Nayla's Love Story

Nayla's Love Story
Seseorang misterius•



Pagi ini Nayla sudah siap pergi ke kampus, ia akan menyerahkan skripsinya sesuai perintah pak Doni waktu itu. Hari ini Nayla akan pergi sendiri,karena Dafa sedang dirumah saudara karena ada acara keluarga jadi dia tak bisa mengantarkannya.


Nayla langsung menjalankan mobilnya,tak butuh waktu lama ia telah sampai dipelataran kampus. Nayla langsung turun, tak lupa ia mengambil jas almamater nya dan langsung memakainya.


Sebelum berjalan ke ruangan pak Doni, Nayla menyempatkan membuka ponselnya. Dan benar saja sudah ada pesan dari Pacar gantengku yang tak lain adalah Dafa. Nayla jadi geli sendiri dengan nama Dafa dikontaknya. Kalau kalian berfikir Nayla lah yang memberi namanya tentu saja salah, itu bukan Nayla yang menamainya tapi Dafa sendirilah. Sebenarnya Nayla ingin mengganti tapi Dafa sudah mengancam nya jadi ya sudahla tak apa.


Pacar gantengku❤


Semoga hari ini dilancarkan skripsinya, biar gak ada lagi revisi. Maaf ya aku gak bisa nganter kamu:( . Aku cuma bisa ngasih semangat dari sini. Semangat terus baby ❤. Jangan kangen, tunggu kakanda pulang wahai adinda.


Nayla terkekeh sendiri membaca pesan dari kekasihnya. Dafa memang suka lebay. Setelah mengetikan balasan,Nayla langsung memasukan ponselnya kedalam tas dan langsung melanjutkan perjalanannya.


Tak butuh waktu lama Nayla langsung bernafas lega. Akhirnya skripsinya tak ada yang harus direvisi lagi. Ia langsung mengabari kekasihnya mengenai kabar bahagia ini.


Nayla


Alhamdulillah skripsinya gak perlu direvisi lagi. Makasih loh berkat doa kamu dan bantuan kamu. Sekali lagi makasih sayang❤.


Setelah mengirim kan pesannya. Nayla berjalan kearah kantin untuk membeli minum karena ia sudah sangat haus. Tapi ia menuju kantin fakultas kedokteran. Karena Nayla juga ingin bertemu dengan sahabatnya. Sudah cukup lama mereka tak ada waktu untuk berkumpul. Semua sibuk dengan urusannya masing masing. Tetapi mereka tetap berkabar lewat hp.


Kebetulan sekali,dari arah pintu kantin, Nayla sudah melihat Nadia sedang makan bakso sendirian. Ia lantas langsung menghampirinya.


"Woi Na. Ya ampun gue kangen banget sama lo" ,ucap Nayla.


"Astaga lo ngagetin gue". Nayla hanya cengengesan.


"Udah lama kita gak ketemu" ,ujar Nayla.


"Lebay lo. Lagian lo juga sibuk pacaran".


"Makanya cari pacar Na".


"Gampang itu, tapi sayangnya gue lagi males buat pacaran. Pengen menikmati masa masa kesendirian dulu" ,balas Nadia.


" Iyain aja deh. Bilang aja belum ada yang cocok".


"Nah itu salah satunya".


"Ngomong ngomong Neta apa kabar ya", ucap Nayla tiba tiba.


"Jarang ada kabar dia".


"Dia kan udah berumah tangga. Jadi makin sibuk" ,balas Nadia.


"Apa iya nanti kalau kita kita udah berumah tangga. Bakalan sibuk kaya Neta. Nanti jarang ada waktu buat ngumpul dong" .


"Jelas la itu. Tapi tergantung suami suami kita nanti",sahut Nadia.


Setelah mendengar sahutan Nadia. Nayla hanya diam memandang kedepan. Tetapi tatapan matanya tak sengaja melihat perempuan yang bertemu dengan nya di tempat makan kala itu.


Ia menyipitkan matanya, siapa tau Nayla salah lihat kan. Bahkan ia mengucek matanya dan melihat kembali tapi perempuan itu sudah tak ada. Mungkin Nayla salah liat pikirnya. Lagipula perempuan itu bukan mahasiswa disini.


Nadia yang melihat gelagat aneh dari Nayla, lantas dia langsung bertanya ," kenapa lo? ".


"Ha!" ,Nayla tersentak kaget.


"Gue tanya kenapa, jawabnya ha doang".


"Oh itu tadi gue liat kaya ada perempuan misterius yang belum gue tau namanya". Nadia hanya mengerutkan keningnya bingung dengan ucapan Nayla. Merasa paham dengan respon Nadia. Nayla lantas menjelaskan kejadian yang lebih rinci mengenai perempuan tersebut.


Nadia menyimak dengan serius apa yang sedang Nayla ceritakan.


"Kayaknya tuh cewek salah satu fens Dafa", ucap Nadia.


"Mungkin".


"Em kalau gak, jangan jangan dia itu salah satu mantan Dafa". Mendengar nama mantan, Nayla langsung terdiam, mencoba berfikir, sebenarnya ucapan Nadia ada benarnya juga.


Tanpa Nayla ketahui, dari seberang sana ada dua pasang mata yang sedang menatapnya dengan menyeringai licik.


"Pokoknya kita harus pisahin Nayla sama Dafa".


"Tenang aja. Tunggu aja tanggal mainnya. Dan gue bakal bisa milikin Dafa lagi dan lo bisa milikin Nayla."


Mereka berdua sama sama menyeringai licik.


'Tunggu sayang, kamu bakal jadi milik aku' batinnya.