Nayla's Love Story

Nayla's Love Story
Akhir Yang Bahagia (END)•



Siang ini, Nayla sedang berada di butiknya. Ia baru saja selesai bertemu dengan client yang akan memesan gaun pernikahan.


Ia meregangkan ototnya terlebih dahulu kemudian minum air putih di depannya. Nayla melihat jam ditangan kirinya, ternyata ini sudah saatnya ia menjemput El. Karena sekarang sudah jamnya pulang sekolah.


"Saya pamit jemput anak dulu ya Nar" ,pamit Nayla pada Inar,salah satu karyawan di butiknya atau lebih tepatnya asistennya. Umurnya satu tahun lebih muda dengan Nayla.


"Iya mbak" ,jawab Inar.


Nayla membereskan meja dan mengambil tasnya,ia bergegas keluar dan memasuki mobilnya. Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, karena memang jarak dari butik ke sekolah El tidak terlalu jauh.


Sesampainya di taman kanak-kanak tempat El bersekolah, Nayla memarkirkan mobilnya terlebih dahulu. Baru saja keluar, ia melihat El sedang duduk dengan seorang laki laki yang entah siapa. Karena wajahnya tidak terlalu jelas.


Nayla sontak langsung berlari mendekat, ia takut laki laki itu ternyata orang jahat atau ada niatan untuk menculik anaknya.


"El". El langsung menoleh setelah mendengar namanya dipanggil.


"Bunda", pekiknya senang, ia langsung bangkit dan menghampiri Nayla.


"Maaf ya bunda lama", ucap Nayla sembari mengelus rambut anaknya dengan sayang.


"Ngga papa bun, El juga ditemani sama om itu" ,tunjuk El. Ia lantas mendongak mengikuti arah tunjuk El.


Nayla dan laki laki itu sama sama terkejut saat pandangan mereka bertemu.


...***...


"Jadi, El itu anak lo?", tanyanya sembari menatap El yang sedang memakan es krim.


"Iya Al".


Aldi tersenyum. Ya, lelaki yang bersama El adalah Aldi. Jadi setelah pertemuan singkat mereka di sekolah tadi, Aldi mengajak Nayla serta El untuk mengobrol terlebih dahulu di restoran terdekat. Dan disinilah mereka berada.


"Pantesan pas pertama liat,gue gak asing sama wajahnya. Mirip banget Dafa ya" ,ucap Aldi.


"Iya gitu,bukan wajah aja bahkan sifatnya mirip banget,gue cuma kebagian mengandung,"jawab Nayla.


"Maaf ya pas nikahan lo, gue gak bisa dateng".


"Ngga papa Al,gue ngerti kok",Nayla tersenyum. Ia sebenarnya canggung bertemu dengan Aldi. Sudah 5 tahun sejak kepindahan Aldi dan mereka baru bertemu kembali sekarang.


Suasana nya mendadak hening, El yang bahkan biasanya cerewet hanya sibuk dengan es krim nya.


"Oh iya gimana kabar lo, keluarga lo dan Risa?" ,tanya Nayla beruntun dan sedikit ragu di akhir kalimatnya.


"Tanyanya satu satu kali Nay", jawab Aldi terkekeh.


Nayla hanya tersenyum kikuk.


"Kabar gue ya seperti yang lo lihat ini. Dan keluarga gue juga alhamdulillah baik. Untuk Risa juga baik, dia juga udah perlahan mulai sembuh. Dia juga bilang sama gue, kalau gue ketemu lo atau Dafa, katanya suruh bilang ,dia bener bener minta maaf buat kejadian waktu itu. Dia ngga bisa ikut pulang ke sini karena ada something" ,jelasnya.


"Alhamdulillah kalau Risa udah sembuh dan gue maupun Dafa udah maafin Risa,engga baik juga kan nyimpen dendam", balas Nayla.


"Thanks ya Nay,lo emang perempuan yang baik cocok sama Dafa. eh btw...kalau liat El, gue jadi ingat ponakan gue", ucap Aldi tiba tiba beralih menatap El.


"Ponakan?", Nayla membeo.


Aldi menghela nafasnya sejenak," iya ponakan, lebih tepatnya anaknya Risa".


Nayla terkejut, jadi Risa sudah menikah.


"Wah selamat ya, ternyata Risa udah nikah".


"Sebenarnya Risa belum menikah si, hamil diluar nikah",penjelasan Aldi membuat Nayla langsung terdiam.


"Ya gitu lah akibat pergaulan bebas disana".


"Terus,lelaki itu tanggung jawab kan?",tanya Nayla penasaran.


"Ya awalnya gak mau , tapi gue sebagai kaka ya gak terima, adik gue dirusak gitu aja. Akhirnya dia mau nikahin Risa".


"Kalau boleh tau ponakan lo umur berapa?".


"Baru umur 2 tahun, dia anak yang aktif dan cantik banget," ucapnya sembari membayangkan wajah lucu ponakannya.


"Siapa yang cantik om?",El tiba tiba ikut menyahut.


"Denger yang cantik langsung ikutan aja", Nayla menjawab,ia mengambil tisu kemudian mengelap sisa-sisa es krim di mulut El dan tangannya.


"Ponakan om dong, dia cantik banget".


"Wah siapa namanya om?".


"Natasya namanya".


"Om punya fotonya?",tanya El antusias,sedangkan Nayla hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah anaknya.


"Ada nih" .Aldi mengambil ponsel dan menunjukan fotonya pada El.


"Wah iya cantik".


"Apa yang cantik-cantik?," mereka bertiga dikejutkan dengan kedatangan Dafa yang secara tiba-tiba.


"Ayah",pekik El senang.


"Loh kamu, disini juga?",tanya Nayla.


"Hai Daf, ketemu lagi".


Dafa dan Aldi berpelukan ala laki laki.


"Duduk dulu Daf",ucap Aldi. Dafa akhirnya duduk disebelah Aldi .


"Udah lama di Indonesia ?",tanya Dafa basa basi .


"Baru dua hari,gue kangen Indonesia jadi balik bentar".


"Halah kangen, gimana udah ada gandengan?".


" Pertanyaan nya gak ada yang lain apa?", Aldi tertawa.


"Gak ada, jangan-jangan lo masih suka sama istri gue",tuduh Dafa dengan mata memicing.


"Emang kenapa?", tanyanya dengan mengejek.


"Awas aja kalau itu beneran terjadi" ,ancam Dafa.


"Santai aja, gue udah punya pacar dan gue juga udah move on dari istri lo,pacar gue juga engga kalah cakep nya sama istri lo". Dafa langsung bernafas lega.


"Syukur deh, oh iya kalian lagi ngomongin apa tadi, El sampai bilang cantik".


"Itu kita lagi ngomongin anaknya Risa",jawab Nayla.


"Iya yah, ponakannya om Aldi cantik lho,apalagi matanya biru", sahut El.


"Risa udah nikah?" ,tanya Dafa kaget.


"Iya gitu, MBA" jawab Aldi.


"Apa MBA?".


"Married By Accident.Gitu aja lo gak tahu",ledeknya.


"Oh ya sorry",jawab Dafa tak enak.


...***...


Malam hari seperti ini, mereka bertiga hanya duduk bersantai di ruang keluarga sembari menemani putra pertama mereka untuk menonton kartun. El duduk di apit oleh kedua orang tuanya.


"El belum ngantuk?", tanya Nayla.


"Belum bun" ,sahutnya tapi tatapan matanya mengarah ke televisi.


"Udah malem ini", celetuk Dafa sembari menguap.


"El tau ini malem".


"Kalau malem berarti waktunya untuk?",tanya Dafa.


"Untuk bersantai",jawab El.


"Untuk tidur sayang ", Nayla membenarkan.


"Tapi El belum ngantuk".


"Kasian bunda tuh udah nahan ngantuk", ujar Dafa.


"Ayah juga tuh", Nayla berkata.


El menatap orang tuanya bergantian,benar saja mereka memang sudah mengantuk.


"Ya udah deh,ayo tidur",putus El, Dafa langsung berbinar senang karena ia akhirnya bisa bermesraan dengan istrinya .Tapi binar kebahagiaan nya langsung redup begitu saja saat mendengar kata El selanjutnya.


"Tapi El tidur sama ayah, bunda ya",pinta nya.


"Oke", jawab Nayla sebelum Dafa menyelesaikan protesnya, Nayla lantas bangkit dan menggandeng El.


"Ayo ayah katanya mau tidur", El kembali menoleh saat Dafa hanya diam dibelakang.


"Iya ayo",Dafa bangkit dan mengikuti mereka berdua memasuki kamar dengan lesu. Sudahlah bermesraan nya mungkin besok besok lagi.


El langsung berlari dan langsung tiduran ditengah tengah di kasur. "El ,cuci kaki,tangan dan gosok gigi dulu",perintah Nayla langsung di angguki semangat oleh El. Ia lalu berlari kecil memasuki kamar mandi. Diikuti oleh Nayla dibelakang untuk memastikan El melakukan dengan benar.


Begitu selesai El langsung merebahkan diri di tengah tengah kasur. Sebelum tidur, El mencium pipi Nayla dan Dafa bergantian.


"El sayang ayah sama bunda", ucapnya.


Dafa juga mencium kening istri dan anaknya bergantian "Ayah juga sayang kalian berdua".


Nayla tersenyum, " bunda lebih lebih sayang kalian",ucapnya. Nayla lantas menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka bertiga. Mereka tidur dengan Nayla dan Dafa yang memeluk El.


Inilah akhir yang Nayla inginkan, memiliki keluarga yang saling menyayangi satu sama lain adalah kebahagiaan baginya. Dibalik rasa sakitnya kala itu, Tuhan dengan baik mengirimkan sosok Dafa untuk menjadi pendamping hidupnya, melengkapi kebahagiaan nya,apalagi ditambah dengan hadirnya El, putra satu satunya yang sangat mereka sayangi.


...END....


Terimakasih yang sudah mampir membaca. Kisah Nayla cukup sampai disini. Silahkan ambil hal positifnya dan kalau tidak ada, silahkan dinikmati saja ceritanya 😁.


Cerita ini cuma fiksi jadi jangan disamakan dengan kehidupan nyata 🙏. Mohon maaf kalau masih banyak kekurangan di cerita ini ,karena ini karya pertama jadi masih banyak typo dan kesalahan lainnnya.