
Baru saja Nayla bisa bernafas lega, masalah dengan Brian sudah selesai. Belum lama masalah baru datang.
"Lo salah paham Neta," ucap Nayla berusaha tenang, entah kemana perginya Nadia saat ini. Karena Neta kembali ke ruangan sendirian.
"Gue udah curiga udah lama . Kalau lo ada sesuatu sama Brian," tuduh Neta.
" Ngomong apa sih lo!."
"Halah ngaku aja Nay lo itu suka sama Brian kan," Neta kembali menuduh Nayla. Ya meskipun tuduhan itu mulanya benar. Tapi sekarang sudah tidak. Ia sudah benar benar mengikhlaskan Brian untuknya.
" Kenapa diem Nay. Oh jangan jangan tuduhan gue bener lagi".
"Neta! ",bentak Brian.
"Ini yang lo sebut mau bantuin gue. Nyatanya apa? Brian bahkan bentak gue dan lebih belain lo,gue disuruh percaya sama lo tapi hasilnya apa?," sinis Neta.
" Apa yang lo liat dan yang lo pikirin itu belum tentu bener Neta, " Brian kembali berucap .
" Terus yang bener itu gimana Bi," Neta menatap Brian dengan kilatan amarah.
"Lo tenang dulu ," sahut Nayla berusaha menenangkan sahabatnya karena ia tau Neta sekarang sudah dilanda emosi. Ia mendekat dan mengelus bahu Neta,namun langsung ditepis olehnya.
"Gimana mau tenang Nay. Lo yang udah gue percaya ternyata nusuk gue dari belakang", bentak Neta.
' Nusuk dari belakang matamu' dumel Nayla dalam hati . Ia masih berusaha sabar menghadapi Neta. Jangan sampai ia lepas kendali,dan malah membuat masalah semakin runyam.
"Gue udah bilang lo salah paham!".
" Mana ada orang selingkuh ngaku," ucap Neta dengan tertawa sinis.
"Maksud lo apa nuduh gue selingkuh" . Nayla kali ini mulai terpancing emosi ,apalagi Neta mengatainya selingkuh.
"Ya emang bener kan Nay," sinis Neta.
"Makanya dengerin penjelasan gue dulu!",ucap Nayla membentak.
"Nayla bener Net lo harus dengerin penjelasanan nya dulu,"ujar Brian.
"Buat apa lagi?, penjelasan karena emang bener kalian selingkuh dibelakang gue kan, sahabat macam apa yang nusuk dari belakang," sewot Neta.
"Lo aja gak mau dengerin penjelasan gue, tapi dengan seenaknya lo nuduh gue selingkuh".
"Coba sekarang gue balik kalau gue bilang nyatanya lo yang nusuk gue dari belakang gimana," sambung Nayla.
"Udah la Nay percuma lo ngelak nyatanya lo udah kepergok selingkuh. Ngga usah memutar balikan fakta".
Nayla menghela nafasnya kasar, Neta ini anaknya memang keras kepala, tidak mau mengalah, "Tuhan nyiptain dua telinga itu buat dengerin penjelasan orang. Bukan dengan seenaknya lo ambil kesimpulan sendiri".
"Mungkin emang udah waktunya lo tau yang sebenarnya," sambung Nayla.
"Tau yang sebenarnya kalau lo selingkuh sama Brian git-".
Dan ucapan Nayla barusan sukses membungkam mulut Neta. Ia terdiam begitu saja.
" Apa yang di omongin Nayla itu bener Net," Brian angkat bicara.
"J-jadi bener Brian itu pacar lo. Yang udah ldr 2 tahun lamanya itu, " ucap Neta tak percaya.
"Yaps betul sekali . Maka dari itu pasti lo inget dong waktu acara tunangan lo, gue tiba tiba pamit pulang sehabis liat Brian ya ini alasannya. Awalnya gue gak terima Net, gue udah nunggu 2 tahun lamanya eh malah Brian tunangannya sama lo. Mimpi mimpi yang udah gue bangun sama Brian itu memang gak bakal nyata ,selamanya tetap jadi mimpi. Cuma ngga nyangka aja,di luasnya bumi ini ,dan banyaknya orang. Kenapa Brian malah harus tunangan sama sahabat gue sendiri. " jelas Nayla panjang lebar sembari tertawa miris. Sungguh sakit bila mengingatnya.
" Jadi lo jangan berfikir cuma lo yang tersakiti. Justru gue yang lebih sakit . Kita sesama perempuan pasti lo paham gimana perasaan gue. Setelah tau pacar pulang dan malah tunangan sama orang lain. Pasti lo tau itu, rasanya sakit banget . Sakit banget Net sakit." lirih Nayla diakhir kalimatnya sembari memukul dadanya sendiri .
Neta dan Brian hanya diam, membiarkan Nayla menyelesaikan ucapannya.
"Itulah alasan sikap gue berubah sama lo. Mungkin lo juga udah curiga sejak awal perubahan sikap gue. Gue gak benci lo Net, gue tau lo gak salah karena lo gak tau apa apa. Gue cuma belum siap aja kenapa kisah cinta gue berakhir begini. Ya semua memang salah gue. Dari awal gue emang udah gak jujur sama lo sama Nadia juga tentang hubungan gue sama Brian," ucap Nayla.
" Tapi lo gak usah ngerasa bersalah. Karena sekarang gue udah ikhlasin Brian buat lo," ujar Nayla sembari menepuk pelan pundak Neta.
"Maafin gue Nay," lirihnya. Neta menyesal, ia juga malu karena sudah menuduh Nayla yang tidak tidak.
"Udah gue maafin," balas Nayla sembari tersenyum .
"Maafin gue Nay. Gue bener bener jahat ,tadi udah nuduh lo selingkuh, nuduh lo nusuk gue dari belakang. Tapi nyatanya gue yang jadi perusak hubungan lo," sesal Neta.
"Gue kan udah bilang lo gak usah ngerasa bersalah. Lagian gue sama Brian sekarang cuma temenan ya gak Yan" ucap Nayla menatap Brian.
"I-ya Nay," sahut Brian.
"Tuh kan lo aja denger apa kata Brian."
"Sekali lagi maafin g-".
"Eeh... kayaknya gue ketinggalan banyak banget nih,ada apa?," sela Nadia tiba tiba didepan pintu. Nayla yang melihat Nadia hanya menanggapi dengan senyuman dan mengatakan 'aman'.
"Jadi lo sekarang gak usah terus-terusan ngerasa bersalah sama gue Net. Jangan sampai gue denger tiba tiba lo memutuskan perjodohan ini . Kalau sampai itu terjadi gue bakal marah sama lo,susah payah gue bujuk Brian," ancam Nayla.
"Makasih banget Nay ,lo udah mau berkorban demi gue," ucap Neta tulus.
" Sama sama, kita kan sahabat . Ayo pelukan dulu," Nayla langsung memeluk Neta.
"Ikutan dong,"sahut Nadia, meskipun ia tak tahu apa permasalahan nya.
"Udah elah pelukannya. Gue dari tadi berasa nonton drama tau gak," ucap Brian menghentikan aksi pelukan mereka bertiga.
"Eh iya Nay gue mau bilang gue disuruh pulang ,ternyata nyokap gue udah pulang. Lo mau ikut pulang atau engga," ajak Nadia.
"Ikut dong. Brian, Neta gue sama Nadia pamit pulang dulu. Buat lo Yan semoga cepet sembuh,dan ingat apa permintaan gue tadi," ucap Nayla.
"Makasih ya Nay", sahut Brian.