Perfect Love

Perfect Love
cerai!



Setelah perdebatannya bersama Diana tadi pagi. Devan memutuskan untuk menemui Karina.


Dia membawa Surai cerai yang mau tak mau harus Karina tandatangannya.


Sampai di rumah devan langsung di suguhi oleh kemarahan Karina. Wanita itu marah pada Devan yang pergi tanpa pamit padanya.


" Kau dari mana saja sih? Kenapa kau pergi tak memberitahuku?!" Bentak Karina.


Dia menatap suaminya tajam. " Aku sudah mencarimu kemana mana. Ke kantor pun hanya ada Ronnie. Kenapa kau tidak mengabariku?!"


" Apa kau lupa jika kau mempunyai istri?!" Tanya Karina murka.


" Iya! Aku memang merasa aku tidak punya istri sepertimu". Sarkas devan tajam.


Karina menatap devan tak percaya. Dia tak menyangka devan akan mengatakan hal seperti itu padanya.


Meskipun Devan tak mencintai nya tapi devan tak pernah berkata kasar atau sampai membentaknya. Bahkan sampai lima tahun ini devan masih mempertahankan nya.


Namun setelah kedatangan Alana kembali sikap Devan kembali berubah. Dingin dan kasar. Mengingat hal itu membuat kebencian Karina semakin menumpuk pada Alana.


" Apa maksudmu berkata seperti itu Dev?" Tanya Karina bingung. Nada bicaranya kembali rendah.


Devan terkekeh. "Apa? Aku memang merasa jika aku tidak memiliki istri seperti dirimu. Oleh karena kita harus bercerai."


"TIDAK!"


" Kenapa kau mengatakan hal seperti itu Dev. Kita tidak akan bercerai sampai kapanpun. Aku tidak mau kita bercerai." Ujar karina.


Ini diluar dugaannya. Devan ingin bercerai dengannya tentu saja ia akan menolaknya keras.


"Tapi aku mau kita bercerai. Kau tidak mencintaiku tapi kau hanya terobsesi padaku."


Sudah lama ia ingin bercerai dari Karina. Namun mengingat nasihat dari papanya Devan akhirnya mengalah dan tidak menceraikan Karina sampai saat ini.


Namun karena sampai sekarang dia tidak bisa mencintai karina dia akan bercerai.


" Kau salah Dev. Aku sangat mencintaimu. Aku sampai rela berada di sampingmu meski kau tak menyentuhku dan enggan denganku". Bantah Karina cepat.


Tidak. Ini cinta bukan obsesi. Ini adalah pembuktian cintanya pada Devan yang begitu tinggi.


" Cinta?". Devan terkekeh mendengarnya. " Apa merusak kebahagiaan orang lain itu cinta? Mengorbankan perasaan orang lain itu cinta iya?!".


" KARENA AKU HAMIL ANAK KAMU DEV!" Bentak Karina.


" JANGAN BOHONG KARIN. KAU BUKAN HAMIL ANAKKU MELAINKAN ORANG LAIN. UDAH BERAPA ORANG YANG KAU HANGATKAN?!". Teriak devan.


PLAK


tamparan keras mendarat di pipi Devan. Karina menatap Tangannya dengan gemetar. Dia tak sengaja sungguh.


Devan menatap Karina kian menajam. Matanya menyoroti Karina yang telah berani menamparnya.


" Kenapa? Kau menyesal karena menamparku?". Devan terkekeh.


Karina menggeleng cepat. Dia menatap devan dengan berkaca kaca.


" Aku tidak peduli. Tapi yang penting kau harus menandatangani surat cerai ini." Devan menyodorkan kertas putih yang berisi surat cerai.


" Enggak aku gak mau!". Bantah karina. Dia menepis tangan devan yang tengah memegang kertas putih itu.


" Apa ini karena alana? Kau pasti menceraikan ku karena Alana iyakan?!" Tuduhnya.


" Jangan bawa bawa Alana Karina!" Peringat devan tegas.


" Kenapa? Benarkan yang aku ucapkan? Kau pasti menceraikan ku karena Alana."


" Wanita licik itu yang telah meracuni pikiran mu hingga kau menceraikan ku. Dia munafik licik bilang sudah tidak mencintai mu tapi apa. Dia mendekatimu dan bodohnya kau malah mau dengannya. Di-


" CUKUP!"


Devan mengepalkan tangannya. Dia tak suka ada yang menyebut Alana seperti itu.


" Aku menceraikanmu karena sikap mu sendiri. Jangan sangkut pautkan Alana dalam hal ini. Kau paham?!" Tegas devan.


Devan berlalu. Dia meninggalkan Karina yang tak terima dia ceraikan.


Karina mengacak rambutnya kasar. Dia menolak sangat menolak untuk bercerai dengan devan.


" Arghhh dasar wanita sialan. Awas saja kau akan mendapatkan balasan dariku". Geram Karina.


Dia menatap tajam pada pintu dimana devan pergi. Rencana licik sudah dia siapkan. Dia tidak akan tinggal diam. Devan tidak bisa menceraikan nya tidak bisa!


Tak lama bibirnya itu berubah jadi seringaian. Dia merogoh ponselnya dan menelpon seseorang.


' sayang... Aku ikuti kemauan mu'


Awalnya niat Devan akan beristirahat di rumah. Namun mendengar hal tadi membuat devan langsung mendatangi kedua orang tua Alana.


Tanpa sepengetahuan Diana dan Jerry maupun Alana sendiri. Dia berniat untuk menebus dosanya meski tahu jika itu Taka akan sebanding dengan pengorbanan Alana selama ini.


Disinilah mereka sekarang. Dikediaman Edgar. Ketiganya duduk di kursi ruang tamu.


Setelah mendapat kabar dari Alana mily sudah membaik. Hari itu juga mily bisa pulang. Namun dia tidak tahu jika menyusul Alana ke Kanada.


" Apa yang membuatmu datang kemari?" Tanya Edgar to the point.


" Aku kesini ingin melamar alana. Aku ingin meminta restu untuk menikahinya". Jelas devan langsung pada intinya.


Edgar sedikit terkejut dengan penuturan devan. Berbeda dengan Mily yang membelalakan matanya.


" Kenapa tiba tiba Devan?". Tanya mily syok.


" Maaf jika ini mengagetkan Tante. Saya ingin bertanggung jawab pada Alana serta....putra kami".


...


TERIMAKASIH TELAH MEMBACA SAMPAI SEJAUH INI. TOLONG TINGGALKAN LIKE VOTE DAN KOMEN JIKA BERKENAN🤗🤗🤗