Perfect Love

Perfect Love
adik 2



"Mommy mau adik". Celetuk sean membuat sunyi satu ruangan itu.


Mereka saling lirik satu sama lain. Pun alana yang melirik devan hingga semuanya yang kini menatap dirinya serta sean.


Kembali alana tarik matanya pada sang putra yang ada di pangkuannya. Memeluknya pelan dengan bibir cemberut.


" sean kau tak apa?". Tanya alana.


Sean yang tiba tiba ingin adik tentu saja membuatnya heran. Sekaligus malu dengan permintaan putranya terlebih ini sedang rapat keluarga.


" mommy aku mau adik!". Kekeh pria kecil itu tak mengidahkan pertanyaan alana.


" iya jawab dulu pertanyaan mommy. Kamu kenapa hm?".


Dengan pipi yang memerah alana berusaha meladeni ucapan sean. Sungguh dia benar benar malu. Terlebih semua orang di sana terkekeh bahkan mengulum tawa mereka.


" nggak mau! Pokoknya mau adik mommy!" sean merengek. Bahkan pria kecil itu sudah hampir kembali menangis. Dengan menatap mommynya bibir tertekuk ke bawah serta mata yang memerah. Kaki yang di hentak hentakan ke bawah meski berada di pangkuan alana.


Detik berikutnya tangis sean pecah. Pria itu mengeratkan pelukannya dengan kepala mendongak menatap alana. Pun air mata yang terus berjatuhan dari pelupuk matanya.


" mau adik mommy hiks..mau adik..." pintanya di sela sela tangisan.


Sungguh alana malu. Memerah wajahnya bak udang rebus. Bahkan telinganya sampai berdengung pusing. Dia berdiri lalu ia gendong sean. Menyandarkannya di bahu lantas dia tepuk tepuk pelan.


" cup.. Cup.. Cup".


Alana pamit untuk kembali menidurkan sean. Sepertinya putranya itu bermimpi hingga terbawa suasana.


Seketika tawa terdengar nyaring di ruangan itu. Edgar mily pun jerry serta diana tertawa pelan melihat tingkah laku menggemaskan sean yang meminta adik. Dari mana pula pria kecil itu tahu yang seperti itu?


" kode dev". Celetuk jerry. Melirik devan yang hanya santai dengab senyum tipis di bibirnya.


" aku tahu". Jawab devan tanpa menatap.


" aku akan menyusulnya". Lanjut pria itu sambil bangkit dan menyusul alana yang sedang menidurkan sean.


Empat orang tua di sana terkekeh. Menggelengkan kepala pelan. "Dasar mereka itu, ada ada saja. Kenapa harus ada drama perpisahan segala?". Gumam jerry pelan. Terus menatap punggung putranya yang menghilang di telan jarak.


" hmm. Kami berharap setelah ini tak ada lagi yang memisahkan mereka. Mereka berhak bahagia". Setuju edgar menyahuti. Diangguki semua orang di sana.


Kembali pada devan. Pria itu berjalan perlahan Menuju kamar milik sean. Lalu masuk dan mendapati alana yang tengah menemani sean tidur. Dengan posisi memunggungi pria itu.


Dirasa nyenyak alana bangkit lalu duduk di atas ranjang sean. Sedikit terkejut kala mendapati devan yang mengikutinya.


"Dia tidur?". Tanya devan.


Alana mengangguk pelan. Sekilas menatap sean yang tertidur.


" sutt.... Jangan di ganggu". Peringat alana kala devan maju dan duduk di sampingnya.


"Dia tampan". Celetuk devan mengakui ketampanan putranya.


" aku tahu". Balas alana pelan.


" seperti diriku". Kini mata pria itu menatap alana dengan menggoda. Menaik naikan satu alisnya.


"Ck. Jangan sombong". Ketus alana pelan nyaris berbisik. Mendorong pipi devan menggunakan jarinya.


Terkekeh pelan pria itu. "I love you". Bisik devan.


Alana yang sedang menatapi wajah tenang putranya menoleh pada pria bermulut manis di sampingnya.


" aku tahu". Sahut alana. Tak berniat membalas ucapan devan.


" I love you". Kekeh pria itu mengucapkan.


" Aku tahu Dev". Balas lagi Alana.


" I. love. you. Alana!". Devan tak puas dengan jawaban Alana.


" I know that Dev". Lagi Alana mengelak. Membuat devan mendengus kasar.


" Balas ucapanku Al". Kesalnya. Tentu saja.


" Bukankah aku sudah membalasnya?". Bingung Alana yang di barengi kekehan kecil. Menatap devan dengan menggoda pria itu.


" Bukan itu maksudku. Ah sudahlah lebih baik aku bangunkan Sean". Putus devan. Hendak membangunkan sean namun urung saat Alana menarik tangannya.


" Oke oke aku akan membalasnya. Coba kau katakan sekali lagi". Pinta Alana. Ia tak mau Sean kembali terbangun gara gara pria di depannya ini.


Devan tersenyum. Lantas menatap Alana yang juga menatapnya menunggu dia mengulang kata yang takan pernah bosan dia katakan.


" I love you so much".


Terkekeh pelan Alana. Menangkup wajah devan lalu dia dekatkan hingga jarak mereka hanya setara 5 cm. " I love you too so much and forever".


Cup!!!!


...****************...


uuuuuuuu🤭🤭🤭🤭🤭🤭 siapa yang nyosor duluan yah.... Sean juga Ngada Ngada pengen adik tau aja kalau Daddy sama mommy nya udah mau nikah.


Jang lupa like vote and komen nya ya.....


by see you again🌹💋💋🥂💀📍