
Selepas pulang dari kampus, hari ini Nayla tak langsung pulang ke rumah, melainkan mampir ke rumah Arsen. Entah kenapa ia tiba tiba rindu padanya ,rindu keusilannya.
Sesampainya Nayla didepan rumah orang tuanya Arsen. Nayla langsung turun .
"Assalamualaikum ,tante Dewi," salam Nayla dan langsung masuk, karena pintunya juga tidak ditutup rapat.
"Tante Dewi," panggil Nayla.
"Ini Nayla, tante dimana", sambungnya.
"Kok sep-".
"Belisik banget si! ,"sahut bocah cilik didepan tv yang sedang menayangkan kartun.
"Loh ternyata ada kamu. Ngga keliatan. Bocil si, " tawa Nayla dengan meledek
Nayla lantas menghampiri bocah itu yang tak lain adalah Arsenio Zendi Pratama. Namanya cukup bagus seperti wajahnya tapi sayangnya Arsen itu- ah kalian pasti tau bagaimana kelakuannya.
"Lagi ngapain kamu?," tanya Nayla basa-basi setelah ikut duduk di samping Arsen.
"Kakak liat Alsen lagi ngapain," ketus Arsen tanpa menoleh.
"Namanya juga basa basi,biasa aja dong jawabnya," sahut Nayla . Arsen hanya meliriknya sebentar dan kembali fokus pada tontonan didepannya.
"Pada kemana kok sepi?",tanya Nayla.
"Bang Lafa ada dikamar tuh, mommy lagi pelgi sebental. Daddy biasa belum pulang, " jawab Arsen.
"Oh".
"Oh doang".
"Ya terus apa. Udah lah kakak Nayla mau nyamperin kak Rafa,dadah" pamit Nayla dan langsung melenggang pergi meninggalkan Arsen sendirian.
Setelah sampai didepan kamar Rafa, Nayla hanya memandang sebentar pintu didepannya yang bertuliskan 'Kawasan berbahaya! didalam ada cowo ganteng'.
"Emang rada-rada aneh tuh orang," gumam Nayla , lantas ia segera membuka pintu dan melenggang masuk.
"Woi Raf diem-diem bae dikamar, lagi ngapain lo," teriak Nayla . Rafa yang sedang berdiri di balkon kamarnya dan membelakangi Nayla,lantas segera membalikkan badannya.
"Woah....sepupu cantik gue. Ada apa gerangan tumben dateng kesini nih . Kangen gue pasti nih, " ucap Rafa dengan PD-nya sembari melangkah mendekati Nayla.
"Idihhh...apaan lo. Gue kesini karena daripada gabut dirumah jadi mampir sini deh, eh yang dirumah cuma lo sama Arsen doang," jawab Nayla sembari duduk di sofa yang berada dikamar Rafa dan diikuti Rafa disebelahnya.
"Iyain aja deh".
"Bosen banget gue Raf. Jalan jalan ke mall yuk ajak Arsen sekalian,daripada dirumah sepi, " ajak Nayla antusias. Sudah lama Nayla tak pergi ke mall.
"Ayo dah tapi gue mandi dulu bentar ya," pamitnya dan dibalas anggukan oleh Nayla.
Sembari menunggu Rafa mandi, Nayla sibuk memainkan ponselnya membuka akun sosial medianya, untung saja sebelum kesini Nayla sempat mampir untuk mengisi kuotanya terlebih dahulu. Ia iseng membuka instagram. Sudah cukup lama Nayla tak membuka akunnya itu. Alasannya karena malas,dan isinya juga membosankan.
Pertama kali membuka akun instagramnya ia sudah disuguhkan oleh postingan Neta yang menggugah foto Brian dengan emoticon hati.
Karena bosan dengan isi beranda instagramnya yang itu itu saja, akhirnya Nayla memilih untuk menyudahinya. Baru saja ia menekan tombol home, ponsel Nayla tiba tiba berbunyi pertanda ada notifikasi masuk . Nayla yang melihatnya melotot kaget .
Dafamell_ started following you.
"Hah apa Dafa ngikutin gue," kaget Nayla.
"Follback gak ya?".
"Ah ga usah deh" . Mulutnya memang menjawab tidak tapi jemarinya malah memencet follow back.
Tak berselang lama ia mendapatkan notifikasi lagi.
Dafamell_ Thanks Nay udah follback:)
"Gue udah siap Nay. Ayo cepet ,jadi gak?" .
"Jadi lah ," Nayla segera bangkit mengikuti Rafa. Ia mengurungkan niatnya untuk membalas pesan Dafa. Mungkin nanti saja kalau ia tidak lupa.
...***...
Baru saja sampai di mall. Mereka bertiga langsung menuju tempat makan untuk mengisi perutnya terlebih dahulu sebelum berkeliling . Selama diperjalanan menuju tempat makan, mereka bertiga selalu mendapat tatapan yang berbeda beda dari pengunjung. Entah apa yang menarik dari mereka bertiga, atau mungkin mereka semua mengira bahwa Nayla dan Rafa ada keluarga bahagia apalagi ditengah tengah mereka ada Arsen si bocil tampan,lucu nan menjengkelkan itu ,tapi setelah dilihat-lihat ternyata mereka semua memandang ke arah Arsen saja bukan mereka bertiga. Sudah lah lupakan saja, toh selagi mereka tidak mengganggu tidak apa apa.
Setelah sampai ditempat makan ,mereka bertiga langsung mencari tempat duduk yang masih kosong.
"Pesen apa Nay?," tanya Rafa sembari membaca buku menu.
"Samain kaya lo aja deh".
"Arsen? ".
"Es klim aja kak" .
"Boleh es krim, tapi makan nasi dulu ya",dan Arsen pun mengangguk patuh. Rafa segera memanggil pelayan untuk mencatat pesanan mereka bertiga.
Tanpa mereka semua sadari. Dari seberang meja yang tak jauh dari Nayla, ada seseorang yang tak sengaja melihatnya. Dia adalah Dafa.
"Pantes Dm gue gak dibales ternyata lagi jalan sama cowoknya".
"Eh tapi kok cowoknya mirip siapa ya kaya pernah liat" . Karena pada dasarnya Rafa itu membelakangi Dafa jadi Dafa hanya bisa melihat wajah Nayla yang kebetulan mengarah padanya.
"Samperin kali ya," tanpa ragu Dafa lantas menghampiri Nayla.
"Nay," merasa namanya terpanggil Nayla segera menoleh.
"Loh Dafa," kaget Nayla. Rafa yang sedang menunduk memainkan ponselnya pun ikut mendongak.
Dafa hanya menanggapi dengan senyum tipisnya dan pandangannya beralih melihat laki laki didepan Nayla. Betapa terkejutnya ternyata Dafa dan Rafa memang sudah saling mengenal.
"Woi Raf ternyata lo,gue kira siapa," ucap Dafa.
"lya nih, duduk duduk," ajak Rafa. Dafa lantas duduk disebelah Nayla.
"Lo berdua udah saling kenal?",tanya Nayla.
"Iya gak sengaja ketemu pas dia nolongin gue hampir dikeroyok preman," jelas Rafa.
"Kok bisa sampe sih, masalah apaan?",
"Bukan apa apa Nay, ini tuh urusan lelaki",jawab Rafa.
"Lo berdua ada hubungan apa kok akrab banget?," tanya Dafa kepo.
"Oh kita sepupu Daf," jawab Rafa. Setelah mendengar jawaban Rafa,Entah mengapa Dafa langsung bernafas lega 'masih ada kesempatan ' batinnya tersenyum senang.
Sedari tadi Arsen hanya diam memandang ketiga orang dewasa didepannya ini. Ia tak paham apa yang mereka bicarakan. Sama halnya dengan Nayla yang merasa diacuhkan karena Dafa dan Rafa malah asik bercerita berdua. Karena sudah tak tahan, ia akhirnya pamit untuk pergi ke toilet.
"Gue pamit ke toilet dulu," ucapnya pada kedua pemuda tersebut.
Setelah selesai dengan urusannya di toilet, Nayla langsung keluar , karena toilet juga cukup sepi. Ia berdiri sebentar didepan kaca untuk membenarkan penampilannya, sedang asik membenarkan rambutnya yang berantakan, tiba tiba dibelakang Nayla sudah ada perempuan cantik yang memandangnya dengan tatapan sinis. Cukup lama Nayla memandangnya lewat kaca. Tunggu! Nayla seperti pernah melihat perempuan ini tapi dimana ia lupa.
"Oh ternyata ini yang lagi dekat sama Dafa. Cih! gak ada cantiknya,cantikan juga gue," celetuk perempuan tersebut. Nayla langsung membalikan badannya dan hanya mengangkat alisnya dengan tangannya yang bersedekap di dada. Ia baru ingat ternyata perempuan ini adalah perempuan yang sama yang bertemu dengannya di restoran dulu.
Karena Nayla diam saja, perempuan tersebut merasa geram . "Gue cuma mau bilang,jauhi Dafa karena Dafa itu milik gue. Lo itu bukan siapa-siapa, lo itu juga bukan tandingan gue," perempuan tersebut menyerocos panjang lebar. Nayla sebenarnya malas harus berhadapan dengannya. Lagipula dia siapa? kenal juga engga tiba tiba berbicara seperti itu.
"Sorry ,gue gak kenal sama lo. Dan gue juga gak ada urusannya sama lo ,jadi gak ada alasan buat lo ngatur ngatur gue. Apa lo bilang tadi, gue bukan tandingan lo?, eh mbak yang ngajakin tanding juga siapa?, situ tiba tiba dateng nyerocos panjang lebar. Sorry gue sibuk ngga ada waktu ladenin lo. Permisi,"Nayla langsung pergi begitu saja meninggalkan perempuan tersebut setelah berkata demikian dan tak lupa Nayla juga sengaja menyenggol bahunya.
"Awas aja lo, "geramnya tak terima.