Nayla's Love Story

Nayla's Love Story
Nomor Tidak Dikenal•



Nayla kini sudah bisa bernafas lega ,satu persatu masalahnya bisa terselesaikan . Sekarang ia sudah bisa menjalani aktivitas seperti biasanya, ia tak perlu lagi pergi menghindari Brian ataupun Neta.


Nayla sudah mencoba menerima kenyataan yang menimpa dirinya, kenyataan bahwa Brian memang bukan untuknya. Ia juga percaya tuhan pasti akan memberinya yang lebih baik lagi.


Hari sudah semakin larut,namun Nayla belum juga memejamkan matanya . Ia hanya sibuk bermain ponselnya ,karena sedari tadi ia tak sempat membukanya .


Baru saja Nayla menyambung kan wifi dirumahnya, sudah banyak pesan yang masuk. Salah satunya dari nomor yang tak dikenal tersebut.


Nayla sampai lupa. Ia belum tau siapa pemilik nomor tersebut.


+6285103241**


Nayla!


Kok diem aja


Gak punya kuota yah?


Entah kenapa ya gue tiba tiba rindu sama lo hehe


Udah lama ngga ketemu


Kira kira lo rindu gue gak ya?


Nayla yang membaca pesan tersebut hanya mengerutkan keningnya. Sebenarnya ini nomor siapa. Engga mungkin orang iseng. Pasti dia orang terdekat Nayla.


Daripada bergulat dengan isi pikirannya sendiri namun tak kunjung mendapatkan jawaban. Jari jemari Nayla langsung mengetikan balasan.


Nayla


Sebenarnya lo siapa si!


Tring! . Tak butuh waktu lama ponsel nayla berbunyi kembali.


+6285103241***


Ya ampun Nayla kenapa lo baru bales. Bikin gue khawatir aja hehe


Nayla


Tolong jawab ya ,lo itu siapa si!


+6285103241***


Wah lo ternyata kepo banget ya


Nayla


Lo kalau gak mau ngaku, gue blok nomor lo!!


+6285103241***


Hu takut...mainnya ngancem ,ih gak seru


+6285103241***


+6285103241***


Gini aja deh kalau lo penasaran gue siapa, besok temuin gue di taman komplek perumahan anggrek jam 8 pagi.


+6285103241***


See you cantik❤


Nayla hanya membaca pesannya saja. 'Perumahan anggrek kan komplek perumahannya Neta', batinnya.


"Buset,apaan ini pake love segala".


"Ah...bodo amat gue ngantuk mau tidur aja" .


Nayla langsung mematikan lampu kamarnya dan menyalakan lampu tidurnya.


...***...


Pagi ini Nayla sudah rapi . Padahal jam baru menunjukan pukul 7. Ia berniat pergi ke taman perumahan anggrek. Sebenarnya ia malas tapi rasa penasarannya sudah sangat memuncak.


"Pagi pagi mau kemana kamu. Bukannya kamu hari ini ada kelas siang ya Nay?," tanya Fara setelah melihat anak gadisnya turun dari kamarnya dan sudah berpakaian rapi.


"Nayla ada perlu ma sebentar, " balas Nayla.


"Perlu apa".


"Urusan anak muda, orang tua dilarang tau," ledek Nayla.


"Suka-suka kamu lah. Sebelum pergi jangan lupa sarapan dulu," ucap Fara mengingatkan.


"Siap bos".


...***...


07.55


Nayla sudah sampai di taman,tempat dimana mereka janjian. Namun belum ada tanda tanda orang disini, mungkin karena masih terlalu pagi. Lagipula sekarang bukan hari libur jadi taman cukup sepi.


Ia segera melangkah mendekati bangku dibawah pohon. Melihat bangku ini, Nayla jadi teringat dengan Dafa. Sudah beberapa hari ini Nayla tak melihat batang hidungnya, ia jadi rindu dengan keusilannya . Eh apa tadi rindu? ,Nayla langsung menepis jauh pikirannya tersebut.


Sudah 5 menit Nayla duduk sendirian di taman seperti orang hilang. Dan sekarang jam sudah menunjukan tepat pukul 08.00. Namun belum ada tanda tanda orang tersebut datang.


"Lama banget ni orang. Jangan jangan cuma bohongin gue lagi," dumel Nayla kesal.


"Kelamaan, mending gue cabut aja" . Baru saja Nayla bangkit dan bersiap pergi dari taman, ada suara yang memanggil namanya. Nayla akhirnya mengurungkan niatnya untuk pergi.


"Sorry lama Nay. Tadi macet," ucap seseorang dibelakang Nayla.


Nayla langsung membalikan badannya guna melihat siapa yang berbicara dengannya.


"Lo!," kaget Nayla.