Nayla's Love Story

Nayla's Love Story
Wisuda•



Waktu terus berjalan, hari ini adalah hari yang sangat Nayla tunggu tunggu,ia bahkan tidak menyangka perjuangan nya selama ini terbalaskan.


"Selamat ya sayang", ucap Fara sembari memeluk anak gadisnya ,Nayla langsung menangis bahagia dipelukan mamanya dan berulang ulang ia mengucapkan kata terimakasih ,kemudian ia beralih menatap Raka dan memeluknya pula.


"Selamat ya princes, anak papa ini memang terbaik".


"Makasih pa" ,ucap Nayla terharu setelah melepaskan pelukannya.


"Selamat Nay, kita ikut seneng ternyata impian lo terwujud", ucap Neta dan Nadia kompak dan langsung memeluk Nayla erat.


"Selamat juga buat lo semua" ,balas Nayla disela sela pelukannya.


"Udah ah kasian pacar gue ke gencet kalian berdua. Sekarang giliran gue" ,ucapan Dafa langsung mendapat sorakan dari Neta dan Nadia.


"Eh gue dulu lo nanti", ucap Brian.


"Eh apaan ga ada--".


"Selamat ya Nay, gue turut bahagia dengan pencapaian lo" ,ucap Brian pada Nayla mengabaikan ucapan Dafa.


"Makasih Yan, selamat buat lo juga" ,balas Nayla dengan tersenyum tipis.


"Sela-" .


"Selamat ya sayang tante dan om turut bahagia", lagi lagi ucapan Dafa terpotong oleh kedua orang tuanya. Ya, Winda telah merestui hubungan mereka berdua. Ia yakin Nayla memang orang yang cocok untuk anaknya.


"Makasih om, tante" .


"Tolong ya kali ini biarin gue ngomong" , Dafa memberenggut sebal . Nayla yang melihat raut wajah kekasih nya seperti itu langsung terkekeh pelan.


"Sini Nay" ,perintah Dafa ,Nayla langsung berjalan mendekat ,begitu Nayla sampai didepannya .Dafa langsung memeluknya erat.


"Selamat ya kamu memang terbaik" ,bisik Dafa tepat ditelinga Nayla. Dan itu sukses membuat Nayla merinding.


"Selamat juga buat kamu Daf" ,balas Nayla dan langsung menguraikan pelukannya.


"Oh iya aku ada hadiah buat kamu" ,Dafa langsung mengambil kotak kecil dan menyerahkan nya pada Nayla,lantas Nayla langsung membuka hadiah tersebut.


Nayla membekap mulutnya sendiri saat melihat isi dari kotak tersebut,sungguh ia tak menyangka akan seperti ini.


"Ini-".


"Aku sudah menunggu saat saat ini terjadi , aku udah ngga bisa nahan lama lama,takutnya kamu berpaling. Aku juga sudah mempertimbangkan dan meyakinkan bahwa keputusanku kali ini memang yang terbaik, aku akan buktikan aku memang serius sama kamu . So, will you marry me? ".


Nayla langsung membulatkan kedua matanya mendengar penuturan Dafa.


"Mungkin ini ngga ada kesan romantis nya,masa ngelamar anak orang dikampus,tapi gak papa yang penting niatnya. Aku bener bener serius sama kamu",ucap Dafa terkekeh .


Nayla mengabaikan omongan Dafa ,justru ia langsung memeluk Dafa kembali dan meneteskan air matanya, bukan air mata kesedihan tapi air mata kebahagiaan .


"Aduh kenapa nangis sih", Dafa kembali berkata.


"Aku a-ku g-ak nyang-ka " ,jawab Nayla sesenggukan.


Nayla melepas pelukannya dan melirik kepada kedua orang tuanya, mengerti akan tatapan putrinya, Raka langsung membuka suaranya untuk menjelaskan.


"Sebelumnya Dafa memang sudah meminta izin sama papa sayang ,bahwa dia memang serius sama kamu dan berniat melamar kamu, akhirnya papa menyetujui niat baik Dafa tapi Dafa harus membawa orang tuanya terlebih dahulu kehadapan papa dan Dafa langsung menuruti, beberapa hari setelah Dafa menemui papa ia menepati janjinya membawa orang tuanya dan kami semua memang merahasiakan ini dari kamu atas perintah Dafa. Jadi tenang aja mama sama papa udah merestui kalian. Sekarang keputusan ada ditangan kamu".


Setelah mendengarkan penjelasan Raka, Nayla masih terdiam. Semua orang yang menyaksikan tentu menatapnya cemas berharap Nayla menerima lamaran Dafa.


"Sayang ,,,,,kok diem gimana jawaban kamu?", tanya Dafa.


Nayla menarik nafasnya panjang dan menghembuskannya pelan,semoga ini menjadi keputusan yang terbaik.


" Yes i will" ,jawab Nayla tegas, senyum Dafa langsung mengembang begitu pula dengan orang yang menyaksikan.


Dafa memasangkan cincin dijari manis Nayla, kemudian ia mencium kening Nayla sebentar dan langsung memeluknya kembali.


Tepuk tangan dan sorakan berlangsung riuh dari teman temannya atas lamaran dan keberanian Dafa.


" Selamat Nayla, ciye udah sold out nih,cepet nyusul gue" , ucap Neta.


"Emang nyusul kemana Net ?,lo kan disini aja", Nadia bertanya.


"Nyusul gue nikah lah emang apaan", Nadia hanya cengengesan mendengar jawaban Neta,"iye iye gue bercanda tadi".


"Oh iya Nay kita juga mau ngucapin-", Nadia menjeda ucapannya.


"--HAPPY BIRTHDAY NAYLA SEKAR PRAMUDYA",ucap mereka semua kompak, Nayla bahkan lupa sekarang adalah hari ulang tahunnya, ia meneteskan air matanya kembali, ia sungguh terharu ,mereka semua bahkan mengingatnya.


"Selamat ulang tahun sayang ", ucap Dafa.


Sungguh hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan ,hari yang sangat berkesan baginya, ia bisa lulus dengan nilai yang maksimal, dilamar Dafa dan semua itu tepat dihari ulang tahunnya.


Nayla mengucapkan beribu ribu kata syukur atas kebahagiaan yang diterima nya hari ini.


"Kenapa anak papa kok nangis", ucap Raka dan mengelus rambut Nayla . Ia hanya menggelengkan kepalanya saja.


"Terimakasih semuanya".


"Selamat Nay", tiba tiba Aldi datang dan mengulurkan tangannya.


Ternyata sedari tadi, Aldi melihat semuanya. Ia baru berani mendekat.


"Makasih Al, " jawab Nayla sembari menyambut uluran tangannya .


" Gue kesini mau pamit sama lo sama kalian semua, nanti habis pulang dari sini. Gue sama keluarga gue bakal pindah keluar negeri" ,pamitnya.


"Hati hati ya", ucap Nayla.


"Maafin kesalahan gue maupun adik gue ya Nay, Daf" ,Aldi menatap mereka bergantian.


"Yang lalu biarlah berlalu", ujar Dafa sembari menepuk pelan bahu Aldi.