
Baru saja Nayla merebahkan tubuhnya dikasur dan mencoba untuk memejamkan matanya . Ia kembali terusik dengan ponsel nya yang terus berbunyi. Nayla berdecak sebal ,"ganggu orang istirahat aja, siapa si?".
Nayla segera menggeser tombol hijau untuk menerima panggilan yang ternyata dari Nadia.
" Hal-".
"NAYLA," teriak Nadia diseberang sana memotong ucapannya.
"Berisik banget si lo . Ada apa lo telfon gue. Ganggu istirahat aja,hoammm...." , Nayla menutup mulutnya karena menguap.
"Eits santai dong. Gue cuma mau bilang, lo nginep dirumah gue ya..ya.. Nay. Nyokap bokap gue lagi pergi keluar kota barusan banget .Please".
"Ck! Kenapa gak lo aja yang nginep dirumah gue," tawar Nayla ia malas juga untuk pergi sebenarnya.
"Gantian dong Nay masa gue mulu yang nginep disitu".
"Hemmm...ya ngga papa dong".
"Please... lo mau dong nginep dirumah gue ya Nay ya, " pinta Nadia dengan memohon.
Nayla menghela nafasnya ," Oke".
"Gue tunggu lo. Gak pake lama pokoknya".
"Iya bawel banget si lo," Nayla langsung mematikan sambungan telepon nya . Ia segera beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Dan bersiap siap pergi ke kerumah Nadia. Tidak lupa pula Nayla membawa baju ganti.
Setelah selesai semuanya ,Nayla segera keluar dari kamar untuk menemui mamanya.
"Ma, " panggil Nayla kepada Fara yang sedang fokus menonton sinetron ditelevisi didepannya.
"Kenapa Nay?," tanya Fara namun tatapannya masih mengarah ke televisi.
"Nayla mau ijin ke rumahnya Nadia ma, mau nginep juga".
"Tumben nginep disana," ucap Fara.
"Orang tuanya Nadia lagi pergi keluar kota ma,katanya butuh temen jadi ajak Nayla nginep, " jelas Nayla.
"Oh kenapa gak Nadia aja yang nginep sini kaya biasanya".
Nayla berusaha sabar menghadapi mamanya yang kadang menjadi super cerewet ini .
"Kan gantian ma. Masa Nadia mulu yang nginep disini," ucap Nayla berusaha setenang mungkin. Ia sudah membuang waktunya beberapa menit untuk menanggapi kecerewetan mamanya .
"Kenapa gak ajak Neta juga?," tanyanya lagi.
"Neta sibuk ma".
'Sibuk sama mantan Nayla' lanjutnya dalam hati.
"Sibuk ngapain?," tanya Fara kepo.
"Ya mana Nayla tahu, udah deh ma, kenapa mama jadi cerewet begini si," ucap Nayla frustasi.
"Loh emang mama salah?".
"Mama gak salah. Yang salah itu Nayla".
"Assalamualaikum ," salam Nayla.
"Waalaikumsalam. Hati hati dijalan" .
...***...
Tak butuh waktu lama bagi Nayla untuk sampai dirumah Nadia. Karena memang tidak terlalu jauh, jalanan juga tidak terlalu ramai kendaraan .
Tok..tok..tok
Ketuk Nayla didepan pintu rumah Nadia. Sebenarnya rumah Nadia mempunyai bel tapi katanya sedang rusak belum diperbaiki.
"Eh non Nayla ya," ucap bibi Iyem asisten rumah tangga dirumah Nadia.
"Iya bi Nadianya mana?," tanya Nayla.
"Non Nadianya ada dikamar . Mari masuk non dari tadi didepan pintu mulu," ucap bi Iyem sambil terkekeh .
"Oh iya bi," ucap Nayla.
"Katanya disuruh langsung masuk ke kamarnya aja non".
"Oke" . Nayla langsung melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamar Nadia.
"Nadia yuhu," ucap Nayla setengah teriak didepan pintu kamar Nadia.
"Masuk aja Nay. Ngga gue kunci pintunya," sahut dari dalam.
Setelah memasuki kamar Nadia. Nayla segera meletakan tasnya dan merebahkan dirinya di kasur empuk milik Nadia.
"Dih baru dateng udah molor aja," cibir Nadia.
"Berisik! Gue cape banget," ketus Nayla dengan mata yang terpejam.
"Temenin gue dong Nay," pinta Nadia. Namun tak digubris oleh Nayla.
"Nay," panggil Nadia.
"Paan sih!".
"Temenin gue nonton drakor," ucap Nadia.
"Sejak kapan lo hobi nonton begituan?," tanya Nayla heran.
"Sejak saat ini," balas Nadia antusias .
"Cepetan ih bangun temenin gue nonton drakor," sambung Nadia. Dengan sangat terpaksa akhirnya Nayla menuruti kemauan Nadia untuk menonton drama korea di laptop milik Nadia.
Baru saja memutar episode pertama Nayla sudah menguap beberapa kali. Berbeda dengan Nadia yang menikmati setiap adegan yang ditampilkan. Terkadang dia menggigit bantalnya saat layar laptopnya menampilkan adegan romantis yang bikin baper, terkadang pula dia tiba tiba ia menangis melihat adegan sedih yang ditampilkan. Namun Nayla biasa saja malah rasa kantuk yang datang .
"Duh kasian cewenya ditinggal ldr sama pacarnya," ucap Nadia tiba tiba.
"Ngomong ngomong soal ldr. Gimana hubungan lo sama pacar lo Nay?",tanya Nadia tiba tiba. Nayla yang baru saja ingin memejamkan matanya langsung terbuka lebar setelah mendengar pertanyaan Nadia.
"Hah gimana-gimana?," hanya kata itulah yang keluar dari mulut Nayla.