Perfect Love

Perfect Love
celaka



Setelah di kejutkan dengan kedatangan Karina Alana kembali dibuat terkejut dengan kedatangan devan yang tiba tiba.


Pagi pagi sekali devan sudah bertamu ke rumahnya. Bahkan tanpa mengabarinya terlebih dahulu.


Devan yang baru tiba pukul tiga dini hari di Kanada hanya mengistirahatkan tubuhnya selama tiga jam. Karena pagi pagi sekali di langsung menuju rumah Alana.


Dia benar benar sudah tak bisa menahan rindunya pada Alana dan putra mereka.


" Dev, kapan kau kesini?" Tanya Alana heran.


Devan tersenyum manis. " Kemarin. Tadi aku baru datang dan langsung kesini". Ungkapnya.


" Ayok masuk. Aku belum masak apapun jadi jika kau ingin sarapan kau harus menunggu terlebih dahulu".


Tanpa tahu malu Devan masuk sambil merengkuh pinggang Alana. Membuat Alana terkelonjat kaget.


Dia memukul pelan dada devan yang malah tersenyum tanpa dosa itu. Astaga kenapa dengan pria ini?


" Lepas Dev. Aku mau masak". Ujar Alana berusaha keluar dari rengkuhan Devan.


" Gak. Aku bantuin". Ujarnya sambil menarik Alana ke dapur.


" Nggak nggak. Lebih baik kamu bangunin Sean aja. Biar aku yang masak". Titah Alana.


" Sean belum bangun?". Tanya devan.


" Hm. Dia sangat sulit untuk di bangunkan. Mungkin oleh daddynya akan mudah". Usul Alana.


Devan menepuk jidatnya pelan. Astaga anaknya itu mirip sekali dengannya. Sampai dia yang sulit bangun pun menurun pada anaknya.


" Dasar anak gue... Pake nurun lagi". Gumamnya pelan namun dapat di dengar oleh Alana.


" Itu tahu. Udah sana bangunin Sean. Jangan sampai dia nurun jadi kebo kayak kamu". Sahut Alana.


" Enak aja bilang kayak kebo. Gini gini juga kebo tampan. Buktinya kamu cinta tuh sama aku" goda Devan.


Alana mengambil centong nasi lalu melayangkannya hendak memukul Devan.


" Apa kau bilang tadi? Jangan menggodaku Devan atau kau akan kupukul". Ancam Alana.


Tangannya sudah berkuda kuda untuk memukul devan dengan centong itu.


Devan menatap Alana takut. Dia sedikit mundur dengan tangan yang mencoba melepaskan centong di tangan alana.


" Al lepas. Ini gak baik. Oke a-aku akan bangunkan Sean". Ujar nya sambil berlari ke atas.


Alana tertawa melihat tingkah laku Devan. Dia menggelengkan kepalanya. " Ada ada aja. Sama centong aja takut". Gumam Alana.


Dia memulai memasak untuk sarapan. Dari belakang Mira yang baru bangun menghampiri alana yang tengah memasak.


" Mau masak apa Al? Nenek bantu". Tawar Mira.


Alana menoleh sekilas sambil tersenyum. " Alana mau buat nasi goreng aja sama beberapa gorengan. Nenek gak usah bantuin biar Alana sendiri. Nenek diam aja nanti sakit nya kumat". Ujarnya mencegah Mira.


Mira tersenyum geli mendengarnya perhatian alana. Dia memilih untuk duduk di kursi Yang ada di dapur.


" Oh ya Al. Nenek denger tadi seperti ada suara Devan. Devan Disini?" Tanya nya.


" Oh itu. Iya tadi devan pagi pagi kesini. Dia bilang baru sampai jadi aku suruh dia masuk. Dan sekarang lagi bangunin Sean". Jelas Alana.


Mira mengangguk. Dia sudah menerima kehadiran Devan.


Setelah memasak cukup lama akhirnya masakan Alana jadi. Dia mulai menyajikannya di atas meja makan. Mira pun ikut membantu.


Tak lama terdengar suara langkah kaki dari arah tangga. Alana dan mira kompak menoleh. Terlihat Devan yang menggendong Sean di punggungnya dengan tawa menghiasi bibir keduanya.


" Mommy nenek.." panggil Sean.


Dia turun dari punggung devan dan memeluk alana. Lalu beralih memeluk Mira.


" Ada apa? Kelihatannya kau sangat bahagia" tanya mira.


" Nenek semalam aku berdoa supaya Daddy cepat kembali. Dan Tuhan mengabulkannya Daddy membangunkan ku saat pagi". Ujar Sean riang.


Alana serta Mira tersenyum senang. Berbeda dengan devan yang merasa bersalah pada Sean.


" Sudah ayo kita makan. Kau pasti lapar bukan. Ayo dev". Ajak Mira.


Devan menurut. Dia duduk di samping putranya. Mereka memulai sarapan dengan suasana hati yang bahagia.


...


Di tempat lain terlihat seseorang dengan pakaian serba hitam sedang memantau rumah yang ditinggali oleh Alana.


Dia mengawasinya sedikit jauh dari lokasi supaya tidak terketahui.


Saat mobil hitam yang berisikan Devan Alana serta Sean keluar. Orang itu mulai masuk ke halaman rumah.


Tok


Tok


Tok


Orang itu mengetuk pintu. Tak lama pintu rumah itu terbuka menampakkan seorang wanita tua berumur tujuh puluh tahunan.


" Maaf anda siapa? Ada yang perlu saya bantu?" Tanya wanita tua yang tak lain Mira.


Orang itu mengangguk. " Maaf mengganggu. Aku pendatang baru dan belum memiliki tempat tinggal dan teman. Bisakah anda memberiku makanan? Aku kelaparan dari kemarin".


Mira menatap selidik orang tersebut. Namun akhirnya mengangguk juga.


Orang itu mengikuti Mira masuk sebelum akhirnya dia membekap Mira. Mira yang sudah tua mencoba memberontak namun gagal. Dia jatuh pingsan di tangan orang asing itu.


...


Alana yang sedang fokus bekerja tiba tiba mendapat sebuah pesan dari devan yang membuat tubuhnya panas dingin.


" Al nenek kecelakaan".


Deg