Nayla's Love Story

Nayla's Love Story
Wedding•



Setelah acara lamaran tersebut ,Dafa memutuskan untuk segera menikahi Nayla secepatnya . Mereka berdua langsung memberi tahu hal baik ini pada orang tua mereka , mereka pun mendapat respon positif . Walaupun sempat ada perdebatan sedikit,tapi semua masih bisa diselesaikan dengan baik.


Dan sekarang adalah hari dimana Dafa akan melangsungkan pernikahannya bersama Nayla. Pernikahan tersebut diadakan di kediaman orang tua Nayla. Banyak sekali tamu dari kerabat, teman para orang tua dan teman kuliahnya yang datang, dan itu semua menyebabkan Dafa menjadi gugup.


"Santai aja kali Daf" ,ucap papanya.


"Iya ini santai pa".


"Jangan lupa senyum, nanti orang orang yang liat pada takut kalau kamu gak senyum, dikira nikahnya karena terpaksa ",sahut mamanya.


"Iya mama yang cantik ".


"Penghulu nya udah datang, kamu siap" ,ucap Reza papanya.


Setelah kedatangan penghulu, akad nikah pun segera dimulai. Untuk mempelai wanitanya masih berada di dalam kamar, ia hanya melihat Dafa dari layar yang dipasang dikamarnya.


"Saya terima nikah dan kawinnya Nayla Sekar Pramudya-Sahhhh".


"Woi sabar dulu kenapa si, belum selesai udah main bilang sah aja lo" ,celetuk Brian,sedangkan tamu yang datang hanya tersenyum geli dengan tingkah Dafa barusan.


Begitu pula dengan Nayla, ia hanya meringis malu. Bisa bisanya seperti itu.


"Saking gak sabarnya", celetuk Nadia.


"Bener banget ", sahut Neta terkekeh.


"Gak usah malu maluin papa, dulu aja papa lancar kenapa kamu gini si" ,bisik Reza penuh penekanan.


"Bisa diwakilin gak si pa, Dafa gugup banget", bisik Dafa.


"Bisa ,tapi nanti Nayla jadi istri papa ,mau?".


"Eh jangan, oke Dafa aja, doain pa semoga kali ini lancar".


"Baiklah saudara Dafa tarik nafasnya pelan pelan dan hembuskan, kita mulai lagi ya" ,ucap penghulu.


"Silahkan pak Raka bisa dimulai lagi" . Raka langsung menjabat tangan Dafa.


"Awas aja kalau salah lagi ,kamu saya pecat jadi calon mantu" ,ancam Raka lirih dan hanya bisa didengar oleh Dafa. Dafa yang mendengarnya hanya mengangguk patuh, ia merapalkan doa dalam hati semoga kali ini berhasil.


"Saya terima nikah dan kawinnya Nayla Sekar Pramudya binti Raka Pramudya dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" ,ucap Dafa dengan satu tarikan nafas dan begitu lantang.


"Bagaimana para saksi".


"Saaahhhh".


"Alhamdulillah ". Penghulu langsung memimpin doa,semua pun ikut berdoa atas pernikahan Dafa dan Nayla. Nayla, gadis itu meneteskan air matanya sungguh terharu .


"Selamat Nay, cie udah jadi istri aja", ucap Neta.


"Makasih bumilku", jawab Nayla.


"Selamat sayang" ,sahut Fara.


"Makasih mama".


"Selamat Nayla" ,pekik Nadia heboh.


"Makasih Na" ,jawab Nayla sembari tersenyum.


"Ayo saatnya kamu turun" ,ajak Fara.


Nayla turun diapit oleh Fara dan Neta, sedangkan Nadia? Ia hanya mengikuti dari belakang sembari memegang ekor kebaya yang dipakai Nayla.


"Nah itu dia calon istrimu" ,celetuk Winda.


Semua mata langsung tertuju pada tangga, dimana Nayla sang pengantin yang sangat cantik dengan kebaya putih nya turun bersama Fara dan kedua sahabat nya.


'Subahanallah cantiknya' batin Dafa. Dafa bahkan tidak berkedip sama sekali melihat Nayla ,bahkan sampai Nayla duduk disebelah Dafa pun, ia masih belum berkedip.


"Kedip Daf", Winda memperingati anaknya dan Dafa langsung tersadar ternyata Nayla sudah ada disisinya.


"Cantik banget si istriku ini" ,bisik Dafa tepat ditelinga Nayla. Nayla yang mendengar pujian tersenyum hanya tersenyum malu malu jangan lupakan juga pipinnya yang memerah untung saja ia memakai blush on jadi tidak terlalu terlihat.


" Aku cantik gitu?" ,kaget Dafa.


"Eeh bukan gitu, maksudnya kamu ganteng banget".


"Alhamdulillah kalian sudah sah menjadi suami istri ,silahkan bertukar cincin" , ucap penghulu menghentikan obrolan mereka berdua.


Dafa mengambil tangan Nayla dengan perlahan dan memasangkan cincin ,begitu pula dengan Nayla, selepas acara tukar cincin, Nayla langsung mencium punggung tangan Dafa yang sekarang sudah sah menjadi suaminya, begitu pula dengan Dafa yang langsung mencium kening Nayla.


Nayla sungguh bahagia, ia bisa menjadi istri dari seseorang yang sangat mencintai nya,meskipun kisah cintanya dulu sempat tidak berjalan mulus dengan Brian,namun sekarang malah ia menjadi istri dari sepupu mantannya itu. Sungguh dunia itu sempit, dari sekian banyaknya lelaki , kenapa Nayla harus jatuh cinta dengan Dafa yang masih ada hubungan saudara dengan Brian ,mantannya, tapi ya sudahlah ,Nayla percaya semuanya memang rencana Tuhan.


Dafa dan Nayla langsung menandatangani buku nikahnya dan tidak lupa untuk berfoto.


Dan acara selanjutnya adalah sungkeman.


"Selamat ya sayang sekarang udah jadi istri,ngga boleh males malesan ,sekarang kamu sudah mempunyai tanggung jawab melayani suami, turutin perintah suami ya jika perintahnya baik dan sesuai dengan agama, jangan jadi istri yang pembangkang", Nayla meneteskan air matanya setelah mendengar petuah dari mamanya, ia langsung memeluk mamanya erat.


"Maafin Nayla ya ma,Nayla belum bisa jadi anak yang baik buat mama. Nayla masih suka bandel terus suka engga dengerin omongan mama".


"Udah ah ga usah nangis nanti jelek", ucap Fara sambil menghapus jejak air mata anaknya.


"Tolong jaga anak saya Dafa, jangan sakiti dia karena saya adalah orang pertama yang akan datang menghajarmu jika saya mendengar anak saya tersakiti dan tolong bimbinglah dia", ucap Raka pada Dafa .


"Iya pa" ,Dafa mengangguk patuh.


Setelah acara sungkem tersebut selesai,Nayla kembali ke kamar bersama Dafa untuk mengganti pakaiannya.


"Cie yang udah jadi istri" ,Dafa menggoda Nayla.


"Apaan si Daf" ,jawab Nayla malu, entah kenapa akhir akhir ini Nayla jadi pemalu .


"Cepet ganti baju sana ", ucap Nayla mengalihkan topik pembicaraan.


"Gantiin".


"Enggak mau ya, kaya anak kecil aja",tolak Nayla.


Nayla kali ini sangat cantik dengan gaun warna biru muda ,begitu pula Dafa yang sangat tampan menggunakan tuxedo hitam, mereka langsung keluar untuk menemui tamu undangan.


"Selamat ya Nayla, cantik banget deh. Gue bener bener pangling sama lo", ucap Neta.


"Makasih loh".


"Eh minggir dulu Net gantian gue. Selamat Nayla sayang semoga menjadi keluarga yang samawa ya".


"Makasih loh Na. Ngomong ngomong tinggal lo nih yang belum nikah. Kapan nyusul",ucap Nayla menggoda Nadia. Sedangkan Nadia hanya memberenggut sebal .


"Lamaran aja belum, udah nikah aja",sewot Nadia, Neta Dan Nayla hanya cekikikan. Senang sekali rasanya menggoda Nadia.


"Woi Raf kode nih Nadia minta dilamar".


"Apaan si Na-",ucapan Nadia terpotong oleh Rafa.


"Wah ayo disini aja sekalian lamarannya" ,sahut Rafa semangat.


"Eh apaan kagak ada lamar lamaran,kalau mau lamar anak orang modal dong, masa ngelamar di nikahan sepupu lo sendiri dasar pelit ", ujar Dafa.


"Apaan dah lo aja yang pel-".


"Dah lah berantem mulu lo berdua, minggir gue mau ke Nayla", Brian akhirnya melerai.


"Selamat Nayla, langgeng sama Dafa ya semoga menjadi keluarga yang samawa tentunya" ,ujar Brian.


"Makasih Yan" ,Nayla lantas tersenyum tulus.


"Udah elah jangan lama lama takut flashback" ,Dafa langsung menarik kerah belakang Brian untuk segera menjauh dari depan Nayla.


Semua orang yang ada disitu menyoraki Dafa, sungguh posesif sekali. Nayla dan kedua sahabatnya hanya tertawa melihat Dafa dan Brian.


Ya, Ini bukanlah akhir dari segala kisah Nayla, ini adalah awal, awal memulai kehidupan barunya.