannya dengan Karina.


" Malam ini bolehkah aku menginap disini?". Devan bertanya pada Alana yang sedang membereskan sisa sisa makan malam mereka.


" Tentu saja boleh". Ujar Alana.


" Sean ayo mandi dulu. Mommy akan mengantarmu ke atas". Titah Alana.


Sean menurut. Keduanya naik ke atas untuk memandikan Sean.


" Devan! Bolehkah nenek bicara berdua denganmu?". Tanya Mira.


Devan mengangguk. Keduanya duduk di bangku belakang yang memang cocok untuk berbicara santai.


". Apa yang ingin nenek bicarakan?". Tanya devan saat mereka sudah berada di halaman belakang.


" Kamu mencintai alana?". Tanya Mira.


Sontak devan menatap Mira. Dia sudah sangat jelas menyatakan perasaannya di depan umum.


" Aku sangat mencintainya". Yakin devan.


Mira mengangguk. Dia tersenyum saat tahu devan benar benar menyayangi cucunya.


" Nenek hanya ingin bilang. Jika kamu memang sangat mencintai alana dan menginginkan Sean, kamu harus selesaikan urursanmu dulu". Jelas Mira.


" Alana bukan tipe orang yang akan melakukan segalanya untuk mendapatkan apa yang di cintai nya. Dia tak akan suka jika kamu masih memiliki hal lain di saat kamu ingin serius dengannya."


" Alana tidak mudah untuk di ajak menikah. Disini bahkan sudah ada orang yang mau melamarnya. Tapi Alana menolaknya karena dia trauma akan pernikahan".


Devan mengepalkan tangannya saat mendengar ada yang melamar Alana.


" Bukan hanya kau yang memiliki masalah. Alana juga. Dia memiliki masalah nya sendiri begitupun dirimu. Kalian sama sama memiliki kebingungan tetapi pada hal yang berbeda".


" Mungkin dia belum menyadari jika dia masih mencintaimu. Tapi nenek tahu akan hal itu. Sebelum dia yakin dia tidak akan mengatakan apapun. Banyak hal yang harus kau pertimbangkan. Orang tuamu orang tua Alana juga Karina."


" Alana tak suka berada dalam hubungan yang rumit. Dia tak suka menjadi sesuatu penghalang atau penyebab. Jika kau sungguh sungguh ingin menikahinya, kau harus menyelesaikan dulu urusanmu dengan Karina. Bukankah dia masih istrimu?". Tanya Mira. Devan mengangguk.


" Kau pasti mengerti maksud nenek". Mira tersenyum lalu berlalu masuk ke dalam rumah.


Devan terdiam. Mencoba memahami kata kata nenek mira. Entah kenapa hatinya menjadi merasa bersalah mendengar nasihat Mira.


...


Setelah percakapannya dengan Mira. Devan naik ke kamar untuk tidur dengan sang putra.


Terlihat ada Alana yang sedang membacakan dongeng untuk Sean.


" Kancil melompati para kawanan buaya itu dan menyebrangi sungai dengan selamat".


" Bodoh sekali buaya itu mom. Kalau aku jadi buaya aku tidak akan mau di bodohi kancil". Komentar Sean.


Dia tidak suka dengan buaya yang dibodohi oleh kancil dalam cerita itu.


Alana tersenyum mendengar ocehan Sean. " Jika kau tidak mau bodoh seperti buaya maka jadilah pintar seperti kancil". Ujar Alana.


Sean mengangguk setuju. Mendengar suara pintu kamar dibuka atensi mereka teralihkan.


Devan yang masuk langsung bergabung di ranjang Sean yang lumayan besar. Membuat Alana lantas turun dari ranjang.


" Mommy! Mommy mau kenapa turun?". Tanya Sean bingung melihat mommy nya turun.


" Kan sudah ada Daddy. Mommy akan ke kamar". Jawab alana diiringi senyuman.


"Tidak bisakah mommy tidur disini. Aku ingin tidur bertiga dengan mommy dan Daddy. Kayak rio yang tidur bareng mommy dan daddynya". Wajah Sean berubah murung.


Alana terpaku pada curhatan Sean begitupun devan. Keduanya merasa bersalah karena Sean menjadi korban masalah keduanya.


" Tapi Sean kan tahu. Mommy dan Daddy tidak bisa tidur bersama". Ujar Alana mencoba memberi pengertian pada Sean.


Sean menekuk wajahnya. " Kapan Sean bisa tidur dengan mommy dan Daddy seperti Rio. Sean juga ingin". Lirihnya.


" Mommy akan tidur bersama kita Sean". Celetuk devan.


Membuat atensi Alana menatap tajam devan. Sean sendiri sudah bersorak senang.


" Dev!" Peringat Alana.


" Tidak papa al. Sampai Sean tertidur. Setelah itu kau boleh kembali". Ujar devan menengahi.


Alana menghela napas kasar. Dia pun terpkasa kembali naik ke atas ranjang. Dia juga tak tega mematahkan raut bahagia Sean.


Seperti usula devan, setelah Sean tertidur Alana bangkit dari ranjang untuk kembali ke kamarnya.


" Al!" Alana menghentikan langkahnya. Dia berbalik menatap devan yang memanggilnya.


" Besok aku akan kembali ke Indonesia". Beritahu devan. Matanya menatap lekat pada Alana.


Alana tak tahu harus menjawab apa. Dia hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


" Boleh aku minta sesuatu?". Ujar devan.


Alana mengeruttkan keningnya terlebih dahulu sebelum akhirnya mengangguk.


" Jangan dekat dekat dengan Brian. Aku tidak suka Al, aku cemburu! Tolong jaga hatimu sampai aku menjemputmu dan Sean".


Alana terpaku mendengar penuturan devan. Ia sedikit terlena dengan pesona devan. Tanpa sadar Alana menganggukkan kepalanya. Membuat devan sukses tersenyum lebar.


" Terima kasih Al".


Alana keluar dari kamar Sean. Devan sendiri langsung menarik Sean kepelukannya.


Sampai di kamar alana merutuki dirinya yang malah mengangguk saat devan menggoda nya.


Bagaimana bisa dia dengan mudah nya menyetujui ucapan devan tanpa berpikir. Sudah pasti sekarang devan akan besar kepala.


Karena tak ingin memikirkannya lagi Alana memilih untuk masuk ke alam mimpinya.


...


Sesuai rencananya setelah selesai devan berpamitan pada Mira Alana serta Sean.


" Nenek aku akan kembali lagi ke Indonesia untuk menyelesaikan urursanku seperti kata nenek." Ujar devan.


Dia bersalaman dengan Mira lalu beralih pada Sean yang menatapnya dengan sedih. Padahal semalam baru saja tidur bersama kedua orang tuanya. Tapi malah langsung di tinggal lagi. Pikir Sean sedih.


" Sayang dengarkan Daddy. Bukankah kamu ingin Daddy dan mommy bisa bersama?" Tanya devan. Sean mengangguk lesu.


" Daddy pulang ke Indonesia untuk menyelesaikan masalah Daddy. Setelah selesai Daddy akan menjemput Sean dan mommy lagi kesini. Lalu setelah itu kita bisa bersama". Jelas devan. Mencoba menenangkan sang putra yang terlihat murung.


" Daddy akan lama disana?". Tanya Sean.


Devan tersenyum. " Daddy usahakan untuk tidak lama". Ujarnya.


Lalu menciumi wajah putranya itu dengan tulus. Dia akan merindukan putranya yang sok tahu ini.


Devan beralih menatap Alana. Ingin sekali dia mencium lalu ******* bibir merah muda yang menjadi candunya itu. Namun dia tak ingin bersikap tak sopan apalagi di hadapan Sean.


" Aku kembali. Tolong rindukan aku sebagaimana aku merindukanmu". Ujar devan.


Dia mendekatkan wajahnya. " Jangan lupa denagn perkataan ku semalam." Bisik devan tepat di depan telinga Alana.


Alana sampai merinding di buatnya. Dia menatap devan dengan pipi yang sedikit merona. Sambil merutuki dirinya dalam hati.


Devan keluar dari rumah itu. Dia sedikit lega karena belakangan ini Brian jarang kerumah karena sibuk.


Sebelum ke bandara devan mengambil barangnya di hotel tempat dia menginap. Setelahnya dia langsung pergi melesat ke bandara.


Dia akan menyelesaikan masalahnya dengan Karina secepat mungkin. Dia tak ingin Alana dimiliki orang lain jika dia terlambat sedikit saja.


Dia juga ingin segera bersama dengan Alana dan Sean. Terutama Sean yang masih belum memiliki status. Devan ingin segera menyelesaikan nya.