
"Nay lo lagi sariawan ya?," tanya Dafa setelah duduk didalam restauran bersama Nayla.
"Nay", panggil nya lagi karena Nayla tetap diam membisu.
"Lo tiba tiba jadi bisu ya" . Nayla masih terdiam.
"Nayla Sekar", panggil Dafa lagi. Namun Nayla tetap diam.
"Pita suara lo putus jadi gak bisa ngomong," ucap Dafa sembari menoel pipi Nayla, namun segera ditepis.
"Berisik! Cerewet banget si lo. Gue tuh lagi males ngomong sama lo," ketus Nayla.
"Lah ini ngomong," ejek Dafa . Nayla hanya mendengus sebal. Ingin sekali rasanya Nayla segera pulang. Ia sungguh rindu dengan kasurnya.
"Lo cuma mau diem. Gak mau pesan makan?, "tanya Dafa
"Gak laper," cuek Nayla. Sebenarnya itu hanya kebohongan nya saja, ia sebenarnya lapar tapi ya sudahlah namanya juga gengsi.
"Gue si owh aja. Itu terserah lo gue cuma nanyain," ucap Dafa sembari melihat buku menu makanan. Setelah menemukan menu yang cocok Dafa segera memanggil pelayan untuk mencatat pesannya.
'Astaga jadi cowo gak pekaan banget, katanya ngajak makan sebagai permintaan maaf,tapi apa ini!' dumel Nayla dalam hati.
"Eh Nay, gue ke toilet bentar ya. Lo mau ikut gak?," ucap Dafa dengan iseng ,baru saja Nayla akan menjawab namun Dafa sudah pergi begitu saja terbirit-birit karena memang sudah tidak tahan untuk buang air kecil.
" Idih," cibir Nayla. Sepeninggal nya Dafa,Nayla hanya sibuk bermain dengan ponselnya.
"Loh Nayla lo sendirian disini," Nayla langsung mendongak melihat siapa yang mengajak nya berbicara.
'Nah loh ketemu lagi. Lama lama gue pindah planet sekalian' dengus Nayla dalam hati.
"Nay," panggil Neta sekali lagi.
"Ah iya gimana gimana."
"Lo disini sendirian, " ucap Neta mengulang pertanyaan nya.
'Udah tau duduk sendiri pake nanya segala lagi'.
"Iya," singkat Nayla.
"Lo juga sendirian? ," tanya Nayla basa basi.
"Niatnya mau ketemu sama Putra, tapi malah disuruh kerumah aja," balas Neta . Nayla pun hanya ber-oh ria.
'lah terus ngapain kesini'.
"Gue duluan ya Nay, udah ditunggu juga," pamit Neta hanya dibalas anggukan oleh Nayla.
"Sorry lama Nay tadi ngantri," ucap Dafa setelah selesai dari toilet.
"Gak masalah".
"Makanan gue belum dateng juga nih?," tanya Dafa.
"Sabar aja kali ,lo gak liat ini tuh lagi rame banget".
"Iya juga si. Eh Nay gue minta alamat lo biar orang suruhan gue nganterin mobil lo kerumah".
"Oh iya gue sampe lupa sama mobil gue," ucap Nayla . Dafa hanya memutar bola matanya malas.
"Makanya mana alamat lo,"pintanya.
"Jalan mawar perumahan indah no 4".
"Oke gue bilang dulu sama orang suruhan gue," ucap Dafa.
"Pesanannya mas," ucap pelayan tiba tiba.
"Lo beneran gak mau Nay," tawar Dafa sekali lagi.
"Engga Daf buat lo aja" .
"Beneran nih . Nanti ngiler loh," ledek Dafa.
"Engga ya en-"
"Loh Dafa,sama siapa ini",ucap seorang perempuan cantik menginterupsi obrolan mereka berdua. Dafa langsung merubah raut wajahnya menjadi datar setelah melihat perempuan disampingnya ini. Nayla yang menyadarinya hanya mengerutkan keningnya pertanda bingung. 'Cepet banget berubahnya'.
"Daf," panggil perempuan itu lagi . Tanpa sepatah kata pun Dafa langsung berdiri menyeret lengan perempuan yang tidak diketahui namanya oleh Nayla meninggalkan Nayla seorang diri didalam restaurant.
"Eh..ehh Dafa!,gue ditinggal lagi," monolog Nayla.
"Siapa si cewe itu," sambungnya.
"Alah bodo amat gue mah".
Sudah cukup lama Dafa meninggalkan nya sendiri dan belum juga kembali sampai saat ini . Ia pun melirik makanan didepannya. "Makananya masih utuh. Daripada mubazir gue makan aja kali ya, lagian udah dibayar," ucap Nayla dan mulai memakan pesanan Dafa tersebut .
"Alhamdulillah kenyang," ucap Nayla sembari mengelus perutnya. Ia melirik jam ditangannya sudah ada satu jam ternyata ia duduk disini Namun belum ada tanda tanda Dafa kembali juga.
"Tungguin ,apa gue pulang aja ya?," tanyanya pada diri sendiri.
"Pulang aja kali ya, Cape juga cuma duduk doang,bodo amat sama dia nanti mau balik lagi atau engga .Siapa suruh ninggalin," lanjutnya.
Nayla segera beranjak meninggalkan tempat makan tersebut. Setelah keluar Nayla baru ingat ternyata ia tak membawa mobilnya. Ia pun berjalan ke tempat dimana tadi Dafa memarkirkan mobilnya,siapa tau memang mobilnya masih ada. Namun ternyata mobilnya sudah tidak ada,yang menandakan bahwa Dafa memang pergi bersama perempuan tadi. Nayla kira Dafa hanya menyeret perempuan tersebut keluar saja.
"Lah gue kan ngga bawa mobil. Terus pulangnya gimana,bener bener dah si Dafa,hari ini udah bikin dua kesalahan". Dengan sangat terpaksa akhirnya Nayla memesan taxi online. Tak berselang lama taxi yang dipesan Nayla sampai.
"Dengan mba Nayla?," tanya supir taxi tersebut.
"Iya pak saya sendiri".
"Waduh saya juga sendiri mba hehe".
Nayla hanya tersenyum kaku setelah mendengar ucapan ngawur pak supir ,ia pun langsung memasuki taxi tersebut.
Selama perjalanannya, Nayla hanya menatap kaca jendela dengan tatapan kosong, banyak sekali yang Nayla pikirkan.
"Sudah sampai mba". Nayla tersentak, ternyata ia sudah sampai didepan rumahnya.
"Oh iya makasih ya pak. Ini uang nya ," ucap Nayla sembari tersenyum manis. Ia pun segera keluar dari dalam taxi dan memasuki rumahnya.
"Ternyata mobil gue udah dianterin ,gue kira dijual beneran, " ucapnya setelah melihat mobilnya terparkir cantik di garasi.
"Assalamualaikum ma," salam Nayla.
"Waalaikumsalam. Mama didapur sayang," teriak Fara.
"Masak apa nih ma?," tanya Nayla setelah sampai didapur.
"Masak makanan kesukaan kamu nih. Oh iya mama mau bilang itu tadi mobil kamu dianterin sama bapak bapak katanya disuruh Dafa Dafa atau siapa gitu mama rada lupa".
"Oh iya ma".
"Kok cuma oh doang si,gak ada yang mau kamu jelasin ke mama," protes Fara.
"Ya terus Nayla harus gimana?".
"Dafa itu siapa kamu. Selingkuhan kamu? . Mentang mentang kamu jauh sama Brian main selingkuh selingkuh aja,mama ngga ngajarin kamu gitu ya Nay," omel Fara.
"Apa si ma, Nayla gak pernah selingkuh ya. Dafa cuma temen kampus doang, " ucap Nayla tak terima.
"Udah lah Nayla cape, mau ke kamar istirahat dulu," pamit Nayla, sebenarnya itu hanya alibinya saja . Ia malas harus berdebat dengan mamanya cuma gara gara Brian. Brian Brian Brian, nama itu terus yang sedang memenuhi pikirannya. Apakah melupakan memang sesusah ini?.