Nayla's Love Story

Nayla's Love Story
Perusuh•



Malam harinya Nayla dibuat tidak bisa tertidur. Sudah berulang kali mencoba memejamkan matanya namun hasilnya nihil. Semua itu gara gara Brian.


"Arrghh. Kapan nih mata mau merem gue uda cape banget. Cape badan, cape pikiran ,cape hati juga," ucap Nayla frustasi.


Sekarang jam sudah menunjukan pukul dua belas namun Nayla tetap saja belum bisa memejamkan matanya. Beruntungnya besok hari libur.


"Mata udah ngantuk tapi pikiran kemana mana," keluh Nayla .


"Oke tenang, rileks aja, coba pejamkan mata pelan pelan ", sambungnya . Dan tak lama kemudian akhirnya ia bisa memejamkan matanya.


...***...


Tok tok tok


Ketuk Fara didepan pintu kamar anak gadisnya. Namun tak ada sahutan dari dalam. Akhirnya Fara langsung masuk kedalam.


"Ya ampun Nayla sekarang udah jam 10.50 siang dan kamu masih enak enak ngebo ya ," ucap Fara sambil membuka gorden kamar Nayla,membiarkan cahaya matahari masuk. Namun Nayla bukanya membuka matanya malah merapat kan selimutnya mencari posisi yang nyaman.


"Bangun Nayla udah siang."


"5 menit lagi deh ma, Nayla masih ngantuk banget. Semalem baru bisa tidur pas udah pagi", ucap Nayla dengan mata yang masih terpejam.


"5 menitnya kamu itu satu jam. Cepet bangun anak gadis gak boleh males. Bangun! ," perintah Fara tegas. Fara kalau sudah mengeluarkan suaranya dengan tegas pertanda tidak boleh ada yang membantah. Dengan malas Nayla akhirnya membuka matanya namun tak kunjung beranjak dari tempat tidurnya.


"Mama kok udah rapi mau pergi kemana?," tanya Nayla setelah melihat penampilan mamanya.


"Mama mau pergi sama tante Dewi ada acara biasa ibu ibu," balas Fara. Tante Dewi yang dimaksud Fara adalah adik dari Raka papanya Nayla.


"Lah kalau sama tante Dewi berarti Arsen nanti ikut juga dong" . Arsen adalah anak kedua tante Dewi. Umurnya baru 5 tahun sifatnya rada bandel . Sedangkan anak pertamanya bernama Rafa . Seumuran dengan Nayla.


"Ikut tapi paling nanti dititipin sama kamu, kalau ikut tante Dewi, Arsen suka rewel. Kamu kan tau Arsen itu anaknya bosanan . Suaminya tante Dewi juga belum pulang dari luar kota," ucap Fara sembari melangkah keluar dari kamar Nayla.


"Kan ada Rafa ma, " rengek Nayla. Bukannya Nayla tak suka dititipi ,tapi Arsen itu anaknya nyebelin pake banget. Gak suka diem, pecicilan,banyak maunya.


Fara berhenti sebentar didepan pintu,dan membalikan badannya, "kalau sama Rafa nanti berantem terus. Kalau sama kamu kan anteng".


"Anteng apan-", belum sempat Nayla menyelesaikan protesnya, Fara sudah berbicara. "Pokoknya mama engga terima penolakan titik".


"JANGAN LUPA MANDI SAYANG. SEBENTAR LAGI ARSEN DATENG," teriak Fara dari luar kamar anaknya. Nayla mendengus sebal.


Dengan sangat sangat malas Nayla beranjak dari tempat tidurnya untuk bersiap siap mandi.


Tak berselang lama.


"KAK NAYLA," teriak Arsen saat baru saja memasuki kamar Nayla. Namun kosong.


"KAK," ulangnya.


"KAK NAYLA. ALSEN YANG GANTENG DATENG. KAKAK DIMANA?" .


"Tuh anak minta disleding palanya nih. Teriak teriak mulu dikira hutan apa," gerutu Nayla didalam kamar mandi. Memang sedari tadi Nayla masih asik berendam didalam kamar mandi.


"KAKAK IH DENGEL SUALA ALSEN GAK SIH", teriak Arsen dengan suara cadelnya.


Nayla keluar dari kamar mandi dengan muka cengonya. Bagaimana tidak, baru ditinggal sebentar saja Arsen sudah berbuat ulah. Kamar yang semula rapi sekarang seperti kapal pecah. Entah apa yang Arsen lakukan sampai kamarnya seperti ini.


"ARSEN!," teriak Nayla dengan nafas yang memburu .


Fara yang sedang berbincang dengan tante Dewi didepan tv tersentak kaget mendengar teriakan Nayla. Dengan tergesa gesa Fara berlari menuju kamar Nayla diikuti tante Dewi dibelakangnya.


"Ada apa Nayla kenapa teriak teriak?," tanya tante Dewi setelah sampai didepan pintu kamar Nayla yang terbuka.


"Kamu apain kamarnya Nayla. Astagfirullah ,tadi mama udah beresin sekarang berantakan lagi," ucap Fara sembari berjalan memasuki kamar anaknya.


Nayla mendengus kesal, kenapa mamanya malah menyalahkan dirinya."Ini tuh ulah anaknya tante Dewi bukan Nayla" .


"Lah terus Arsennya kemana?," tanya tante Dewi.


"Mana Nayla tau," jawab Nayla acuh.


"Alsen disini mom", ucap Arsen didepan pintu . Entah dari mana datangnya tiba tiba Arsen sudah ada di depan pintu.


"Kamu apain kamarnya kakak Nayla nak?," tanya tante Dewi lembut.


"Engga diapa apain kok mom".


"Ngga diapain bagaimana. Noh liat kamar gue udah kaya kapal pecah ," cerocos Nayla kesal.


"Salah kakak sendili ,tadi Alsen panggil panggil engga nyahut . Alsen kila kan sembunyi jadi Alsen cali dikamal," ucap Arsen dengan polosnya.


"Tapi gak usah diberantakin pula bocah" .


"Kan Alsen niatnya cuma mau cali kakak," ucap Arsen ngotot.


" Sudah sudah jangan pada berantem," lerai Fara.


"Arsen sekarang minta maaf sama kakak Nayla," perintah tante Dewi.


Dengan malas Arsen berjalan mendekat ke arah Nayla ,"Alsen minta maaf ".


"Hem", balas Nayla singkat.


"Nah kalau udah baikan gini kan enak," sahut tante Dewi.


"Ya udah Nayla, mama sama tante Dewi mau pergi sekarang kamu tolong jagain Arsen ya," ucap Fara sembari berjalan keluar bersama tante Dewi,"jangan lupa diberesin lagi kamarnya".


"Hem," balas Nayla malas.


"Ham hem mulu kakak ngga punya kosa kata lain ya," sahut Arsen.


"Berisik!. Sana keluar, kakak mau pake baju dulu," usir Nayla.


"Engga ah Alsen disini aja," ucap Arsen sembari berjalan ke arah kasur dan merebahkan dirinya disana. Lebih baik Nayla mengalah saja,malas harus berdebat dengan Arsen. Ia langsung memasuki kamar mandi untuk memakai bajunya.


Baru beberapa menit saja,Nayla sudah dibuat geram dengan tingakah Arsen.