
Keluar dari ruang sidang Devan serta orang tuanya tersenyum lega.
Bahkan Diana sampai menangis karena bahagia Devan akhirnya bercerai dengan Karina meski harus ada sedikit drama dulu.
" Terima kasih telah mendoakan ku ma". Ujar devan.
Dia memeluk Diana yang menangis haru. Semua keberhasilan ini tak luput dari doa ibunya.
" Mama senang banget Dev. Akhirnya kalian pisah". Lirih Diana.
Devan melepas pelukan nya dan beralih memeluk sang ayah.
" Selamat Dev. Sekarang kau sudah resmi bercerai". Ujar jerry.
Devan melepas pelukannya. " Terima kasih pa".
" Ayo kita pulang. Mama akan buat makanan enak untuk merayakan keberhasilan penceraian ini". Ujar Diana senang.
Devan dan jerry tertawa. Mereka tak menyangka Diana akan sangat senang dengan penceraian Devan.
Mereka kembali untuk makan makanan buatan Diana.
Sesuai janjinya Diana membuat makanan kesukaan Devan yang salah satunya adalah perkedel. Entah bagaimana caranya Devan bisa sangat menyukai makanan kentang itu.
" Aku tidak menyangka jika arsen menjalin hubungan bersama Karina". Celetuk devan tiba tiba.
" Hmm. Papa juga tidak menyangka. Padahal dia sahabat kamu. Ya meskipun kau tidak mencintai Karina tapi yang di lakukan arsen salah". Balas jerry.
Devan mengangguk setuju. Apa yang di katakan papanya benar. Meski dia tak mencintai Karina tapi hubungan arsen tetap salah.
" Sudahlah gak papa. Toh karena dia juga kan penceraian ini berhasil". Sambung diana.
Jerry dan devan setuju. " Sepertinya aku harus mengucapkan terima kasih padanya". Canda devan membuat Jerry dan Diana tertawa.
" Kau benar". Kekeh Jerry menanggapi candaan devan.
Disisi lain Karina baru saja masuk ke apartemen yang sering dia gunakan untuk bercinta dengan arsen.
Yah, empat tahun lalu arsen datang dan mengatakan cinta padanya. Entah bagaimana caranya arsen bisa mencintai nya tapi yang pasti arsen datang.
Dia yang saat itu memang sangat kesepian terlebih sikap Devan yang selalu dingin bahkan menolak menyentuh nya membuat dia menerima cinta arsen.
Dan selama empat tahun ini dia dan arsen menjalin hubungan di belakang devan. Bukan hanya hubungan tapi juga bermain di ranjang. Karina yang memang tak pernah terpenuhi kebutuhan biologisnya dengan senang hati menerima ajakan arsen.
Meski sikap Devan yang dingin padanya tapi Karina tak pernah berhenti mencintai devan meski dia menjalin hubungan dengan arsen.
Dia menjalani hubungan tanpa cinta bersama sang sahabat dari suaminya itu. Meski tahu sahabat tapi Karina tak menolaknya.
Sebab dia juga membutuhkan kasih sayang. Dia anak yatim piatu yang pasti butuh orang yang menyayanginya. Dan bersama arsen Karina dapat merasakan hal itu. Meski begitu hatinya tetap menolak kehadiran arsen dalam hidupnya. Dia bahkan berbohong jika dia mencintai arsen yang notabenenya sahabat sang suami. Hal itu ia lakukan supaya arsen tak berhenti mencintai nya.
" Arghhhhhh"
" Wanita sialan. Gara gara kau aku harus cerai dengan devan. Arghhhh".
Teriak Karina frustasi. Dia menjambak rambutnya dengan kasar. Matanya menatap nyalang Poto Alana dan devan yang terpasang di dinding. Poto yang sudah tak utuh sebab Karina mencorat coretnya.
Tangannya terkepal kuat. Dadanya naik turun menandakan jika dia marah. Emosinya meluap mengingat Devan yang merekam pembicaraan nya bersama arsen.
Dia melemparkan apa saja yang dia temui. Gelas pot vas sudah tergeletak mengenaskan di lantai.
" Dasar wanita licik, sialan, ******, murahan. Aku tidak akan pernah memaafkan mu. Awas saja kau lihat apa yang akan aku lakukan terhadapmu dan keluargamu itu!" Geramnya.
" Arghh sialan!" Teriak Karina.
Umpatan Karina terhenti saat pintu apartemen terbuka. Dia menoleh dan mendapati arsen yang masuk.
Arsen menatap Karina sekilas. Dia kecewa dengan sikap Karina selama ini.
" Aku pikir kau memang sudah benar benar melupakan devan. Ternyata itu cuma akal akalanmu saja supaya kau tidak berpisah dengannya" ungkap arsen.
Dia bersandar pada dinding sebelah pintu apartemen. Menatap Karina yang juga tengah menatapnya.
Perempuan itu terlihat kacau. Rambutnya berantakan wajahnya sedikit bengkak tangannya juga berdarah. Tapi arsen tak berniat membantunya.
" Tapi sudahlah itu juga sudah terjadi. Aku kesini hanya ingin menyampaikan ayo kita putuskan hubungan ini. Sebenarnya jika kau memang sudah melupakan devan aku berniat akan melamar mu. Tapi sepertinya itu tidak mungkin". Jelas arsen.
Menghela napas panjang dia menatap Karina dengan lirih.
" Ayo kita akhiri ini!" Putusnya.
"Tidak".
Karina menggeleng. Dia mencoba menghampiri arsen dan berusaha menggapai tangannya.
" Tidak aku mohon. Sayang dengarkan aku dulu. Aku benar benar minta maaf. Aku tidak bermaksud untuk memanfaatkanmu. Aku...aku hanya'
Karina terdiam. Dia tak tahu harus memberi alasan apa kepada arsen.
" Hanya apa Karina? Hanya karena kau tak mencintai ku dan mencintainya? Aku sudah tahu itu. Kau tidak perlu mengulanginya". Sela arsen.
" Tidak sayang aku mohon. Beri aku kesempatan sekali lagi. Aku mohon ini yang terakhir aku janji. Asal kau memberiku kesempatan lagi". Karina memohon.
Dia menggenggam tangan arsen. Mencoba meyakinkan pria itu.
Arsen tak bergeming. Dia membiarkan saja Karina berbuat apapun padanya.
" Aku sudah sering memberi mu kesempatan Karina tapi kau tetap mengingkarinya. Sebaiknya kita memang berhenti".
" Tidak sayang aku mohon. Ini janjiku aku tidak akan mengulang kesalahan lagi. Lagi pula aku sudah bercerai dengan devan. Aku mohon beri aku kesempatan. Ayo kita memulainya dari awal".
Arsen menatap Karina intens. Dia mencintai perempuan ini bahkan sebelum Karina menikah dengan devan. Dia mencintai Karina semenjak mereka masih kuliah.
Dia selalu berusaha untuk memenangkan hati Karina namun dia selalu kalah dengan devan.
Saking cintanya arsen terhadap Karina dia merenggut mahkota karina untuk membuat dia berhenti mengejar Devan dan merusak hubungan Devan dan Alana.
Saat tahu jika Karina hamil dia begitu bahagia. Namun kebahagiaan itu sirna saat Karina meminta pertanggungjawaban pada Devan bukan dirinya.
Sebenarnya dia tak berniat mengkhianati sahabatnya itu. Tapi dia tak sanggup melihat wanita yang dicintainya terus di sakiti oleh devan.
Oleh karena itu dia diam diam melindungi Karina. Saat tahu jika Karina keguguran hatinya benar benar sakit. Dia merasa bodoh karena tak bisa menjaga anaknya sendiri.
Dia tak menyalahkan Devan karena pada dasarnya Devan memang tak mencintai Karina dan terpaksa menikahinya karena bertanggung jawab pada janin yang dikandung Karina yang adalah anaknya.
Dia tahu setelah mendengar hal ini pasti Devan akan sangat marah dan kecewa padanya. Meski Devan tak mencintai Karina tapi dasarnya dia membuat Karina berselingkuh dan dia sadar.
Dia akan menjelaskannya pada Devan nanti. Dia tak mau persahabatan nya hancur begitu saja.
" Baik. Aku akan memberikanmu kesempatan. Tapi ini yang terakhir. Jika kau kembali mengingkarinya aku akan pergi". Ujar arsen.
Karina tersenyum senang. Dia memeluk arsen erat. Lalu memberikan ciuman pada bibir pria itu.
" Terima kasih sayang. Aku janji akan gunakan ini sebaik baiknya". Ujarnya sambil terus memeluk arsen.
Arsen membalas pelukan Karina. Dia berharap Karina bisa berubah dan bisa menjadi wanita yang baik untuknya serta untuk anak mereka nanti.
Tanpa arsen ketahui raut wajah Karina berubah menjadi seringaian. Dia akan menggunakan kesempatan ini sebaik baiknya.