
Semakin hari Nayla semakin dekat saja dengan seorang Dafa. Yang dulunya kemana mana sendiri atau bahkan bareng Nadia. Sekarang selalu dengan Dafa. Bahkan sekarang Nayla jarang berkumpul bersama sahabatnya tersebut. Entahlah Nayla juga tidak tahu.
Didekat Dafa, Nayla selalu merasakan apa itu kenyamanan dan juga jangan lupakan jantungnya yang selalu berdegup kencang disaat Dafa perhatian dan bersikap lembut padanya. Siapa si perempuan yang tidak suka dikasih perlakuan lembut oleh seorang laki laki?.
Meskipun mereka selalu tampil bersama dimana mana, tetapi tetap saja tidak, ah bukan tidak tapi belum merubah statusnya saat ini ,karena mereka berdua masih menyandang status pacar pura pura. Entah sampai kapan .
Nayla sempat mengharapkan memiliki hubungan yang jelas dan sebenarnya dengan Dafa ,bukan hanya sekedar pura pura. Tapi mau bagaimana lagi, Dafa itu sulit ditebak. Belum tentu juga Dafa menyukainya-pikir Nayla.
Seperti saat ini,Dafa mengajak Nayla untuk ikut datang ke acara makan malam bersama keluarganya. Sebenarnya Nayla ingin menolak,mengingat bagaimana sikap tante Winda kepadanya, jelas sekali bahwa tante Winda ini tidak menyukai nya ,tapi Dafa terus memohonnya untuk datang.
Malam ini Nayla sudah siap dengan pakaian sederhana, hanya menggunakan dress putih yang panjang nya sebatas lutut serta memakai make up yang natural,rambutnya ia biarkan saja tergerai .
Ia sedang menunggu Dafa yang katanya sebentar lagi sampai. Rumah Nayla kali ini sepi karena kedua orang tuanya sedang pergi keluar kota untuk perjalanan bisnis. Karena Fara tidak akan membiarkan Raka pergi sendiri, tentu saja ia harus ikut.
Daf😈
Gue udah didepan rumah lo beb.
Nayla hanya membaca pesan dari Dafa, sudah terbiasa Dafa memanggil Nayla dengan sebutan beb dan semacamnya. Berulang kali Nayla menolaknya, tapi yang namanya Dafa, semua ucapan Nayla hanya dianggap angin lalu saja.
Nayla segera keluar menemui Dafa dan tak lupa untuk mengunci pintunya.
"Woahh bidadari dari mana nih cantik banget," celetuk Dafa sembari membukakan pintu mobilnya untuk Nayla.
"Apaan si Daf," Nayla tersipu malu. Ia belum cukup terbiasa mendapat pujian atau bahkan gombalan dari Dafa . Karena semua itu dapat menyebabkan jantungnya tidak sehat, selalu berdetak tak karuan.
"Tapi beneran cantik banget Nay," ucap Dafa tulus.
"Iya makasih. Udah mending kita cepet berangkat," perintah Nayla untuk mengalihkan rasa gugup nya.
Nayla sempat terpesona dengan penampilan sederhana yang digunakan Dafa. Nayla baru menyadari ternyata Dafa memang selalu tampan di kondisi apapun. Apakah saat bangun tidur pun sama?. Nayla langsung menepis pemikiran itu. Kenapa jadi berfikir ke sana si-gerutu Nayla dalam hati.
Selama perjalanan ,mereka berdua hanya diam, Dafa yang fokus menghadap kedepan dan Nayla yang fokus melihat pemandangan lewat jendela sampingnya. Cukup lama terdiam, sampai tak sadar mereka sudah sampai dipelataran kediaman keluarga Dafa.
Nayla dan Dafa langsung keluar dari dalam mobil dan beranjak memasuki rumah ,tak lupa tangan Dafa yang selalu menggandeng tangan Nayla. Takut ilang katanya.
"Assalamualaikum, " salam Dafa dan Nayla.
"Waalaikumsalam," sahut dari dalam. Ternyata semua sudah berkumpul. Nayla yang melihat nya langsung tersenyum canggung.
"Katanya keluarga lo doang kok banyak banget," bisik Nayla.
"Lah semua itu juga keluarga gue Nay," bisik Dafa.
"Gue kira cuma orang tua lo. Eh gak taunya ada si Brian sama sahabat gue," ucap Nayla masih dengan berbisik.
"Ya kan mereka udah jadi keluarga gue juga. Lo kan tau mantan lo itu sepupu gue".
"Tap-".
" Ngapain pada bisik bisik disitu. Cepat masuk lah jangan buang buang waktu," ketus tante Winda. Nayla bahkan langsung menunduk setelah mendengar nada ketus yang diberikan padanya.
"Ayo sayang," Nayla hanya menurut saja ajakan Dafa.
Mereka semua langsung duduk dikursi masing masing untuk memulai makan malamnya. Dafa dan Nayla kebetulan duduknya berhadapan dengan Neta dan Brian. Nayla sempat melirik kearah mereka berdua tapi tak lama, hanya sebentar.
"Lo gak mau romantisan sama gue juga Nay. Biar kaya mereka," bisik Dafa tiba tiba.
"Ga usah ngarep Daf-," belum sempat Nayla menyelesaikan ucapannya Dafa langsung mengecup pipi Nayla dan semua itu sukses membuat Nayla bungkam dengan pipi yang merah merona karena malu.
"Nurut aja apa kata gue," paksa Dafa, bagaikan terhipnotis, Nayla hanya mengangguk.
"Sayang,tolong dong ambilin aku nasi sama lauknya ayam aja deh," perintah Dafa.
"Iya sayang," balas Nayla penuh penekanan.
"Dafa gak usah manja jadi anak, biasanya juga sendiri," sahut mamanya.
"Biarin aja si ma," ucap Reza ,ia bingung kenapa istri nya ini terlihat tidak menyukai Nayla, padahal Nayla gadis yang baik menurutnya.
Selepas mereka semua selesai makan malam. Mereka semua langsung berkumpul diruang keluarga, tapi tidak dengan Nayla dan Dafa yang sudah memisahkan diri, mereka berdua lebih memilih duduk ditaman belakang rumah,itu juga atas paksaan Nayla. Jujur ia merasa kurang nyaman berada di tengah tengah keluarga Dafa,apalagi dia termasuk orang asing disini.
"Indah banget tamannya Daf,apalagi itu bintang bintang dilangit, " ucap Nayla sambil tersenyum manis.
Dafa menatap Nayla lembut, "bahkan lo lebih indah Nay, tapi sayang lo belum jadi milik gue".
Nayla yang sedari tadi sedang menatap indahnya langit langsung mengalihkan tatatapnya pada Dafa, "maksud lo Daf?."
Bukannya menjawab, Dafa malah berdiri dari kursi yang sedang ia duduki dan berjongkok didepan Nayla sembari menggenggam tangan Nayla. Ia menatap manik mata Nayla dalam.
"Mungkin udah saatnya gue jujur sama lo Nay".
"Lo itu biang masalah dihidup gue," ucap Dafa dengan cemberut .
"Hah! maksud lo apa Daf," kaget Nayla.
"Iya masalahnya ,lo itu udah bikin setiap detik gue ngerasain jatuh cinta, dideket lo gue ngerasa nyaman Nay. Gue sayang sama lo ,dan lo itu udah sukses buat gue kagum sama lo dari awal kita ketemu . Mungkin ini terlalu cepat buat lo," Dafa menjeda kalimatnya . Nayla hanya diam menatap manik mata Dafa guna mencari kebohongan yang ada ,tapi nyatanya apa yang dikatakan Dafa semua memang jujur apa adanya.
"Gue gak sanggup lama lama mendem perasaan gue sendiri Nay. Bisa bisa lo diambil orang lain, " lanjutnya sambil terkekeh.
"Gue cinta sama lo,mungkin lo gak cinta atau bahkan belum cinta sama gue. Yang penting saat ini gue udah lega bisa ngungkapin perasaan gue sama lo Nay. Gue yakin cinta bisa datang seiring waktu kan".
So, bukankah ini semua seperti apa yang diharapkan Nayla, bahwa Dafa ternyata selama ini telah mencintai nya.
" Jadi gue tanya sama lo gimana perasaan lo sama gue selama ini?," tanya dafa.
"Em jujur Daf gue akhir akhir ini juga udah mulai nyaman sama lo,tap-tapi gue gak tau," cicit Nayla lirih.
"Gak tau gimana maksudnya?".
"Jujur aja, dari awal ketemu mama lo itu kaya gak suka sama gue Daf. Gue jadi ragu, kalau hubungan tanpa adanya restu orang tua itu gak bakal bisa bertahan lama". Akhirnya Nayla mengeluarkan unek uneknya.
"Masa si? Mama gue itu orangnya baik, ramah juga kok," Dafa mengerutkan keningnya bingung.
"Buat apa gue bohong Daf".
Dafa hanya menghela nafasnya ," kita coba dulu ya Nay , kalau bener apa yang diomongin lo soal mama gue, kita pelan pelan coba yakinin dia. Gue tahu gimana sifat mama gue,pasti semua ada sebab nya kan?".
"Tapi gue yang gak yakin berhasil Daf".
"Usaha dulu Nay, kita berjuang sama sama,please jangan langsung nyerah gitu aja". Dafa mengeratkan genggaman tangan nya.
Mendengar permohonan dari Dafa, Nayla jadi tak tega . Semoga keputusan nya saat ini benar, ia akan mencoba meyakinkan tante Winda.
"Jadi gimana?," tanya Dafa harap harap cemas.
"Jadi apa?," Nayla salah tingkah sendiri.
"Jadi. Will you be my girlfriend Nayla Sekar Pramudya?," ucap Dafa tegas dengan sekali tarikan nafas.
"Yes i will", pada akhirnya Nayla menjawab dengan yakin.
Dafa langsung mengajak Nayla berdiri dan langsung memeluk Nayla erat. Berkali kali Dafa mengucapkan kata terimakasih. Dafa tentu sangat bahagia, akhirnya perasaan yang selama ini ia pendam terbalaskan.
Setelah acara pengakuan cinta tersebut, mereka berdua langsung kembali kedalam, tapi sebelum sampai mereka diruang keluarga,tante Ira atau mamanya Brian langsung menghalangi jalan mereka berdua.
"Maaf Dafa, tante pinjem Nayla nya sebentar boleh?," izin tante Ira.
"Oh silahkan tante boleh boleh, " balas Dafa dan langsung melepaskan genggaman tangan Nayla.
"Aku duluan ya sayang," ucap Dafa dibalas anggukan oleh Nayla.Dafa pun langsung pergi kembali ke depan.
"Ada apa tante?," tanya Nayla.
"Di taman aja bicaranya Nay, " ucap tante Ira dan langsung melenggang pergi diikuti Nayla dibelakangnya.
Sesampainya mereka ditaman, tante Ira belum juga memulai obrolannya, ia hanya menghela nafasnya berkali kali.
"Mau ngomongin apa tante" ,akhirnya Nayla membuka percakapan terlebih dahulu karena ia sudah tak tahan,ia pengen cepat masuk kedalam, sedari tadi Nayla juga sudah digigit nyamuk namanya juga di taman yakan, malam hari lagi.
"Pertama, tante sekeluarga minta maaf sama kamu ,sama kedua orang tua kamu juga Nay. Maafin tante yang gak bisa tepatin janji supaya kamu bisa terus sama sama Brian. Kamu juga udah tau alasannya dari Brian kan,pasti itu anak udah cerita sama kamu, maafin tante baru berani bilang sekarang sama kamu," ucap tante Ira.
Nayla tersenyum menanggapi permintaan maaf tante Ira ," Nayla sama orang tua Nayla udah maafin tante kok, tenang aja ,Nayla udah tau yang sebenarnya jadi Nayla memaklumi tante ,mungkin kalau orang tua Nayla ada diposisi tante pasti mereka akan melakukan hal yang sama kok. Mungkin kita emang bukan berjodoh".
"Makasih banget Nayla, kamu memang anak yang baik. Semoga kamu bisa bahagia sama siapapun pasangan kamu, bahkan sama Dafa," balas tante Ira tulus.
Menyadari tak ada balasan dari Nayla, tante Ira langsung menoleh.
"Kenapa muka kamu ,kaya lagi ada masalah?".
"Maaf tante, Nayla mau sedikit cerita boleh? ".
"Gak papa sayang,cerita aja" ,ujar tante Ira tulus. Ia benar benar menganggap Nayla seperti anaknya sendiri.
"Sebenarnya Nayla gak terlalu yakin sama hubungan ini tan, apalagi tante Winda kaya gak suka sama Nayla".
"Asal Nayla tau, Winda itu sebenarnya baik, ramah juga, dia pasti punya alasan kenapa gak suka sama kamu kan. Tante udah paham banget sama sifatnya. Kalau kamu benar serius dengan Dafa, kamu harus bisa luluhin hatinya Winda. Jangan ragu, kalau dari awal aja kamu udah ragu gimana bisa sampai akhir ya kan. Tenang aja Winda gak sejahat yang kamu kira. Nanti kalau kamu udah akrab pasti tau gimana sifatnya, yang penting kamu harus bisa mendekat kan diri sama Winda nanti pasti luluh".
Nayla mendengarkan saran yang tante Ira sampaikan. "Makasih tante buat sarannya," Nayla langsung memeluk tante Ira.
"Sama sama, meskipun kamu udah gak ada hubungan apapun sama anak tante. Kamu tetap jadi anak tante, jadi jangan ragu kalau mau cerita apapun ya sayang," ujarnya sembari membalas pelukan Nayla.